Pengalaman Pakai Kacamata yang Salah Bertahun-tahun

Selasa, 25 Juni 2024

2 komentar

Assalamualaikum,
Halo semuanya~

Biasanya kacamata terasa nggak nyaman karena minus terlalu rendah alias sudah tidak cocok. Namun hal sebaliknya terjadi pada saya, bertahun-tahun merasa nggak nyaman menggunakan kacamata akibat minus yang terlalu tinggi... Loh kok bisa?

Baiklah teman-teman, pada artikel ini saya ingin curhat tentang masalah kacamata. Mungkin saja kamu juga mengalami tapi belum menyadarinya.

***

Saya yakin, ketakutan terbesar para pengguna kacamata adalah ukuran yang bertambah, ntah itu minus atau silindris. Sehingga takut mengganti kacamata secara berkala atau lebih memilih mengganti kacamata tanpa mengecek kembali minus/silindris.

Saya pun demikian, setiap ingin membuat kacamata baru, berharap minus tidak bertambah. Tapi itu sulit terjadi karena kacamata yang sedang digunakan terasa nggak nyaman dan harus mengecek mata supaya bisa menggunakan kaca dengan resep yang sesuai. Dan hasilnya adalah ada minus atau silindris yang bertambah.

Sedikit flashback, saya sudah mengunakan kacamata sejak kelas 5 SD. Saat itu ada pengecekan mata di sekolah, karena tak bisa melihat dengan baik Snellen Chart atau poster tes mata, guru menyuruh saya untuk pemeriksaan mata lebih lanjut di dokter mata. Dan hasilnya mengejutkan! Mata saya minus 2!

Contoh Snellen Chart

Kok bisa anak kelas 5 SD minus 2 di jaman itu? Kalau dipikir-pikir wajar saja karena dulu sering main nintendo. Jaman dulu kabel nintendo agak pendek yang membuat kita duduk dekat dengan TV. Selain itu kontras warna TV sangat tajam sehingga bisa merusak penglihatan jika melihatnya terlalu lama.

Kisah saya dengan Nintendo bisa dibaca di sini : Game Favorit dari Dulu hingga Sekarang

Sejak kelas 5 SD hingga lulus kuliah minus mata saya terus naik dan juga ada tambahan silindris. Ini terjadi mungkin karena tidak bisa merawat mata dengan baik, apalagi teknologi makin berkembang yang mana muncul laptop dan ponsel yang menjadi "mainan" sehari-hari.

***

Singkat cerita, setelah bekerja saya jadi rutin membeli kacamata baru karena ada jatah reimburse dari perusahaan. Sekitar 6 tahun lalu atau sebelum covid, kacamata mulai terasa nggak nyaman. Padahal dibuat sesuai hasil pengecekkan terbaru. Anehnya soft lens yang dipakai dengan menggunakan resep tahun 2012 masih nyaman hingga saat itu.

Oleh karena setiap hari lebih sering memakai soft lens dari pada kacamata, saya mengabaikan rasa tak nyaman itu.

Hingga akhir tahun kemarin yaitu tahun 2023 di mana saya sudah resign dan bekerja dari rumah yang mana setiap hari menggunakan kacamata. Selama tahun 2023 saya membeli dua kacamata dari tempat yang berbeda dan tak ada yang cocok. 

Saya merasa makin khawatir karena bahkan melihat tulisan besar di jalan saja tak fokus. Masa dengan kacamata baru yang resepnya sudah makin tinggi masih nggak cocok? Apakah mata saya separah itu? 

Akhirnya saya mengumpulkan semua kacamata di rumah dan mencobanya satu persatu. Ada 6 kacamata dan ternyata ada satu yang cocok dipakai. Kacamata itu sudah jelek, bahkan lapisan kacanya sudah terkelupas.

Sepertinya kacamata itu dibeli tahun 2018 ke bawah. Dan saya sangat senang karena berarti mata ini cocok dengan kacamata lama yang pasti resepnya lebih rendah daripada yang dibeli tahun 2023.

Kacamata tersebut dibeli saat masih kerja di Cilegon di optik Melawai. Namun di Bukittinggi nggak ada optik Melawai, hingga harus pergi ke Padang demi mengetahui ukuran kacamata tersebut dan membeli dengan ukuran yang sama.


Butuh waktu sekitar 2 jam ke Padang, begitu sampai di Melawai ternyata benar kalau ukurannya lebih rendah, baik itu minus mata kiri dan silindris mata kanan dan kiri. Bayangkan, masa silindris mata kiri 2,75 (tahun 2020) sementara ukuran yang cocok adalah 1,75 !! Berarti ada kesalahan pengecekkan mata pada tahun 2020.

Sekitar satu minggu kacamata bisa diambil dan saya nggak sabar menggunakannya. Namun drama kacamata nggak selesai sampai di sini. Begitu mencoba kacamata yang dibuat persis dengan resep kacamata lama yang cocok itu, saya merasa nggak bisa melihat dengan fokus. Lah kok bisa? 

Saat itu saya nggak berani menuntut pihak optik, karena katanya mereka sudah membuat sesuai resep. Akhirnya pulang dengan kecewa dan berharap ada masa penyesuaian, padahal belinya mahal.

Setelah coba memakai kacamata baru itu, saya merasa sepertinya titik fokusnya nggak tepat makanya hasilnya tak fokus. Karena saat posisi kacamata diubah seperti lebih ke atas, lumayan terlihat fokus.

Saya merasa masih ada harapan dan memutuskan ke optik yang ada di Bukittinggi yang merupakan optik langganan mama. Di sana saya minta dibuatkan kacamata dengan resep yang sama dengan titik fokus yang pas. 

Saat itu semacam moment of truth, apakah benar titik fokus yang salah atau memang resep yang tidak pas. Tidak perlu menunggu seminggu, di hari yang sama kacamatanya langsung selesai. Dan ketika saya memakainya, Alhamdulillah!! Lega sekali karena resepnya cocok dan fokusnya pas.

***

Dari kasus ini saya baru mengetahui bahwa memeriksa mata itu tidak bisa buru-buru dan sebaiknya benar-benar dirasakan apakah cocok atau tidak. Dan tidak selalu minus atau silindri itu naik, mana tau harus diturunkan.

Masih misteri apakah silindris saya benar-benar turun, tapi sepertinya tidak. Namun kalau memang tidak turun, saya cukup takjup karena bertahun-tahun menggunakan kacamata yang resepnya salah, Alhamdulillah mata saya masih cocok dengan resep yang rendah, tidak membuatnya makin parah.

Demikianlah cerita saya yang ternyata menggunakan kacamata yang ukurannya salah bertahun-tahun. Bisa jadi insight bagi pembaca semuanya, mana tau sedang merasakan hal yang sama. Kalau kacamata nggak cocok, mana tau ukurannya ketinggian.

Untuk penderita minus dan silindris mungkin hal ini memang sulit. Saat tes mata, mungkin kita bisa lihat namun hurufnya tidak fokus. Sehingga dikira minus yang bertambah. Padahal silindrisnya yang perlu disesuaikan.

Sekian kisah saya, bisa tulis di kolom komentar jika kamu punya kisah unik dengan kacamata.

Terima Kasih.
xoxo
Read More

Pengalaman Perpanjang SIM (Online) di Bukittinggi

Kamis, 13 Juni 2024

1 komentar
Pengalaman Perpanjang SIM (Online) di Bukittinggi

Assalamualaikum
Apa kabar semuanya?

Mencoba Perpanjang SIM secara Online


Juni tahun ini saya harus menghadiahi diri sendiri dengan SIM baru dengan kata lain masa berlaku SIM akan habis dan harus diperpanjang.

Dengan santainya saya baru mengurus perpanjang SIM di H-2 karena merasa prosesnya mudah dan letak kantor SATPAS cukup dekat dari rumah.

Pada tanggal 5 Juni setelah menyelesaikan job terjemahan Webtoon, saya "iseng" mencari tahu cara perpanjang SIM baik secara langsung maupun online. Setelah membandingkan, memang terlihat metode online lebih mudah dan cocok untuk kaum introvert/mageran.

Untuk metode online, cukup install aplikasi Digital Korlantas Polri, isi data diri dan verifikasi, persiapkan dokumen, submit dan nanti bisa dikirim ke rumah atau diambil langsung ke SATPAS.


Sekitar jam 9.30 saya coba melakukan proses perpanjang SIM secara online. Semua data diri sudah di-input dan dokumen sudah diunggah. Selanjutnya adalah melakukan Tes Psikologi dan Tes Kesehatan.

Tes Psikologi & Tes Jasmani


Tes Psikologi bisa dilakukan secara online menggunakan aplikasi ePPsi di ponsel. Biaya tes adalah Rp48.500 dan hasil tes bisa digunakan untuk mengurus dua SIM sekaligus karena kebetulan saya mengurus perpanjangan SIM A dan SIM C.

Tanpa berpikir panjang dan tanpa latihan, saya langsung melakukan tes psikologi dengan batas waktu pengerjaan satu jam.

Apa saja sih pertanyaan di Tes Psikologi ini? 

Terdapat 3 Aspek tes pada tes Psikologi Eppsi:


1. Kognitif Aspek : kognitif melihat proses aktivitas mental yang diarahkan pada adaptasi purposif terhadap pemilihan dan pembentukan lingkungan dunia nyata yang sesuai dengan kehidupan seseorang.

2. Kepribadian Aspek : kepribadian melihat sifat yang ditampilkan seseorang ketika berkendara. Sifat merupakan unit dasar kepribadian yang merupakan kecenderungan umum dalam merespon dengan cara tertentu.

3. Psikomotorik : Perkembangan kepribadian manusia yang berhubungan dengan gerakan jasmani dan fungsi otot dari dorongan pemikiran, perasaan, dan kemauan dalam diri seseorang. Adanya otomatisme rangkaian perilaku individu yang berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar.


Alhamdulillah saya lulus tes Psikologi walau tanpa persiapan. Menurut saya tes ini lebih mudah dari pada tes Psikologi untuk ujian masuk PTN, CPNS ataupun BUMN. Cuma saja, sepertinya sulit dikerjakan oleh orang tua.


Di antara soal-soal, ada berupa angka untuk melatih ketelitian/fokus. Dalam satu page/lembar terdapat sekitar 50 soal dan semuanya ada 10 page. Sebenarnya soalnya mudah dan anak muda pasti bisa mengerjakan dengan cepat. Namun saya nggak kebayang kalau orang tua yang mengerjakan ini, pasti pusing terlalu banyak.

Hasil tes Psikologi Eppsi langsung keluar dan sertifikat dikirim ke email yang sudah didaftarkan. File bisa diunduh lalu diunggah ke aplikasi Digital Korlantas Polri atau di-print untuk keperluan perpanjang SIM secara offline.

Selesai tes Psikologi yang cukup membangunkan otak, selanjutnya saya coba melakukan tes Jasmani di website erikkes.id yang juga harus diakses di ponsel.

Tes RIKKES Jasmani adalah pemeriksaan jasmani yang dilakukan oleh dokter yang dicatat secara daring. Pada website erikkes, saya hanya bisa mendaftarkan diri dan mengisi semacam riwayat penyakit yang biasa diisi saat medical check up. Setelah itu harus melakukan pemeriksaan oleh dokter di klinik terdaftar atau secara daring.

Saat itu saya memilih klinik Polres Bukittinggi yang posisinya ada di dekat koperasi polisi, di sebelah SMA 2 Bukittinggi.

Tes Jasmani ini sangat sederhana yaitu hanya ada tes buta warna dan selebihnya pencatatan golongan darah, tinggi dan berat badan. Tapi sayangnya, di sana hasil pemeriksaan dicatat secara manual dan tak bisa diproses secara online ke website erikkes.id .

Pengalaman Perpanjang SIM (Online) di Bukittinggi

Biaya tes Jasmani untuk satu SIM adalah Rp50.000 dan dua SIM berarti Rp100.000 . Mungkin saja di tempat lain harganya beda, karena kata teman di Jakarta dia tidak membayar apapun untuk melakukan tes Jasmani secara online.

Oleh karena hasil tes Jasmasi ditulis secara manual, akhirnya saya lanjut ke kantor SATPAS Bukittinggi yang ada di seberang. Namun saat itu sudah hampir jam 12 siang, sementara loket pendaftaran tutup jam 11.30

Ternyata Harus Mengurus SIM di kantor SATPAS


Keesokan harinya alias H-1 masa aktif SIM, saya berangkat ke kantor SATPAS Bukittinggi jam 8 pagi. Tak lupa semua berkas yang diperlukan seperti KTP, SIM A & C beserta fotocopynya, hasil tes Psikologi dan tes Jasmani. 

Sampai di kantor SATPAS, ternyata tidak ada antrean sehingga saya bisa langsung menuju loket pendaftaran. Di sana petugas mengecek kelengkapan berkas dan saya disuruh membayar Rp155.000 ke loket BRI yang ada di sebelahnya. Rinciannya adalah biaya perpanjangan SIM A Rp80.000 dan SIM C Rp75.000.

Setelah membayar, saya disuruh mengisi formulir data diri seperti nama, alamat, nomor HP dll lalu menuju lantai dua. Di lantai dua terdapat beberapa ruangan seperti ruangan untuk tes Psikologi dan ruangan foto dan rekam sidik jari.

Di lantai dua terlihat cukup banyak orang dan saya mengira prosesnya akan lama. Ternyata orang tersebut hanya untuk menunggu kartu SIM. Sementara saya bisa langsung ke ruang foto sambil menyerahkan dokumen dan formulir yang dibawa dari bawah.

Sejauh ini proses pengurusan dokumen untuk perpanjangan SIM terasa lancar DAN TERNYATA di sinilah cobaan dimulai.

Sidik jari saya nggak terbaca!!! Kok bisa?


Sekarang kondisi telapak tangan saya memang kering dan ada kulit yang terkelupas. Ini karena kulit saya sensitif dengan sabun cuci atau detergen. 

Sudah dicoba berkali-kali namun gagal. Padahal semua sidik jari tangan kiri dan kanan harus terekam dengan jelas. Ternyata petugas sudah hapal dengan kondisi seperti ini dan memberikan solusi yang mana saya nggak tahu bisa diceritakan di sini apa tidak.

Setelah difoto dan rekam sidik jari, kartu SIM dicetak di hari yang sama dengan proses pembuatan sekitar satu jam. Jadi bisa ditunggu saat itu juga. Saya puas melihat foto di SIM karena bagus, hehehe. Dan ternyata mulai tahun ini, periode SIM bukan berdasarkan tanggal ulang tahun tapi tanggal pembuatan/perpanjangan.

Intinya dengan sedikit drama, akhirnya saya berhasil melakukan perpanjang SIM A & C dengan metode setengah online dan setengah offline.

Pengalaman Perpanjang SIM (Online) di Bukittinggi
Pengalaman Perpanjang SIM (Online) di Bukittinggi

Total Biaya Perpanjang SIM A & C


Jadi total biaya yang dikeluarkan untuk perpanjang SIM A & C di Bukittnggi adalah Rp303.500 dengan rincian :

- Tes Psikologi online Rp48.500
- Tes Jasmani offline Rp100.000
- Perpanjang SIM A Rp80.000
- Perpanjang SIM B Rp75.000

Kesimpulan & Saran


Kesimpulan dan pesan saya untuk teman-teman yang ingin perpanjang SIM untuk wilayah Bukittinggi adalah 

- Ternyata area Bukittinggi belum bisa proses pembuatan/perpanjang SIM secara online
- Sebaiknya lakukan jauh-jauh hari supaya hati tenang.
- Sebaiknya tes Psikologi secara online karena biayanya murah, karena katanya kalau offline mahal.
- Coba juga lakukan tes Jasmani secara online, mana tahu benar-benar gratis.
- Ternyata proses pendaftaran hingga pengambilan foto & sidik jari sangat cepat dan tidak perlu antre.
- Pastikan kulit tangan dalam keadaan sehat dan sidik jari masih bagus.
- Dandan yang cantik jangan sampai foto jelek seperti foto KTP (trauma).
- Jangan pakai baju/kerudung biru karena latar foto berwarna biru.

Sekian curhatan pengalaman perpanjang SIM di Bukittinggi yang awalnya ingin diurus secara online namun ternyata ngggak bisa dan harus dilakukan secara offline di kantor SATPAS Bukittinggi.

Terima kasih sudah mampir ke blog ini, semoga tulisan saya bermanfaat.

xoxo
Dila
Read More

7 Things I Love May | Jadi Anak STRAVA & Nostalgia Avenged Sevenfold

Sabtu, 01 Juni 2024

Tidak ada komentar

Assalamualaikum,
Halo semuanya~

How was your May?
Bagaimana rasanya kembali ke rutintas  setelah puas liburan selama bulan April? Kalau kata orang-orang di TikTok sih, bulan Mei itu terasa lama, did you think so? 

Saya pun merasa bulan Mei terasa lama, padahal beda satu hari dengan bulan April. Ada yang bilang, wajar bulan Mei terasa lama karena masa peralihan dari libur panjang ke aktifitas normal. Yang berati awalnya tubuh dan pikiran kita sudah terbiasa bersenang-senang dan santai lalu sekarang harus bekerja / belajar kembali.

Bagaimanapun bulan Mei sudah berlalu dan waktunya saya merangkum hal yang membuat bahagia di bulan Mei. Ada apa saja yah? Yuk baca artikel ini sampai selesai.


7 Things I Love May | Jadi Anak STRAVA & Nostalgia Avenged Sevenfold



1. Install Aplikasi STRAVA


Pada bulan Maret saya mulai bersemangat jogging pagi lagi karena merasa tubuh ini kurang gerak. Awalnya saya jogging begitu saja tanpa mempedulikan catatan waktu ataupun jarak tempuh (km) selama jogging.

Setelah beberapa kali jogging, akhirnya penasaran juga dengan catatan km selama jogging. Apalagi melihat story teman-teman di Instagram, ada yang sering update "hasil" jogging seperti catatan waktu, pace atau steps dan jarak tempuh menggunakan aplikasi STRAVA

Sebenarnya dulu saya sering menggunakan aplikasi Nike Run Club untuk record kegiatan jogging. Tapi kali ini penasaran dengan STRAVA yang cukup viral. Akhirnya install dan selalu digunakan saat jogging.

Memang terasa bedanya sebelum dan setelah menggunakan aplikasi STRAVA. Saya pribadi jadi lebih rajin jogging karena bisa melihat hasilnya. Selain itu di aplikasi ini kita bisa berteman dan mencari komunitas layaknya media sosial. Bedanya di STRAVA cuma bisa "pamer" kegiatan olah raga, nggak hanya jogging tapi bisa juga untuk record aktifitas bersepda bahkan juga renang.

Yuk berteman di STRAVA : Check out Dila Dila on Strava

Tampilan Aplikasi STRAVA


2. Jogging Pagi 10 Kali


Masih berhubungan dengan poin nomor satu, berkat install STRAVA saja jadi rajin jogging di bulan Mei. Tercatat ada 10 kali jogging loh!

Wah ini benar-benar pencapaian di tahun 2024 (so far) karena sebelumnya jogging di hari minggu saja magernya minta ampun. Apalagi saya sudah bukan karyawan lagi sehingga bagun pagi saja susah.

Sekarang setelah terbiasa jogging pagi, benar-benar jadi ketagihan. Kadang tak perlu niat di malam hari, walaupun saat shalat subuh terasa mengantuk dan berniat tidur lagi, tapi begitu selesai shalat dan baca al quran, tiba-tiba muncul keinginan untuk jogging.

Alhamdulillah sekali bisa semangat jogging!! Btw bagi teman-teman yang ingin tau tips semangat jogging bisa baca di artikel Tips Semangat Jogging Pagi


Catatan Jogging bulan Mei


3. Beli Ikan Cupang


Akhirnya beli ikan cupang lagi dan saya memutuskan untuk membeli dua ekor yaitu warna merah dan warna  biru. 

Sebenarnya saya sudah pernah beli ikan cupang pada tahun 2022, tapi sayangnya belum genap setahun sudah mati. Kayaknya karena lupa mengganti tempat yang lebih besar, makanya ikannya mati. Ataukah umur ikan cupang memang pendek?

Alasan saya membeli ikan cupang adalah karena ingin punya hewan peliharaan. Mungkin ada yang bertanya, kenapa nggak pelihara kucing? Karena saya takut kucing makanya memilih ikan cupang. 

 

4 & 5 Hal Masih Rahasia


Pada bulan Mei ada dua hal yang membuat saya senang tapi ini masih rahasia. Insyaallah nanti di-spill pada bulan berikutnya. Clue-nya yang satu menghasilkan uang tapi yang satunya lagi menghabiskan uang, hehe...



6. Nonton Lovely Runner


Pada bulan Mei saya ditemani oleh drama yang cukup viral yaitu Lovely Runner. Jujur awalnya saya coba nonton episode 1 dan merasa ceritanya biasa saja. Tapi berkat fyp di TikTok, saya memaksakan diri untuk terus menonton dan ternyata ya lumayan bagus.

Vibes ceritanya mirip dengan True Beauty dan ternyata memang 작가님nya sama. Ceritanya tentang time traveller yaitu seorang fans yang ternyata bisa kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan idolanya. Ketika dia kembali ke masa lalu, setiap tindakannya bisa mengubah kejadian di masa mendatang. 

Pemeran perempuan yang merupakan fans dimainkan oleh Kim Hye-Hyoon dan pemeran laki-laki yang merupakan penyanyi band diperankan oleh Byeon Woo-Seok.

Kedua pemeran utama ini berakting sangat bagus pada drama yang diternyata nggak dilirik oleh Netflix (nyesel kan lo Netflix). Terbukti Lovely Runner menjadi drama dengan rating cukup tinggi di bulan Mei dan tentu saja Byeon Woo-Seok menjadi your bias breaker!

Saya pribadi sudah notice Byeon Woo-Seok di drama Record of Youth, tapi sayangnya dia bukan pemeran utama dan mungkin saat itu belum saatnya dia terkenal. Senang sekali sekarang Byeon Woo-Seok bisa terkenal setelah memulai karir akting di tahun 2016.

I'll be waiting for you in the next drama!!



7. Avenged Sevenfold


Lulusan anak warnet mana suaranya? Apakah kamu berhasil datang ke konser Avenged Sevenfold untuk mendengarkan lagu Dear God secara langsung?

Pada tanggal 25 Mei, Avenged Sevenfold menggelar konser di Jakarta. Ternyata Jakarta adalah satu-satunya kota di Asia yang masuk dalam rangkaian tur mereka di tahun 2024 ini.

Jujur saya merasa menyesal nggak nonton konser karena setelah melihat cuplikan konser di media sosial, kayaknya seru banget!!!

Ya ampun, ingin dengar langsung suara M. Shadows dan penasaran dengan permainan gitar Synyster Gates!! Pokoknya ingin dengar lagu Avenged Sevenfold secara langsung seperti A Little Piece of Heaven, Afterlife, Cosmic, Gunslinger, Bat Country dan semuanya!!

Saya iri sama orang-orang yang bisa nonton langsung, apalagi setlist mereka di Indonesia cukup spesial. Seperti ada lagu Dear God yang katanya cuma dibawakan di Indonesia setelah bertahun-tahun.

Semoga next time bisa nonton konser Avenged Sevenfold. Btw walaupun poin nomor 7 ini terkesan sedih tapi saya tetap senang karena bisa nostalgia lagu-lagu Avenged Sevenfold sekaligus baru tahu album terbaru mereka!

 

***

Sekian rangkuman kebahagiaan di bulan Mei, see you next month!!

xoxo
Dila
Read More