Projek Rajutan Paling Berkesan

 Sepatu rajut bayi


Sejujurnya masih banyak lagi review tempat makan dan tempat wisata di Bukittinggi yang ingin dituliskan di sini. Namun kok kayaknya jadi monoton yah, takutnya ada yang bosan (it's me actually hehe..). 

Oleh karena itu, sekarang saya bersemangat menulis tentang salah satu hobi kebanggaan saya yaitu merajut atau crocheting. Setelah dilihat-lihat, ternyata sudah dua tahun yang lalu saya menulis artikel yang berjudul " Awal Mengenal Rajutan ". Hmm... cukup lama juga. Padahal salah satu tema yang diusung di blog ini adalah passion dengan sub-tema crafting. Berarti saya memang harus segera menambah artikel tentang rajutan.

Sejak bisa merajut yaitu tahun 2016 hingga sekarang, sudah banyak projek rajutan yang saya coba. Mulai dari design yang mudah hingga yang sulit dan juga ukuran kecil hingga yang besar. Ada yang dibuat untuk diri sendiri, ada yang dijadikan kado dan ada juga yang dijual. Alhamdulillah, akhirnya saya kesampaian juga menjual produk rajutan walaupun tidak sebanyak produk macrame.


Dari semua projek rajutan yang dibuat ada beberapa yang sangat berkesan bagi saya, karena ada cerita menarik dibalik pembuatannya. Untuk itu saya ingin mengunggah foto rajutan tersebut berserta menuliskan sedikit ceritanya supaya bisa menjadi kenangan untuk masa depan,,, asik...hehe.


Projek Rajutan Paling Berkesan


1. Cover Kotak Tisu Rajut

Awal bisa merajut, hal yang paling sering saya buat adalah granny square karena designnya paling mudah. Setelah merasa ahli membuat granny square, saya mencari tau, projek apa yang bisa dibuat dari rajutan yang berbentuk persegi. Ada banyak yang bisa dibuat dengan menggabungkan beberapa granny square seperti taplak meja, tas, selimut dan kotak tisu. Saya pun memilih kotak tisu kecil karena terlihat paling mudah.

Setelah melewati trial and error, akhirnya saya bisa menghasilkan kotak tisu imut berwarna kuning-pink dengan tambahan hiasan bunga. Waktu itu merasa senang sekali bisa membuat sebuah produk nyata, benda yang berguna dan bukan sekedar hiasan di tahun pertama bisa merajut. Sehingga kotak tisu ini benar-benar menjadi rajutan berkesan bagi saya.

Crochet Tissue Box
Crochet Tissue Box

2. Pot-holder

Projek rajutan kedua yang paling sering saya buat adalah pot-holder a.k.a pegangan panci. Selain mudah dan cepat, pot-holder ini sangat berguna jadi bukan sekedar hiasan saja. Awalnya saya sering membuat pot-holder dengan design granny square karena memang paling mudah. Hingga suatu ketika saya melihat tutorial membuat square dengan bentuk love di tengahnya yang dibagikan oleh crocheter favorit saya (Redagape) tapi sayangnya dia sudah menututup akun IG dan blog.

Saya pun penasaran ingin mencoba dan tanpa berpikir panjang langsung mengambil hakpen dan benang katun berwarna ungu dan putih. Setelah membaca tutorial, ternyata metode yang digunakan berbeda dengan granny square yang saya kenal dimana granny square dimulai dari tengah lalu increase ke luar sementara ini menggunakan metode C2C stitch dimana rajutan dimulai dari sudut, increase ke tengah lalu decrease ke sudut lagi. Karena metode baru, saya mulai merasa kesulitan ditambah lagi harus mengganti warna benang untuk membentuk love.

Saya pernah membagikan work in progress nya di IG story, karena syok melihat banyaknya benang-benang yang menjuntai yang harus dirapikan dari rajutan persegi berukuran 15x15cm akibat dari  sering mengganti warna benang. Padahal normalnya hanya ada 2 juntai benang yang perlu dirapikan jika tidak membuat bentuk love. Saking susahnya, saya bertekad ini adalah projek pertama dan terakhir  untuk rajutan C2C stitch dengan bentuk love di tengah.

I Purple You
I Purple U - Crochet Pot-holder

3. Steelseries Coaster 

Setelah granny square dan pot-holder, projek rajutan ketiga yang paling sering saya buat adalah coaster yaitu rajutan yang berbentuk lingkaran. Fungsinya bisa menjadi tatakan gelas, tatakan vas bunga dan tatakan benda lainnya. Cukup banyak design coaster yang saya buat, biasanya design bunga dengan berbagai warna dan pernah juga design potongan buah jeruk dan lemon. 

Coaster juga merupakan produk rajutan yang sering dibeli oleh orang lain, mulai dari ukuran diameter 9cm hingga 40cm. Dari semua pesanan, ada satu yang benar-benar berkesan. Jadi tiba-tiba rekan kerja saya yang mana seorang laki-laki, minta dibuatkan coaster rajut dan mengirimkan design yang diinginkan dengan warna putih dan hitam (seperti gambar di bawah). Saya bertanya ini sebenarnya design apa, lalu dia menjawab ini adalah logo game yang bernama Steelseries.

Selama ini orang memesan coaster bunga, tiba-tiba ada yang memesan dengan design logo game seperti ini, sungguh membuat saya takjub. Kok bisa kepikiran logo game dijadikan coaster. Kadang saya merasa, memang customer itu lebih banyak ide daripada saya, baik itu design macrame maupun rajutan. 

Steelseries Coaster
Steelseries Coaster

4. Coaster Sunny Side Up & Toast

Masih merupakan coaster dan masih pesanan teman. Kali ini saya mendapat orderan rajutan dengan design potongan roti tawar dan telur mata sapi. Ketika teman saya mengirimkan contoh design rajutan yang dia inginkan, saya langsung berkomentar "wow lucu banget!!! gemas!!" dan tidak sabar untuk segera membuatnya.

Ternyata dibalik penampilan yang lucu, ada kesulitan dalam pembuatannya. Saya sempat bongkar benang beberapa kali khususnya yang bentuk potongan roti tawar. Padahal terlihat mudah, ntah kenapa saat membuatnya cukup susah. Terutama membuat pinggirannya supaya terlihat rapi. Namun setelah selesai, ada rasa puas dan langsung foto-foto cantik.

Happy Breakfast!!


5. Crochet Baby Shoes

Bisa membuat sepatu rajut bayi adalah wishlist saya sejak dulu. Apalagi setelah follow IG akun orang Korea yang suka membuat sepatu bayi (sekaligus jualan juga sih) dimana di sana terdapat banyak foto sepatu rajut dengan design lucu-lucu.

Saya sudah mencari tutorial cara membuat sepatu rajut bayi di google dan youtube dan coba mengikutinya, entah kenapa hasilnya selalu gagal. Selalu kekecilan. Sampai-sampai saya curiga orang-orang sengaja memberikan tutorial yang tidak jujur supaya tidak bisa ditiru karyanya. Tapi anehnya, saya selalu gagal mencoba tutorial bahkan sudah dari akun-akun yang berbeda. Masa semua orang sepakat untuk menipu? Lalu saya mulai berpikir bahwa sepertinya otak saya yang tidak benar saat memahami tutorial.

Saking penasarannya, akhirnya saya ikut workshop membuat sepatu rajut bayi yang diadakan di Jakarta (ini sebelum pandemi yah). Setelah diajarkan langsung oleh sang ahli, sekarang saya tau kesalahan saya selama ini, yaitu saat merajut sepatu bayi harus menggunakan hakpen yang lebih besar dan rajutannya tidak boleh padat yang berarti harus renggang. 

Bahagia sekali saya bisa membuat sepatu rajut untuk bayi perempuan dengan ukuran sebenarnya (seperti gambar di bawah). Selain itu saya juga mencoba membuat sepatu rajut untuk bayi laki-laki seperti gambar paling awal. 

Sepatu Rajut Bayi
Gemas banget enggak sih?


6. Crochet Coaster & Square

Kembali kepada design coaster dan square. Kalau sebelumnya customer hanya membeli satu, dua hingga enam rajutan. Namun kali ini ada yang memesan dalam jumlah yang banyak sehingga membuat saya terkesan.

Ternyata pemesan kali ini adalah seorang pengelola small business (juga) yang ingin membeli rajutan saya untuk dijual kembali. Tokonya bukan khusus menjual produk rajutan saja yah, tapi menjual peralatan makan yang unik-unik. 

Saya cukup senang karena dia tertarik dengan produk rajutan saya. Namun sayangnya kerja sama ini tidak berjalan lama, karena ada kendala yang tidak bisa saya tuliskan di sini. Kepada the owner, jika kamu melihat tulisan ini, saya ingin menyampaikan terima kasih. ^^

Rajutan
Crochet coaster by Yarn And Rope

Rajutan
7. Crochet Blanket

The last but not the least adalah selimut rajut!!! Wow, sampai sekarang saya masih tidak menyangka bisa membuat selimut rajut. Sejauh saya berkarya di dunia per-chochet-an, ini adalah karya terbesar. Sebenarnya designnya tidak susah tapi karena besar, memakan waktu cukup lama sehingga terkesan projek sulit.

Kenapa saya bisa membuat selimut rajut? Awalnya saya hanya ingin membuat pot-holder, namun saya sudah bosan dengan design granny square dan C2C stitch sehingga ingin membuat design lain. Setelah googling, saya cukup tertarik dengan basket stitch dan langsung eksekusi. Setengah jalan, saya merasa design ini tidak cocok untuk pot-holder, hasilnya terlalu tebal dan tidak enak digenggam.

Seketika saya terilhami untuk membuat selimut dengan basket stitch ini. Tapi karena selimut itu besar, dan saya tidak mau terlalu lama merajut akhirnya saya mencari benang yang paling tebal atau besar di toko benang online langganan saya.

Berbekal 10 gulung benang jenis Milk Cotton Worsted berwarna biru dan 1 gulung berwarna abu-abu terbentuklah selimut rajut bayi berukuran 74x91cm. Kalau ditanya berapa lama membuatnya, yang saya ingat, setelah pulang kerja saya bisa merajut 1 gulung. Jadi kalau ada 11 gulung berati saya merajut 11 hari dengan catatan merajut santai dan tidak kejar setoran.

Selimut rajut yang membanggakan ini langsung saya jadikan kado untuk ponakan saya yang baru lahir. Saya benar-benar puas dengan hasilnya. Bagus, hangat, tebal tapi tidak begitu berat. Mau bangga sama diri sendiri boleh tak? hehe.

Selimut Rajut Bayi
Selimut rajut bayi karya Yarn And Rope

Crochet Basket Stitch


***

Demikianlah 7 projek rajutan paling berkesan selama ini yaitu dari tahun 2016 hingga 2020. Semoga saya tetap semangat merajut dan mencoba projek wow lainnya.

Projek rajutan saya lainnya, bisa dilihat di sini >> Yarn And Rope

Note : 
Semua foto adalah foto rajutan yang saya buat sendiri. Mohon tidak menggunakan foto di atas tanpa seijin saya.

xoxo
dila
 

2 comments:

  1. gemes banget yang sunny side up, jadi pengen bikin juga :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk dibikin, lucu buat dijadiin tatakan gelas. hehe

      Delete

Powered by Blogger.