KOREA
Tampilkan postingan dengan label KOREA. Tampilkan semua postingan

Rekomendasi Oleh-Oleh Murah Saat Liburan di Korea

Jumat, 19 Juli 2024

15 komentar

Assalamualaikum
Halo semuanya, apa kabar?

Merencanakan liburan memang menyenangkan, apalagi liburan ke Korea Selatan yang merupakan negara idaman para remaja atau wanita Indonesia saat ini. Pasalnya industri hiburan dan budaya Korea sangat viral seperti K-Pop, K-Drama, Webtoon hingga K-Beauty sehingga mengundang rasa penasaran untuk mengunjungi Korea secara langsung.

Sebelum merencanakan liburan ke Korea, hal utama yang menjadi pertimbangan adalah budget. Setelah mengetahui budget yang dimiliki barulah bisa menentukan lama perjalanan, penginapan, akomodasi, hingga oleh-oleh yang ingin dibeli.


Ya, mau tak mau budget untuk oleh-oleh harus dipikirkan. Karena kita hidup di negara yang mana saat akan liburan, basa-basi yang selalu dilontarkan oleh orang adalah "Jangan lupa oleh-oleh ya~"

Walaupun jadi agak boros, hunting oleh-oleh saat liburan itu seru loh! Kita jadi tahu barang khas di negara itu sehingga tertarik membelinya baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Yang penting bisa membeli oleh-oleh bagus sesuai dengan budget yang sudah ditentukan.

Nah, bagaimana jika liburan ke Korea? Apa saja sih oleh-oleh bagus namun murah sehingga bisa dibagikan kepada keluarga ataupun teman setelah pulang dari Korea?

Alhamdulillah saya sudah beberapa kali ke Korea, sehingga pada artikel ini ingin merekomendasikan barang-barang yang bisa dijadikan oleh-oleh. Ada apa saja, ya? 



Rekomendasi Oleh-Oleh Bagus dan Murah Saat Liburan di Korea



1. Tempelan Kulkas


Rekomendasi pertama oleh-oleh bagus nan murah yang bisa dibeli saat liburan ke Korea adalah tempelan kulkas. Sebenarnya ini adalah oleh-oleh mainstream karena di tempat wisata manapun menjual tempelan kulkas. Namun masih worth it untuk dijadikan oleh-oleh karena setiap tempat wisata punya design sendiri.

Tempelan kulkas itu bentuknya beragam, ada yang berupa gambar bendera Korea, bangunan khas, baju tradisional dan lain-lain. Harganya berbeda-beda tergantung material dan kualitas. 

Kamu bisa menemukan tempelan kulkas di toko souvenir ataupun kaki lima yang ada di tempat wisata. Biasanya dijual satuan dan set isi 10. Harganya mulai dari 4000 won loh untuk set isi 10.

Karena sudah lama nggak ke Korea, saya mengambil referensi harga dari online shop Korea. Jadi mungkin tidak persis sama, intinya kisarannya 4000 won hingga 10.000 won.

Rekomendasi Oleh-Oleh Murah Saat Liburan di Korea


2. Gantungan Kunci


Selanjutnya oleh-oleh yang wajib dibeli adalah gantungan kunci. Saya suka dengan gantungan kunci Korea karena designnya unik dan kualitasnya bagus. Besi gantungannya bukan yang mudah copot ataupun berkarat.

Menurut saya Bukittinggi sebagai kosa wisata harus meniru kualitas gantungan kunci yang dijual di Korea. Jangan asal jual, harus diperhatikan design dan kualitasnya. 

Sama seperti tempelan kulkas, gantungan kunci juga dijual satuan dan set isi 9 atau 10 dengan harga mulai dari 6000won. Bentuknya setipe dengan tempelan kulkas yaitu seperti gambar bendera, bangunan khas, orang dengan baju tradisional dan lainnya.

Rekomendasi Oleh-Oleh Murah Saat Liburan di Korea
Gantungan Kunci Korea

3. Masker Wajah


Masker wajah menjadi salah barang yang bisa dijadikan oleh-oleh khususnya untuk saudari atau teman perempuan. Kamu bisa membeli masker wajah di toko skincare yang banyak ditemukan di pusat kota. 

Pada liburan ke Korea sebelumnya saya membeli masker wajah isi 100 seharga 25.000 won yang berarti satu masker harganya 250won atau setara dengan Rp3000 dengan kurs saat ini.

Lumayan murah kan, dan teman-teman perempuan pasti senang mendapatkan oleh-oleh masker wajah.

Rekomendasi Oleh-Oleh Murah Saat Liburan di Korea
Masker Wajah Tony Moly

4. Permen Ginseng


Korea terkenal memiliki ginseng Korea yang merupakan salah satu spesies tumbuhan yang akarnya merupakan sumber asli ginseng. Ginseng ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan yaitu seperti untuk meningkatkan sistem imun dan kemampuan berpikir.

Ginseng Korea diolah dengan berbagai cara, salah satunya adalah dijadikan permen. Saya pribadi suka dengan permen ginseng karena rasanya unik. Tapi sebenarnya beberapa teman menami permen ginseng dengan permen tanah karena rasanya. 

Permen ginseng menjadi salah satu rekomendasi oleh-oleh murah dan unik karena produk asli Korea. Paling cocok untuk kamu yang budgetnya terbatas, begitu pulang liburan dari Korea langsung bagi-bagi permen untuk semua teman kantor atau keluarga.

Sebungkus permen ginseng isi 600gr harganya sekitar 6000won.

Rekomendasi Oleh-Oleh Murah Saat Liburan di Korea

5. Album/Merchandise K-Pop


Saat liburan ke Korea, jangan lewatkan kesempatan untuk membeli album atau merchandise K-Pop karena harganya murah dan koleksinya lengkap.

Mungkin dibandingkan dengan 4 produk di atas, harga album/merchandise K-Pop cukup mahal namun percayalah, harganya lebih murah dibandingkan dengan yang dijual di Indonesia. Jadi oleh-oleh ini sangat worth it jika diberikan kepada orang yang suka K-Pop.

Sebagai contoh, album Enhypen - Dimension : Dillema, harga di Korea sekitar 16.000 won (setara Rp187.000) sementara harga di Indonesia bisa mencapai Rp380.000

Album dan Merchandise K-Pop yang dibeli saat liburan ke Korea

Baca juga : #ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS

***

Oke, itulah 5 rekomendasi barang yang bisa dijadikan oleh-oleh saat liburan ke Korea. Saya tidak memasukkan makanan atau cokelat di sini karena takutnya tidak halal. 

Makanan yang cukup terkenal dari Korea dan sering dijadikan oleh-oleh adalah Honey Butter Almond dan ramyeon.

Sekian dari saya, semoga bisa ke Korea lagi supaya bisa update harga dan menemukan barang lain yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Terima kasih sudah mampir ke blog ini.

xoxo
dila
Read More

[THROWBACK] Merayakan Ulang Tahun di Korea - Pohang

Rabu, 10 Juli 2024

2 komentar

Assalamualaikum
Halo semuanya, apa kabar?

Salah satu hal yang berkesan dalam hidup saya adalah merayakan ulang tahun di Korea. Momen ini terjadi pada tahun 2012 lalu saat tinggal di kota Pohang-Korea dalam rangka perjalanan dinas.

Bisa dilihat kejadiannya sudah lama sekali dan sebenarnya saya sudah menceritakan kisah ini di blog. Namun kalau dibaca-baca, tulisan saya dulu itu tidak rapi, gaya penulisan terlalu bebas dan ejaan banyak yang salah.

Oleh karena itu sebagai salah satu resolusi blog di awal tahun yaitu upcycle tulisan lama, maka saya ingin menulis ulang artikel tentang merayakan ulang tahun di Korea. Seharusnya artikel ini di-post pada bulan Juni supaya momennya pas, tapi nggak apa-apa, yang penting memenuhi resolusi blog, hehe.


Baiklah mari kita bernostalgia....

Selama ini (hingga tahun 2011) saya melewati pergantian umur di kota kelahiran yaitu Bukittinggi dan kota perantauan yaitu Depok. Dan selama itu pun saya jarang merayakan ulang tahun karena bukan tradisi keluarga.

Ditambah lagi ulang tahun yang bertepatan dengan liburan sekolah/kuliah membuat saya jarang mendapatkan surprise dari teman-teman. 

2012 menjadi tahun yang spesial karena saya merayakan pergantian umur di Korea bersama teman-teman kerja yang juga dikirim ke sana untuk pelatihan kerja. 


Sebenarnya perayaannya cukup sederhana yaitu makan-makan di sebuah restoran dekat dormitory. Yaitu restoran yang menjual ayam goreng krispi dengan saus khas Korea yang rasanya enak sekali. Bagi kamu yang sering nonton drama Korea, mungkin sudah tidak asing dengan yangnyeom chicken. Nah, seperti itulah menu yang dijual di restoran ini.

Selain makanannya enak, restoran ini sangat dekat karena berada di kawasan taman dormitory, yang mana di tengah taman terdapat kolam. Jadi pemandangan dari restoran ini adalah kolam dan taman yang dipenuhi pohon dan bunga.

Sebagai yang punya hajat, saya datang lebih awal untuk memesan makanan untuk 15 orang. Menu yang dipesan tentu saja paket ayam goreng krispi yang original dan saus pedas (yangnyeom). Selain ayam, saya juga memesan makanan pelengkap, tapi lupa apa saja yang dipesan saat itu.

Sambil menunggu makanan dan menunggu teman-teman, saya sempat berfoto di sekitar taman dan kolam. Untung ada satu teman yang datang lebih awal dan kebetulan dia juga suka foto-foto, jadi momennya pas sekali!

Taman dan segala keindangannya

Saya suka sekali dengan area taman di sini. Terdapat banyak pohon hijau dan bunga cantik yang dilengkapi label nama. Ada jalur pejalan kaki untuk mengitari taman, dan disediakan juga bangku taman untuk beristirahat atau untuk sekedar menikmati pemandangan.

Di tengah taman terdapat kolam dan ada jembatan yang membelah kolam. Pada kolam terlihat bunga teratai yang menambah keindahan kolam. 

Pemandangan kolam di tengah taman

Salah satu yang paling unik di area taman ini adalah terdapat speaker di beberapa titik. Gunanya bukan untuk alat pengumuman namun untuk memutar musik. Jadi saat sendirian pun, pengunjung masih ditemani oleh musik saat berada di taman.

Kembali ke cerita perayaan ulang tahun. FYI, mostly teman kerja saya adalah laki-laki karena memang saya bekerja di perusahaan manufaktur. Makanya pada foto terlihat semuanya laki-laki. Namun ada satu perempuan, itu pun dari departemen lain namanya mba Rani. Halo mba Rani, apa kabar?

Kita memilih makan di area luar supaya leluasa dan berisik!!

Sebenarnya perayaan ini dilakukan pada tanggal 6 Juni karena bertepatan dengan hari libur. Sehingga saya berencana membeli kue ulang tahun pada tanggal 7 Juni untuk perayaan ulang tahun tahap 2. Namun mendapat nasehat dari salah satu teman katanya "Nggak usah Dil, kuenya dimakan sendiri aja. Kalau sama teman-teman, mereka agak brutal dan nanti lo nggak dapat sama sekali".

Saya mendengarkan nasehat itu dan akhirnya menikmati kue ulang tahun berdua dengan mba Rani di dormitory perempuan. Btw maaf nggak bisa upload foto berdua dengan mba Rani, karena saat itu dia belum berjilbab. 


Dan sekian nostalgia momen perayaan ulang tahun di kota Pohang, Korea Selatan. Sebenarnya acaranya sama saja dengan perayaan ulang tahun orang-orang, namun yang membuat spesial adalah pertama kali merayakan ulang tahun di luar negeri, khususnya di negara favorit remaja saat ini yaitu Korea Selatan.

Bahkan sampai sekarang masih terasa harunya. Dan saya berharap tahun depan bisa merayakan ulang tahun di tempat yang spesial, di Korea lagi sih nggak apa-apa, atau mungkin di Jepang? Hehe... 

Location : Pohang City - South Korea
Date : 6 June 2012
Camera : Canon 

xoxo
Dila
Read More

Pengalaman Pertama Kali Melihat Salju di Korea

Sabtu, 17 Desember 2022

2 komentar
Pengalaman Pertama Kali Melihat Salju di Korea

Assalamualaikum
Halo Semuanya~

Sekarang kita sudah memasuki bulan Desember alias penghujung tahun 2022. Sebenarnya di Indonesia tidak ada hal yang berbeda, namun kalau melihat update-an Instagram teman yang tinggal di luar negeri atau idol K-Pop di Korea, sekarang sudah memasuki musim dingin dan mulai turun salju.

Sepertinya semua orang yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia, yang mana hanya memiliki musim hujan dan musim kemarau, pasti ingin merasakan musim salju.

Salah satunya saya, sejak kecil ingin sekali melihat salju secara langsung dan cukup penasaran mengenai kapan dan di mana bisa memandang salju putih yang menutupi semua jalan dan rumah.


Cerita Pengalaman Pertama Kali Melihat Salju di Korea


Setelah beranjak dewasa, akhirnya rasa penasaran itu terjawab. Salju pertama saya adalah di negara Korea Selatan pada akhir tahun 2012. Alhamdulillah ya Allah, terima kasih telah memberikan kesempatan kepada hambamu ini untuk menyaksikan salah satu kebesaranmu.

Yap, ternyata salju pertama saya adalah di Korea lebih tepatnya di Gwangyang, sebuah kota yang tak pernah terjamah sebelumnya. Ada yang tau Gwangyang itu di sebelah mana?


Jujurly, saat menempuh pendidikan Bahasa & Kebudayaan Korea di Universitas Indonesia, saya hanya tau dua kota besar di negara gingseng tersebut yaitu Seoul & Busan. Namun siapa sangka, setelah lulus kuliah dan bekerja di perusahaan baja yang merupakan joint venture antara perusahaan baja Indonesia dan Korea, saya ditugaskan ke dua kota di waktu yang berbeda yaitu Pohang dan Gwangyang.

Para pecinta drama Korea mungkin sudah familiar dengan kota Pohang, karena menjadi lokasi syuting drama Hometown Cha Cha. Pohang dan Gwangyang sebenarnya adalah kota baja, yang mana Pohang terletak di sebelah Timur semenanjung Korea (di atas kota Daegu) sementara Gwangyang berada di sebelah selatan, dekat dengan kota Yeosu

Saat itu Salju Turun pada Malam Hari


Kembali ke topik semula mengenai pengalaman pertama kali melihat salju. Selama tinggal di Korea, Gwangyang menjadi kota pertama yang menyuguhkan pemandangan salju kepada saya. Ini karena saya berada di sana pada musim dingin yaitu dari bulan November hingga Januari.

Jika ditanya kapan benar-benar pertama kali melihat salju, saya tidak mengingat persisnya. Yang pasti saat itu di awal bulan desember pada malam hari. Saya bersama dua orang teman melihat turunnya salju melalui jendela oneroom (tempat tinggal). Fenomena ini pun baru disadari setelah melihat status Facebook rekan kerja lainnya yang juga ditugaskan ke Gwangyang.

Takjub dan tidak percaya, itulah yang dirasakan saat itu. Walaupun cuma memandangi salju yang sangat kecil seperti kapas yang diterbangkan angin, bahkan belum terlihat tumpukannya di jalan. 

Sayangnya salju malam itu tidak begitu deras dan tidak berlangsung lama padahal sudah berharap disambut oleh salju pada pagi harinya.

Kebahagiaan kami tertunda hingga beberapa hari kemudian. Pada pagi hari saat hendak naik bus menuju perusahaan, saya dan teman dikagetkan dengan lapisan salju di halaman oneroom. Wah finally melihat dan merasakan salju langsung.

Saat itu situasinya adalah buru-buru berangkat kerja dan sebenarnya lapisan saljunya juga masih tipis sehingga belum ada kesempatan bermain salju.

Pengalaman Pertama Kali Melihat Salju di Korea
Situasi di halaman / jalan sekitar Oneroom

Momen Salju Menyelimuti Seluruh Jalan


Kisah saya menyaksikan salju pertama tidaklah mulus. Awalnya hanya melihat sedikit salju turun pada malam hari.

Kata orang Korea yang ada di perusahaan, di kota Gwangyang memang jarang turun salju, kalaupun turun intensitasnya tidak banyak. Ini disebabkan karena kota Gwangyang posisinya berada paling bawah semenanjung korea jika dibandingkan kota besar lainnya.

Mendengar hal tersebut, sayapun menjadi tidak begitu berharap merasakan salju tebal di kota Gwangyang.

Tanggal 6 Desember 2012, alhamdulillah salju kembali turun pada pagi hari walau masih dengan intensitas yang kecil namun sudah menutupi seluruh jalanan dan mobil yang sedang parkir.

Ternyata jika salju turun, petugas kebersihan setempat langsung menyapu salju yang ada di jalan raya, untuk menurunkan resiko kecelakaan lalu lintas karena jalan yang licin.


Berikut gambar tumpukan salju pada tanggal tersebut di kawasan pabrik.

Pengalaman Pertama Kali Melihat Salju di Korea
Salju 6 Desember 2012

Merasakan Hujan Salju


Keesokan harinya yaitu tanggal 7 Desember, finally saya dan rekan kerja merasakan hujan salju yang sebenarnya.

Sekitar jam 10 pagi saat kami tengah belajar dengan salah seorang mentor dari Energy Department, ada mister lain yang mengatakan kepada mentor kami bahwa di luar sedang turun salju yang cukup lebat. Saat itu juga sang mentor mempersilakan kami, para karyawan dari Indonesia, untuk keluar gedung untuk melihat salju serta memberikan waktu istirahat sekitar 10 menit.

Begitu keluar kami disuguhi pemandangan hujan salju yang cukup lebat. Semua tanah dan mobil tertutup oleh salju yang putih. Selain itu terlihat rekan kerja dari ruangan lain sudah lebih dahulu keluar dan asik bermain salju.

Ini adalah kali pertama saya merasakan hujan salju langsung, dingin sih tapi benar-benar asik karena pengalaman baru.


Pengalaman Pertama Kali Melihat Salju di Korea
Hujan Salju


Akhirnya Bisa Membuat Boneka Salju


Selanjutnya momen paling berkesan dengan salju adalah pada 6 Januari 2013. Saat itu mentor mengatakan bahwa kami akan belajar di Substation bukan di training room, jadi semacam praktek langsung di lapangan. 

Kebetulan hari itu turun salju sejak pagi, dan dengan kebaikan sang mentor, kami diberikan kesempatan bermain salju di halaman Substation. Kali ini benar-benar menyenangkan karena bisa perang bola salju hingga membuat sebuah boneka salju.

Sepertinya beliau sangat paham kalau orang Indonesia tidak memiliki musim dingin sehingga sangat bahagia melihat salju. Selain itu mentor mengatakan ini momen hujan salju paling lebat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. So, tak hanya orang Indonesia, orang Gwangyang juga sangat senang melihat hujan salju saat itu.

Pengalaman Pertama Kali Melihat Salju di Korea
Berhasil membuat boneka salju



Saat melihat salju turun, ntah kenapa suasana terasa tenang dan perasaan menjadi damai. Apalagi ketika melihat hampir semua permukaan diselimuti salju, suasana terasa syahdu dan romantis, eaaa. (Padahal aslinya kedinginan)

Selain itu, saat melihat salju saya merasa seperti masuk ke dalam salah satu game favorit saya yaitu Harvest Moon, karena pada game jadul tersebut ada musim saljunya. 

Terima kasih Gwangyang, kamu telah memberikan salah satu dari beberapa kenangan indah di Korea yang tak pernah terlupakan. Semoga next time bisa merasakan salju lagi walau bukan di Korea, aamiin.


xoxo
dila
Read More

4 Tips Memilih Penginapan di Airbnb di Korea

Selasa, 30 Agustus 2022

Tidak ada komentar

Assalamualaikum
Halo semuanya~

Bisa dibilang 2019 adalah tahun penuh dengan kenangan berharga bagi saya setelah tahun 2012. Salah satu momen berharga itu adalah bisa menonton langsung konser BTS di negara kelahiran mereka yaitu Korea Selatan.

Siapa sangka konser bertajuk BTS World Tour : Love Yourself [The Final] yang diselenggarakan di kota Seoul tersebut menjadi konser offline terakhir mereka sebelum pandemi. Mengingat hal tersebut, saya merasa benar-benar beruntung karena itu adalah konser pertama setelah menyukai BTS sejak tahun 2017.

Anyways, sekarang saya tidak akan membahas tentang pengalaman menonton konser melainkan pengalaman pertama kali menginap di Airbnb saat menonton konser BTS di Korea sesuai judul artikel ini. 

Note : semoga suatu saat saya bisa menulis artikel tentang pengalaman menonton konser BTS yah, walau udah berlalu hampir 3 tahun, hehe.




Cerita Pengalaman Pertama Kali Menginap di AirBnb di Korea


Saat itu saya dan Mutia, teman sesama ARMY, mantap menonton konser BTS langsung di Korea Selatan. Kami memilih ke sana secara mandiri alias tanpa ikut travel agent atau rombongan fans lainnya. Alasan utamanya adalah karena tidak mau terikat jadwal dari agen travel.

Selain itu kebetulan saya bisa berbahasa Korea plus pernah tinggal di sana beberapa bulan. Didukung oleh Mutia yang sudah memiliki pengalaman liburan ke luar negeri serta pernah tinggal di Thailand, yang berarti dia sudah ada gambaran saat liburan ke negara asing. Pengalaman tersebut membuat kami percaya diri bisa ke Korea secara mandiri.

Hal yang cukup membuat excited pada liburan-konser saat itu adalah memilih penginapan. Saya dan Mutia tidak mau menginap di hotel, karena kami ingin merasakan sensasi menginap di Airbnb. 

Bagi yang belum tau, Airbnb adalah layanan jasa sewa penginapan rumah, apartemen, vila hingga hotel yang tersebar di penjuru dunia. Airbnb dikatakan sebagai pionir marketplace penyewaan tempat penginapan, di mana siapapun yang memiliki rumah bahkan satu kamar saja bisa menyewakannya kepada orang lain dalam jangka waktu pendek.


Ingat sekali saat itu menginap di Airbnb adalah sebuah tren baru. Melihat banyaknya postingan teman di Instagram yang menginap di Airbnb dengan konsep unik atau aesthetic, jiwa pemburu instagenic spot seperti saya ini makin membara, "Pokoknya harus nginap di Airbnb unik saat di Korea!!"

Sekitar satu bulan sebelumnya kami sudah sibuk hunting penginapan unik di Airbnb. Yang menjadi filter utama pencarian saat itu adalah lokasi, konsep dan harga sewa Airbnb. 

Konser BTS diadakan di Jamsil Main Stadium di Seoul. Jika dilihat dari peta, lokasi penginapan yang paling bagus adalah di kota Gangnam, namun setelah dicek harga Airbnb yang diinginkan cukup mahal.

Mutia mengusulkan untuk mencari penginapan di kota Myeongdong, walaupun agak jauh dari Jamsil Stadium, namun Myeondong dikenal sebagai pusat perbelanjaan dan kuliner. Apalagi kami berencana membuka jastip pada liburan kali itu, sehingga bisa diprediksi akan sering mampir ke Myeongdong. 

Cukup banyak Aibnb unik dengan harga bersahabat di Myeongdong namun sayangnya tanggal yang kami incar sudah dipesan oleh orang lain. Sepertinya saat itu Korea Selatan kedatangan banyak ARMY dari luar Seoul hingga luar negeri sehingga penginapan dan hotel banyak yang penuh di sekitar akhir Oktober hingga awal November.


Singkat cerita akhirnya saya dan Mutia memilih Airbnb di kota Itaewon. Alasannya karena lokasinya masih dekat dengan Myeongdong, selain itu Itaewon juga merupakan kota wisata terkenal di mana terdapat mesjid terbesar di Korea. (FYI : saya ke sini sebelum adanya drama Itaewon Class)

Setelah lihat sana-sini, kami menjatuhkan pilihan pada Airbnb tipe Entire House dengan konsep rooftop yang diberi nama Bright, Airy Itaewon Rooftop, yaitu penginapan di atas atap pada bangunan tiga lantai. Bagi kamu yang sering menonton drama Korea, pasti sudah bisa membayangkan bagaimana bentuk penginapannya. 

Saat itu saya membayangkan menginap di rooftop, sambil memandangi kota Seoul dari atas dan makan ramyeon di teras pada malam hari. Serta tak lupa berfoto dan membuat konten video. Tapi aktualnya tak sempat melakukan itu semua, karena kecapean nonton konser dan shopping, hehe.

Tips Memilih Penginapan di Airbnb di Korea
Tampilan penginapan yang saya sewa di Itaewon

Walaupun pertama kali menyewa penginapan di Airbnb, saya ingin berbagi sedikit tips hunting di Airbnb khususnya di luar negeri seperti Korea. Jangan hanya fokus mencari "tempat yang lucu", berikut hal yang perlu diperhatikan saat memilih penginapan di Airbnb.



Tips Memilih Penginapan di Airbnb di Korea :



1. Pilih Lokasi Strategis


Transportasi di Korea berbeda jauh dengan di Indonesia yang mana di sana hanya ada bus, taksi dan subway. Tidak ada angkot apalagi ojek, sehingga perlu diperhatikan baik-baik lokasi penginapan. Jangan sampai liburan malah kelelahan karena berjalan jauh atau uang habis karena sering menggunakan taxi.

Sebaiknya pilih penginapan yang dekat dengan objek wisata, tempat berbelanja atau stasiun subway. Kita bisa menemukan informasi lokasi penginapan di Aibnb, karena para host atau pemilik penginapan sudah mencantumkan detail alamat dan jarak dari transportasi terdekat.

Bahkan pemilik rooftop Itaewon yang saya sewa, memberikan video lengkap cara menuju penginapan dari stasiun subway terdekat. sehingga terbayang sejauh mana harus berjalan dan bisa menemukan tempat dengan mudah.

Namun sedikit cerita unik dari kebodohan kami, walau jaraknya terlihat dekat ternyata penginapan yang dituju berada di dataran yang lebih tinggi, bisa dibilang sebagai bukit kecil. Alhasil kami ngos-ngosan berjalan mendaki sambil membawa koper besar.

Bagi kamu yang suka nonton drama Korea pasti pernah melihat pemeran utama berjalan mendaki atau menaiki anak tangga yang tinggi menuju rumahnya. Ternyata itu melelahkan sekali, hebat yah orang Korea!!


2. Cek Fasilitas yang Disediakan


Carilah penginapan yang memiliki fasilitas sesuai kebutuhan bukan mencari yang terlengkap. Bagaimanapun ada fasilitas ada harga, sehingga perlu mencocokan dengan anggaran masing-masing.

Perhatikan juga musim di negara tersebut, misalnya saat ke Korea di musim dingin tentu fasilitas yang harus diperhatikan adalah ketersediaan penghangat ruangan dan selimut tebal.

Saat itu fasilitas utama yang kami perlukan adalah kasur untuk berdua, wifi, penghangat ruangan, setrika, toilet dan dapur. Di dalam toilet sudah ada perlengkapan mandi hingga deterjen, sementara di dapur juga sudah dilengkapi peralatan makan, masak dan minyak untuk masak.

Oh iya, jika menyewa Airbnb selain hotel, ada penginapan yang self service dan ada juga yang masih dilayani oleh host seperti disediakan sarapan. Untuk itu perlu dipertimbangkan apakah kamu ingin tinggal di penginapan yang menyediakan makanan atau tidak.



3. Pilih Tipe Penginapan


Ada banyak jenis penginapan yang ditawarkan oleh Airbnb, dan tentu kamu harus tau seperti apa tempat yang akan ditempati nanti.

Secara garis besar ada dua kategori yaitu Entire Place yang artinya satu tempat disewakan untuk tamu dan Private Room yaitu satu ruangan yang ada di rumah, apartemen hingga hotel disewakan untuk tamu.

Private Room sendiri ada yang konsepnya memang satu ruangan seperti hotel dan ada pula yang konsepnya seperti kamar di sebuah rumah di mana bisa saja kamu bertemu tamu lain di rumah tersebut.

Mungkin ada yang tak masalah tinggal serumah dengan orang asing namun pasti ada yang risih dengan hal tersebut. 


4. Perhatikan Review Tamu Lain


Mencari penginapan di luar negeri seperti Korea harus hati-hati dan jangan sampai tertipu, karena kita nantinya tinggal di negara asing yang memiliki perbedaan budaya dan bahasa.

Penting sekali melihat reputasi penginapan dan review dari tamu sebelumnya. Baca baik-baik komentar yang ada, apakah banyak yang kecewa dengan fasilitas yang tidak sesuai atau tempat yang ternyata tidak bersih.

Alhamdulillah penginapan yang kami sewa waktu itu sangat bagus, sesuai dengan deskripsi di website dan host yang komunikatif.

Tips Memilih Penginapan di Airbnb di Korea
Contoh review di Airbnb yang saya pilih



***

Sekian 4 tips memilih penginapan di Airbnb saat ingin liburan di negara asing seperti Korea. Intinya baca dengan seksama deskripsi yang ada di Airbnb hingga review dari tamu sebelumnya.

Pilihlah kebutuhan utama terlebih dahulu, pertimbangkan anggaran dan barulah pilih dekorasi penginapan yang diidamkan. 

Pengalaman saya tinggal di penginapan tipe Rooftop di Itaewon saat itu sangat puas karena sesuai dengan deskripsi dan foto, mulai dari fasilitas hingga pemandangan. Hostnya juga sangat ramah dan komunikatif. Cuma satu hal yang membuat kecewa, yaitu lokasi penginapan yang ternyata "menanjak", sehingga kecapean saat berjalan dari stasiun ke penginapan.

Oh ya, yang perlu diperhatikan juga adalah jaga sikap sebagai tamu seperti tidak merusak/mengambil fasilitas di sana. Tidak melanggar peraturan yang dicantumkan oleh host serta tidak mengganggu tamu lain jika menginap di tipe share common space.

Anyways, menulis artikel ini membuat saya kangen liburan ke Korea lagi dan mencoba penginapan unik lainnya dari Airbnb. Semoga yah, suatu saat bisa ke Korea lagi, aamiin.


xoxo
dila
Read More

Culture Shock Saat Pertama Kali Tinggal di Korea Selatan

Rabu, 22 Juni 2022

16 komentar
Culture Shock Saat Pertama Kali Tinggal di Korea Selatan

Bisa dibilang saat ini negara yang paling ingin dikunjungi oleh anak muda dan kaum perempuan di Indonesia adalah Korea Selatan. Hal ini berkat suksesnya Hallyu (Korean Wave) yang menerjang beberapa negara di Asia termasuk Indonesia dalam sepuluh tahun kebelakang.

Berdasarkan wikipedia, Hallyu atau Gelombang Korea adalah adalah sebuah istilah yang merujuk pada tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di seluruh dunia dimulai dari tahun 1990-an.

Budaya pop Korea mencakup musik (K-Pop), drama, film, Webtoon, makeup hingga permainan daring (game online). Sehingga ada banyak "pintu" yang membuat anak muda Indonesia menyukai Korea dan ingin mengunjunginya.

Sebagai "anak muda" yang menyukai Korea jalur drama dan K-Pop, saya merasa beruntung pernah tinggal di Korea beberapa bulan karena ditugaskan oleh perusahaan tempat saya bekerja saat itu.

Memang sudah lama yaitu pada tahun 2012, bahkan beberapa kisah di Korea sudah dituliskan di blog ini. 사실은 pengalaman tinggal di negara gingseng tersebut menjadi salah satu alasan blog ini bisa bertahan hingga sekarang.


Dari beberapa kisah yang sudah terbit, ternyata ada satu hal yang belum pernah dituliskan yaitu mengenai culture shock saat pertama kali tinggal di Korea Selatan. Namanya juga berkunjung ke negara lain, pasti ada hal yang baru atau sangat berbeda dengan tradisi di Indonesia. Jangankan ke luar negeri, ke luar daerah saja sudah banyak perbedaan budaya yang dirasakan.

Mengingat ini adalah pengalaman tinggal di Korea pada tahun 2012, mungkin diantara culture shock berikut ada yang bukan hal baru lagi bagi penggemar budaya Korea. Atau ada hal yang sudah diadaptasi di Indonesia saat ini.

아무튼 tujuan saya menulis artikel ini adalah mengenang perbedaan budaya yang dirasakan saat pertama kali mengunjungi Korea untuk bekerja beberapa bulan.

Yang penasaran, yuk baca artikel ini hingga selesai yah ^^ 


Culture Shock Saat Pertama Kali Tinggal di Korea Selatan



1. Budaya Antri & On Time


Saat pertama kali ke Korea, saya sangat takjub dengan budaya antri dan tepat waktu warga di sana baik di kota besar maupun kota kecil. 

Di manapun dan kapanpun itu, seperti saat naik bus, ke toilet umum hingga jajanan tepi jalanpun antrian sering terlihat. Tidak ada pengecualian, semua orang harus berbaris dengan rapi tanpa diatur. Saya paling suka antrian toilet, karena sistemnya satu antrian untuk semua toilet, bukan banyak antrian di setiap toilet. Untunglah budaya ini sudah dipraktekkan di mall-mall besar di Jakarta saat ini.

Budaya on time warga Korea juga 대박!! Paling berkesan ketika ini benar-benar diaplikasikan pada jadwal bus. Ada tidaknya penumpang, bus akan datang dan pergi sesuai jadwal. Begitu juga saat mampir ke rest area, jika supir mengatakan istirahat selama 10 menit maka bus benar-benar berhenti dalam waktu 10 menit. Sistem tepat waktu pada alat transportasi di Korea membuat saya tidak khawatir saat berpegian karena sudah tau jadwalnya.

Culture Shock Saat Pertama Kali Tinggal di Korea Selatan
Bus di kota Yeosu


2. Aman Meninggalkan Benda Berharga di Tempat Umum


Korea adalah negara yang aman karena banyak pengalaman pribadi atau kisah orang lain yang membuktikan keamanan negara kimchi ini.

Saya pernah ke kafe sendirian, lalu meninggalkan tas yang berisi dompet dan ponsel di meja karena ingin pergi ke toilet. Alhamdulillah semuanya aman begitu kembali dari toilet.

Teman saya mengalami hal yang lebih menakjubkan. Saat itu dia meninggalkan kamera DSLR di atas tempat duduk kereta bawah tanah saat jalan-jalan dari Gwangyang ke Busan yang mana dua kota ini berjarak sekitar 130Km.

Keesokan harinya dia melaporkan barang hilang kepada petugas di stasiun Gwangyang, setelah dicek ternyata memang ada penemuan kamera di stasiun Busan. Bayangkan sebuah kamera mahal yang ketinggalan di dalam kereta tidak ada yang mencuri. Beda halnya kalau ini terjadi di Indonesia. 

Culture Shock Saat Pertama Kali Tinggal di Korea Selatan
at Pink Pool Cafe - Style Nanda


3. Budaya Self Service


Di tahun 2012 budaya self service di restoran merupakan hal sangat baru bagi saya. Sehingga ini menjadi shock culture saat tinggal di Korea.

Mayoritas restoran di Korea memberlakukan budaya self service seperti restoran di bandara, rest area hingga kafe atau resto cepat saji seperti KFC dan McD.

Oleh karena itu pengunjung harus memesan langsung di kasir, mengambil pesanan sendiri hingga merapikan meja dan mengantarkan gelas dan piring ke tempat yang sudah ditentukan.

Namun ini tidak berlaku di beberapa resto mahal atau tempat makan tertentu.



4. Tidak Ada Nasi di McD/KFC


KFC atau McD adalah resto siap saji yang sudah tersebar hampir di seluruh dunia. Oleh karena itu, saat liburan di negara non muslim, resto yang terkenal dengan ayam goreng krispi ini menjadi pilihan favorit.

Namun perlu diketahui bahwa variasi menu mereka di setiap negara ternyata berbeda lho!

Perbedaan mencolok KFC/McD di Korea adalah tidak menyediakan nasi, saos/sambal tidak gratis namun pengunjung bisa mendapatkan free refill untuk minuman. Serta mereka tidak menjual ayam secara satuan, biasanya porsi tiga potong atau lebih.

Mengetahui hal tersebut, saat makan di KFC/McD di Korea, saya dan teman sudah membawa nasi dan saos sambal dari rumah. 

Culture Shock Saat Pertama Kali Tinggal di Korea Selatan
Makan siang bersama dengan teman di sebuah resto di kota Pohang, tapi bukan di KFC/McD



5. Botol Minyak Vs Botol Sabun/Sampo


Saat baru sampai di Korea, tentu perlu menyetok kebutuhan sehari-hari seperti peralatan mandi dan bahan makanan. 

Ketika berbelanja di supermarket di sana, saya kaget melihat ukuran botol sabun dan sampo serba besar. Kalau tidak salah, paling kecil adalah ukuran 1,5l sehingga tidak ada ukuran yang lebih kecil apalagi kemasan sachet.

Sebaliknya saat pergi ke etalase minyak goreng, di sana malah banyak sekali produk minyak goreng yang dijual dalam kemasan botol kecil. Sangat sedikit minyak goreng dalam kemasan besar.

Ini berbanding terbalik dengan supermarket di Indonesia. Mungkin di Korea lebih banyak penggemar sabun ukuran jumbo karena lebih hemat dan toh tanggal kadaluarsanya lama. 

Sementara produk minyak dijual dalam kemasan botol kecil karena orang Korea jarang memasak dengan cara menggoreng (deep frying) . Seperti yang terlihat di drama Korea, mereka lebih sering membuat sup, menumis dan memakan sayuran secara mentah.


6. Banyak Agen Misionaris


Hingga sekarang sebagian besar masyarakat Korea tidak beragama. Bahkan di KTP mereka tidak ada label agama.

Namun ternyata banyak agen misionaris Kristen di Korea lho! Saya cukup kaget karena beberapa kali didekati oleh orang yang menyebarkan agama Kristen saat berada di tempat umum seperti supermarket dan downtown.

Padahal sudah jelas-jelas saya berjilbab namun mereka tetap percaya diri muncul sambil memberikan selebaran ajaran agama yang terdiri dari beberapa bahasa, salah satunya bahasa Inggris.



7. Pasangan Uwu di Tempat Umum


Mungkin ada yang mengira hal-hal romantis di drama Korea adalah sesuatu yang berlebihan dan tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Jangan salah! beberapa diantaranya sungguh terjadi loh! 진짜로!

Pasangan uwu atau romantis mudah dijumpai di tempat umum. Mulai dari pasangan yang mengenakan baju couple, laki-laki yang melindungi pacarnya di kereta bawah tanah, bermesraan di kafe ataupun di jalan.

Pokoknya kalau jomblo di Korea akan merasa baper!

Pengalaman saya kenal dengan beberapa cowok Korea, memang so sweet! Padahal saat itu kami hanya berteman, tidak lebih. Tapi, mungkin tak semua yah, bisa jadi saya kebetulan bertemu dengan cowok yang baik dan perhatian.

Culture Shock Saat Pertama Kali Tinggal di Korea Selatan
Salah satu pasangan uwu di area publik : "ARMY dan BTS Jungkook" ^^


***

Demikianlah tujuh hal yang menjadi culture shock saat pertama kali tinggal di Korea pada tahun 2012. Memang sudah lama, namun masih membekas hingga saat ini.

Semoga pengalaman saya ini bisa jadi catatan bagi kamu yang ingin liburan ke negara Korea Selatan, mengingat sakarang kondisi kesehatan dunia sudah membaik yang berarti sudah mudah mengunjungi negara lain. Jadi enggak kaget saat tiba di Korea Selatan.


xoxo
Dila
Read More

[Throwback] Mengunjungi Kota Suncheon - Korea pada hari Minggu pagi

Senin, 14 Februari 2022

21 komentar
[Throwback] Mengunjungi Kota Suncheon pada Minggu Pagi
Foto oleh Ira

[Throwback] Mengunjungi Kota Suncheon pada hari Minggu pagi. Note : tulisan ini adalah hasil upcycle artikel lama yang ditulis pada 13 Oktober 2013. Situasi cerita/sudut pandang masih sesuai dengan kondisi saat itu, hanya memperbaiki gaya penulisan dan ejaan.

Halo Semuanya!!

Selagi di rumah, saya ingin update blog lagiiii~ Dan seperti biasa, melanjutkan sharing cerita/foto-foto saat business trip di Korea,, ahaii ^^

Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi cerita random saat berkunjung ke kota yang lebih kota dari pada Gwangyang, yaitu Suncheon yang berada di bagian selatan semenanjung Korea Selatan. Kalau di Indonesia, ibaratnya Gwangyang itu Cilegon karena sama-sama dikenal sebagai kota baja sementara Suncheon itu Serang.

Saya dan tiga orang teman yaitu ka Leni, Dayu dan Ira pergi ke Suncheon pada hari Minggu. Perjalanan dimulai dengan menaiki taksi dari oneroom (tempat tinggal) ke terminal kota Gwangyang. Lalu di sana naik bus antar kota menuju Suncheon.

Setelah (terlanjur) menggunakan metode itu, di akhir kami baru mengetahui bahwa ada bus menuju Suncheon yang bisa ditunggu di halte sekitar oneroom. Hmm, agak kesal tapi ya sudah lah namanya juga pendatang yang tak begitu paham dengan transportasi setempat.

***

Tiba di kota Suncheon, kami keluar terminal dan berjalan santai menuju pusat kota. Sepertinya kami datang terlalu pagi, sehingga suasana kota masih sepi. 

Sepanjang jalan banyak pemandangan baru dan menarik. Mulai dari yang sederhana seperti trotoar yang cukup lebar dan rapi ditemani pot berisi bunga musim dingin. Papan nama toko yang unik, gazebo khas tradisional Korea hingga masih ditemukan telepon umum /telephone box.  

[Throwback] Mengunjungi Kota Suncheon pada Minggu Pagi
Pemandangan di sekitar jalan raya Suncheon



Saat berjalan, mata kami teralihkan oleh trotoar seberang yang terlihat lebih cantik, di mana terdapat kursi taman dan hiasan bunga pada pagar. Alhasil langsung menyebrang dan berfoto di sana.

Pemandangan menarik lainnya adalah terlihat beberapa tempat peminjaman sepeda. Sepertinya sistem  peminjaman sepeda di sini sudah canggih, karena hanya ada sepeda dan mesin peminjaman tanpa ada petugas. Sejauh saya tinggal di Indonesia, peminjaman sepeda pasti diawasi oleh petugas seperti di kampus UI. Keren juga yah di Suncheon, seandainya di Indonesia juga ada fasilitas seperti ini.

[Throwback] Mengunjungi Kota Suncheon pada Minggu Pagi
Hiasan bunga di pagar trotoar

[Throwback] Mengunjungi Kota Suncheon pada Minggu Pagi
Dayu dan Ira

[Throwback] Mengunjungi Kota Suncheon pada Minggu Pagi
Tempat Peminjaman Sepeda


***

Sudah hampir mendekati pusat kota, terlihat sungai kecil yang sangat bersih. Saking bersihnya kami pun turun ke sungai untuk berfoto-foto, hehehe.

[Throwback] Mengunjungi Kota Suncheon pada Minggu Pagi
Area sungai

***

Sampai di pusat kota, agenda kami tidak begitu padat yaitu hanya mampir ke tempat makan yang menjual makanan ringan atau jajanan seperti tteokpokki, odeng dll. Kalau mau jajan, selalu nanya mana yang babi dan mana yang bukan. Tapi lupa kalau itu semua dimasak di minyak yang sama, (-_-!)

Setelah puas makan, lanjut mampir ke toko kosmetik brand Korea. Beli kosmetik di Korea adalah sebuah kebahagiaan. Jujur sampai sekarang pun saya masih tak begitu mengerti tentang kosmetik, tapi kalau ke Korea maunya ke toko kosmetik karena suka melihat tampilan produk makeup dan skincare yang lucu dan unik.

Dulu kalau melihat kosmetik di Indonesia, bentuk dan tampilannya hampir sama semua. Tapi setelah melihat kosmetik Korea yang bentuk dan konsepnya unik, lucu, dan cantik luar biasa, saya jadi tergiur membelinya.

Di sana pun setiap merek memiliki tema kemasan atau tema toko masing-masing seperti Etude yang pinky, The Skin Food yang earth tone, Innisfree & Nature Republic yang go green dll. Ditambah lagi setiap merek juga punya brand ambassador artis atau penyanyi K-Pop yang membuat orang makin tertarik tuk membelinya.

Satu hal lagi yang menarik, kalau membeli kosmetik di sana sering diberi bonus. Mulai dari produk  sample hingga benda-benda cantik lainnya yang membuat para perempuan makin bahagia membelinya.

[Throwback] Mengunjungi Kota Suncheon pada Minggu Pagi
Mampir di warung tepi jalan untuk beli jajanan tradisional

Mengunjungi Kota Suncheon pada hari Minggu pagi
Salah satu brand kosmetik Korea - Nature Republic

Baca juga : 
Anyway jalan-jalan kali ini agak berbeda karena untuk pertama kali menggunakan rok di negara Korea. Jadi ceritanya, sebelum ke Korea saya sengaja mempersiapkan dua rok. Niatnya ingin berbusana ala hijabers sekaligus terlihat makin turis di Korea. Padahal pakai jilbab aja udah menjadi alien, nah ini malah terobsesi gaya berbusana hijabers di tengah negara muslim minoritas., hehehe.

Walaupun telah mempersiapkan dua rok, aktualnya hanya bisa menggunakan satu saja seperti yang saya pakai saat ke Suncheon. Karena rok hitam ini bahannya lebih tebal dan lumayan hangat jika dipakai di awal musim dingin.

Tapi kalau boleh jujur, saya masih kedinginan saat itu. Padahal sudah memakai legging musim dingin namun tidak begitu mempan karena anginnya masuk dari bawah rok. Serius deh, musim dingin memang lebih baik memakai celana jeans dari pada rok. Itupun tetap harus dilampisi legging/longjon di dalamnya.

Terlihat gambar di bawah, ka Leni, Ira an Dayu menggunakan celana jeans. Hanya saya yang sok-sok hijabers dan mengalienkan diri yang hasilnya epic fail

[Throwback] Mengunjungi Kota Suncheon pada Minggu Pagi
Dila dengan rok hitam

Ka Leni - Ira - Dayu


***

Sekian kisah singkat dan sederhana saat mengunjungi kota Suncheon di Korea. Sampai jumpa di cerita Korea lainnya.


Location : Suncheon City - South Korea
Date : 9 Dec 2012
Camera : Samsung 

Read More

#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS

Minggu, 18 April 2021

4 komentar
Orang biasa kalau liburan, tempat yang ingin ditujui tentu tempat wisata terkenal, baik itu wisata alam, wisata kuliner, bangunan tradisional ataupun modern. Tapi kpopers kalau liburan, tempat yang ingin didatangi adalah tempat-tempat yang pernah dikunjungi oleh idolnya, mulai dari lokasi syuting MV, tempat photoshoot album/majalah, kafe yang pernah mereka kunjungi, ataupun sekedar taman yang pernah diunggah di IG atau Twitter sang idol. Sayapun tak luput dari keinginan untuk mengunjungi semua tempat yang pernah didatangi oleh BTS (dengan ekspresi wajah mata berbina-binar).

Masih kembali ke cerita liburan musim gugur ke Korea pada akhir tahun 2019, perjalanan yang sudah lama diimpikan namun perencanaannya mendadak karena situasi dan kondisi. Walau demikian alhamdulillah saya dan teman sesama ARMY sempat mengunjungi beberapa tempat yang menjadi wishlist para fans BTS. Kali ini, di tahun 2021, akhirnya saya ada semangat untuk menceritakannya di blog ini.

Mengunjungi tempat-tempat yang pernah didatangi oleh BTS!

#ARMYTOUR


1. LINE FRIENDS Store & Cafe di Itaewon

Pada Januari 2017, BTS diundang ke LINE FRIENDS Store & Cafe di Itaewon untuk membuat sebuah karakter yang akan menjadi koleksi terbaru kolaborasi antara Line Friends dengan BTS. Di kafe ini khususnya di lantai tiga, masing-masing member BTS membuat sketsa karakter yang mereka sukai dan akhirnya terciptalah BT21 yang terdiri dari Koya, RJ, Shooky, Mang, Chimmy, Tata dan Cooky. 

LINE FRIENDS Store & Cafe cabang Itaewon terdiri dari tiga lantai, lantai satu terdapat koleksi original Line Friends, lantai dua koleksi BT21 dan lantai tiga adalah kafe. Kafe ini bertemakan Line Friends dan BT21. Tempat ini tentu menjadi wishlistnya para ARMY karena bisa membeli koleksi BT21, dan bisa menikmati minuman di kafe tempat BTS pernah kunjunngi untuk membuat BT21. 

Saat liburan di Korea, kebetulan AirBnb saya berasa di kota Itaewon, sehingga cukup dekat menuju kafe ini. 
Begitu naik ke lantai 3 langsung disambut BT21
Sketsa awal yang dibuat oleh BTS
Tempat BTS pertama kali membuat sketsa
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
Menu khusus dengan tema 7 karakter BT21
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
I tried SHOOKY : Triple Cookie Latte
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
Lantai Dua bersama Chimmy

Namun sayangnya sejak tanggal 5 April 2020 , Line Friends store & cafe cabang Itaewon ditutup. Hal ini diumumkan langsung oleh pihak Line di Instagram resminya. Sepertinya mereka akan pindah ke tempat baru. Saya bersyukur masih sempat mengunjungi salah satu tempat bersejarah bari BTS & ARMY ini.

2. LAUNDRY PIZZA Cafe

Laundry Pizza cafe berada di Gangnam, merupakan tempat yang menjadi lokasi pemotretan untuk album Love Yourself : Her versi E. Waktu saya kesana, ternyata lokasinya berdekatan dengan POP Up store BTS yang menjual MD eksklusif BTS yang juga dikenal dengan House of BTS yang dibuka pada tanggal 18 Oktober 2019 hingga 5 Januari 2020. 

Laundry Pizza cafe posisinya berasa di lantai bawah dan buka dari jam 12:30 hingga jam 22:00. Menurut saya, tempatnya benar-benar unik sehingga cocok untuk jadi tempat pemotretan tapi sebenarnya kecil dan enggak semewah yang saya bayangkan. Menunya tentu pizza, dan untuk muslim hanya ada satu menu yang bisa dimakan yaitu cheese pizza. Selebihnya ada topping ham, dimana di Korea ham rata-rata terbuat dari babi. 
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
Penampilan kafe yang terlihat dari jalan.
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
Turun tangga langsung disambut spot seperti ini
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
Spot yang paling diincar, tapi selalu ada orang
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
Akhirnya sempat numpang foto di sini
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
Dinding yang menjadi background photocard semua member
di album Love Yourself : Her versi E

Dan ini foto BTS di LAUNDRY PIZZA!!
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS

3. &gather Cafe

Sebuah kafe yang berada di Hannam dan masih di area Seoul. Kafe ini wajib dikunjungi oleh ARMY karena pernah menjadi lokasi syuting BTS Run! episode 45. BTS Run! adalah progam reality show BTS yang diproduksi oleh BIGHIT dan ditayangkan di aplikasi VLIVE setiap hari selasa jam 9PM KST (7PM WIB). Pada episode tersebut, BTS belajar menjadi barista. Awalnya diajarkan teknik dasar membuat kopi setelah itu setiap member ditantang membuat minuman kopi dan non kopi lainnya sendiri-sendiri.

Sebenarnya hanya kafe biasa, tidak begitu mewah namun karena pernah dikunjungi BTS tempatnya menjadi spesial. Ada satu spot yang paling diincar oleh ARMY yaitu dinding yang terdapat lampu pink yang bertuliskan 순간아, 멈추어라. 너 정말 아름답구나 yang artinya "Waktu, berhentilah. Kamu sungguh indah". Ini menjadi spot incaran karena Taehyung & J-Hope pernah berfoto di situ dan mengunggahnya di media sosial. Tapi saya akui spot dinding itu memang instagramable sih. hehe
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
Dinding fenomenal, ARMY wajib foto di sini
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS

#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
Maaf foto menunya kurang jelas
#ARMYTOUR : Mengunjungi Tempat yang Pernah Didatangi BTS
Berikut penampilan BTS menjadi barista di BTS Run! Ep 45 dan foto yang dibagikan V dan J-Hope di twitter saat di &gather cafe.


----------------

Senangnya... bisa berada di tempat yang sama dengan BTS walaupun waktunya berbeda.

So, saya baru mengunjungi tiga tempat. Semoga nanti bisa mengunjungi tempat lainnya...hehe 


📷 Fujifilm XT20

xoxo
dila
Read More