Rekomendasi Restoran Halal di Korea

March 28, 2021
Sebelum adanya corona yaitu pada akhir Oktober 2019, saya sempat liburan ke Korea bersama teman dengan tujuan utama menonton konser BTS. Persiapan liburan saat itu bisa dibilang banyak drama sehingga saya tidak sempat mempersiapkan itinerary dengan matang, sehingga yang terpikirkan hanya menonton konser, mengunjungi tempat yang pernah BTS kunjungi dan ke Nami Island.
 
Selama liburan di Korea tersebut ternyata saya dan teman tak sengaja menemukan beberapa restoran halal. Alhamdulillah, senang sekali karena bisa bebas memilih makanan dan tak usah repot-repot cek menu satu-satu untuk memastikan ingredientnya apakah aman dimakan atau tidak. Berikut beberapa restoran halal di Korea yang bisa kamu kunjungi khususnya teman-teman muslim.

1. Pane Pasta

Pane Pasta merupakan tempat makan yang menyajikan menu Italia dengan label halal. Berada di pusat perbelanjaan Myeondong, kota Seoul dan restorannya berada di lantai dua. Waktu itu saya dan teman mengunjungi Myeondong pada siang hari untuk berbelanja. Namun sebelum itu tentu kami ingin mengisi perut terlebih dahulu supaya punya tenaga untuk mengelilingi kawasan Myeongdong. Saat itu kami masih belum tau mau makan apa sehingga kami coba berjalan pelan-pelan untuk melihat tempat makan yang menarik. Bisa bilang belum lama kami berjalan, tiba-tiba teman saya melihat ada papan nama restoran dengan logo halal yaitu Pane Pasta. Kamipun tertarik, langsung masuk dan naik ke lantai dua.
Pintu masuk di lantai satu
Bagian dalam restoran di lantai dua
Begitu naik langsung disambut meja kasir dan saya melihat logo halal dan tulisan "Soju khusus untuk non muslim" dan ada keterangan, soju menggunakan gelas khusus, yang berarti tidak dicampur dengan gelas minuman lainnya (soju adalah minuman beralkohol khas Korea). Setelah itu masuk ke dalam dan saya cukup terpukau melihat interior di dalam restoran yang sangat cantik dan instagramable. Saking bagusnya jadi bingung mau duduk dimana, hehe. Akhirnya kami duduk di meja dekat jendela dan langsung didatangi oleh pelayan. Pelayan datang dengan membawa menu, dan langsung memberikan piring, sendok, air mineral dan beberapa potong roti.
 
Saya memesan pasta (harga 16,000 won = Rp 199,200) sementara teman saya memesan semacam steak yang sudah dipotong kecil-kecil dan nasi (harga 24,500 won = Rp 305,025). Menurut saya rasanya enak, porsinya juga besar. Jangan tertipu dengan foto yang saya upload, mungkin terlihat sedikit tapi aslinya banyak, efek dari piring jumbo yang digunakan. Mengenai harga, bagi orang Indonesia seperti saya ini termasuk mahal. Oh iya, sayangnya saya tidak memotokan menu di restoran tersebut, sehingga lupa apa saja makanan yang mereka jual.

2. Asian Cuisine

Asian Cuisine adalah restoran halal yang kami temukan saat wisata ke Nami Island. Dan tak hanya itu, di dalam restoran ini juga terdapat mushalla. Aduh jadi cinta sama Nami Island, pemandangannya indah, banyak spot foto dan ditambah restoran halal dan mushalla. Wisatawan muslim wajib mengunjungi Nami Island kalau ke Korea! Seperti namanya "Asian Cuisine" , restoran ini menyediakan beberapa masakan dari Asia yang dijamin halal seperti Jjajangmyeon, mie ala Vietnam, masakan Thailand, dll dan termasuk nasi goreng Indonesia.
Waktu mau masuk ke restoran ini, ternyata isinya cukup penuh sehingga harus antri. Saya merasa takjub, tak hanya orang muslim namun non muslim pun juga tertarik dengan restoran label halal. Fyi saat itu pengunjung di Nami Island memang banyak sekali padahal bukan di hari libur/tanggal merah. Tak begitu lama menunggu akhirnya kami bisa masuk ke dalam dan langsung diantarkan ke tempat yang kosong.

Setelah duduk, pelayan datang dengan menu serta air minum. Saya langsung memesan jjajangmyeon dan teman memesan champpong. Dari awal saya sudah mengincar jjajangmyeon. Yang suka nonton drama Korea pasti sudah paham, karena mie dengan saus kacang hitam ini sering muncul di drama dan terlihat menggoda. Namun sayangnya, jjajangmyeon yang dijual biasanya tidak halal karena mengandung babi. Sehubung restoran ini halal, saya tak sabar untuk mencobanya dan rasanya memang enak sekali. Champpong yang dipesan teman juga enak, champpong itu semacam mie seafood dengan kuah pedas. Pokoknya kamu yang ke Nami Island wajib mencoba makanan di Asian Cuisine!
Jjajangmyeon, harga : 10,000 won = Rp 124,500
Apa tidak tergoda?
Champpong, harga 13,000 won = Rp 161,850

3. Busan Jib

Busan Jib adalah restoran halal yang masih berada di daerah Myeongdong. Sebelumnya saya telah mendengar restoran ini dari teman yang baru berwisata ke Korea tentunya. Namun lagi-lagi saya dan teman tak sengaja menemukan restoran ini begitu saja saat akan berbelanja di Myeongdong kesekian kalinya. Padahal tempatnya kurang strategis, yaitu di jalan agak sempit.
Restorannya cukup kecil, ada beberapa meja dan langsung terlihat dapur. Yang masak adalah ajumma-ajumma dan kasirnya seperti laki-laki Malaysia. Saat itu saya memesan bibimbab (harga 8,000 won = Rp 99,600) dan teman saya memesan nasi goreng. Seperti biasa sebelum makanan datang, kami diberikan air mineral serta banchan berupa kimchi, kim dan semacam ikan teri. Disini pun saya lupa memotokan menu, maaf karena sudah kelaparan. Kalau enggak salah menu lainnya seperti tteokpokki, ramyeon dan makanan khas "warung" Korea lainnya.

Bonus!

Yang terakhir bukan restoran namun tempat jajan yang masih di daerah Myeongdong. Saat malam hari, jalan di depan pertokoan Myeongdong dipenuhi oleh gerobak yang menjual jajajan seperti odeng, tteokpokki, bungoppang, hotteok dll. Nah waktu itu saya beli hotteok seharga 2000 won (Rp 24,900) yaitu semacam donat tipis yang berisi kacang merah. Ternyata pada banner gerobak terdapat logo halal, sebenarnya saya baru sadar setelah melihat foto yang saya ambil saat membeli hotteok tersebut.

Sekian kisah saya bertemu dengan beberapa restoran halal di Korea. Kalau ada kesempatan liburan ke Korea lagi, saya ingin hunting restoran halal lainnya, khususnya yang benar-benar menyajikan masakan Korea. Lumayan kan bisa makan makanan khas Korea tanpa rasa khawatir halal apa tidak.

Oh iya, tambahan tips dari saya saat makan di restoran manapun di Korea, karena hampir semua restoran memberikan air mineral gratis, jadi sebaiknya jangan memesan minuman lainnya. Mengingat harga makanan dan minuman di sana mahal. Sebaiknya pesan makanan yang memang khas di Korea, kalau minuman sebenarnya sama aja dengan di Indonesia seperti coke, jus dll namun tentu harganya lebih mahal.


xoxo
dila

4 comments:

  1. Mantul kak rekomendasinya, kapan-kapan kalo ke korea bisa mampir ke restoran yang halal saja hehe

    ReplyDelete
  2. Aku jd kangen Ama Korsel :D. Trakhir kesana 2017, dan aku sempet nyobain juga bbrp makanan halal. Tapi ga banyak.

    Sempet nyobain makanan Nepal di Myeongdong, trus ke itaewon yg sepanjang jalannya buanyak bangetttt halal resto. Tp Krn ini jauuuh dr hotel ku, jd nya cm sekali doang makan di sana.

    Aku padahal pas ke Korea itu hanya Krn mau ke Jepang, trus mikir, kan jraknya cm Deket, pasti tiketnya murah, drpd dari Indonesia. Kebetulan blm beli tiket pulang juga, jadinya mampir dulu ke Korea, baru balik ke jakarta.

    Eh kok ya malah sukaaaa bgt Ama makanan2 nya. Yg aku suka sih Krn rasa makanannya kalo ditulis spicy, beneran spicy :D. Smntara aku doyan makanan begitu :). Bedaaa makanan mereka Ama tetangganya si Korut :D. Kalo Korut cendrung hambar. Tapi segala BBQ nya enak2.

    Mau banget sih ke Korsel lagi. Planning abis pandemi pgn Jeju berdua Ama suami aja :D .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo ka,

      Aku kemaren itu ke Korea, milih airbnb di Itaewon loh. Dan begonya, enggak pernah hunting cafe / resto halal di sana. Karena suka belanja di Myeongdong, makanya makannya di sana aja.

      Kok, keren sih kak, dari Jepang mampir ke Korea. BTW kalau kayak gitu, apa ga perlus urus VISA masuk ke Korea? atau saat masih di Indonesia udah bikin rencana, trus langsung ngurus VISA ke Korea?

      Jepang makanannya juga enak dan udah ada beberapa resto halal. Tapi harganya itu loh lebih mahal dari pada makanan Korea. Sehingga aku lebih enjoy sama makanan Korea.

      Ah,, Jeju, wishlist. aamiin, semoga kelar pandemi bisa jalan-jalan lagi.

      Delete

Powered by Blogger.