Budget Yang Harus Dipersiapkan Untuk Liburan Ke Korea

December 05, 2019
Assalamualaikum.
Halo semuanya~

Sudah lama sekali saya tak muncul di blog! Padahal banyak hal yang ingin ditulis, maaf yah, akhir-akhir ini lebih sibuk mengurus channel Youtube. Kepedean yah, serasa banyak yang menunggu-nunggu tulisan saya di blog ini. hehe. Jadi sebenarnya "maaf" itu pada diri sendiri, yang tak merealisasikan niat di awal tahun 2019 yaitu rajin update blog dan hellooow sekarang udah mau akhir tahun!!

Baiklah. Pada tulisan kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman liburan ke Korea akhir bulan Oktober lalu. Liburan yang tak terduga, paling berkesan dan membuat tak bisa move on! Karena saya tak ahli membuat tulisan ala story telling, maka seperti biasa, saya ingin menggambarkan kisah liburan ke Korea dari berbagai sudut pandang (cie elah~). Hal pertama yang ingin saya bahas pada postingan kali ini adalah tentang "Budget". Terutama yang belum pernah ke Korea, pasti kepo kan, berapa budget yang dibutuhkan untuk liburan ke negara gingseng? Tenang saja, saya akan menjawab pertanyaan anda semua. Ntah kenapa pada liburan kali ini saya mencatat hampir semua pengeluaran. Karena saya juga agak penasaran, seperti apa saya "buang-buang uang" pada liburan ini.

Ok! mari kita mulai dengan judul yang clickbait!!


 Ingin liburan ke Korea? segini loh budget yang harus kamu persiapkan!

Jaman sekarang siapa sih yang enggak mau ke Korea, negara empat musim yang telah mencuri perhatian warga internasional termasuk Indonesia, selain karena keindahan alam, budaya dan bangunannya namun juga Hallyu (Korean Wave). Korean Wave itu seperti K-Pop, K-Drama dll yang bisa dibilang salah satu wadah yang mempromosikan negara Korea kepada masyarakat luar. Termasuk saya, yang pada kali ingin ke Korea karena ingin nonton konser BTS, boyband favorit yang sudah tak berkunjung lagi ke Indonesia sejak tahun 2017, jadi terpaksa nyamperin kan akuhh.

Kembali ke topik!! yup saya ingin membeberkan jumlah uang yang harus dipersiapkan dan alokasinya namun perlu digaris bawahi adalah ini versi saya! Yaitu libukan ke Korea selama 9 hari dari tanggal 25 Oktober hingga 2 November 2019 tanpa tour guide. Mari disimak baik-baik!

(note : disini saya memakai kurs 12,45. Jadi silakan hitung sendiri untuk harga yang beli dirupiahkan)

1. Persiapan = Rp 471,000

Persiapan disini adalah uang yang dikeluarkan untuk pengurusan VISA. Mulai dari biaya jasa pengurusan Visa karena saya menggunakan agen, biaya print foto, biaya print rekening koran dan biaya surat keterangan dari pihak Bank. Karena kebetulan pemerintahan Korea sedang memberikan free visa untuk single visa dari Oktober hingga Desember 2019 jadi saya hanya membayar uang jasa agen yang membantu mengurus VISA dan uang administrasi sehingga total pengeluaran untuk persiapan Rp, 471,000. Tentu biaya ini akan berbeda jika diberlakukan lagi biaya VISA.

2. Transportasi = Rp 6,427.000

Saya membeli tiket pesawat agak mepet yaitu sekitar sebulan sebelum berangkat. Ada dua alasan yaitu awalnya ada wacana kalau perusahaan mau mengutus saya tuk bisnis trip ke Korea (namun akhirnya enggak jadi, syukurlah) dan alasan lainnya adalah saya harus memastikan diri sudah mendapatkan tiket konser BTS baru membeli tiket pesawat. Entah kenapa kedua alasan ini baru clear sebulan sebelum berangkat. Untungnya ada tiket promo dari Cathay Pasific yaitu pp seharga Rp 5,472,279 dengan ketentuan transit di bandara Hongkong. Bagi saya tak masalah asalkan murah dan dapat bagasi 30kg!!


Dari bandara internasional Incheon ke stasiun Seoul, saya menggunakan kereta ekspres AREX dan membeli tiket pp di Klook seharga Rp 127,750. Setelah dihitung-hitung, lebih murah beli tiket di Klook dibandingkan beli langsung di loketnya di Korea. Selebihnya selama di Korea saya lebih banyak menggunakan subway di mana harga sekali perjalanan adalah 1,250won (free transit) dan bus  sekitar 1,200won sehingga harus membeli kartu T-Money seharga 4000 won terlebih dahulu dan top up sebanyak 50,000 won (Rp 623,500). Ternyata masih ada sisa sekitar 10,000 won hingga hari terakhir saya berada di Korea. Oh iya, tak ketinggalan biaya damri pp dari kota saya tinggal yaitu Cilegon ke Bandara Rp 130,000. 

3. Penginapan = Rp 3,144,500

Ini pertama kali saya mencoba penginapan di airbnb. Awalnya saya dan teman mengincar penginapan di daerah Myeongdong dan Gangnam. Tapi karena banyak yang penuh, akhirnya menemukan sebuah rooftop di daerah Itaewon. Rooftop ala-ala drama Korea, yaitu sebuah oneroom private di lantai 3 yang terdiri dari 1 ruang tidur, dapur dan kamar mandi. Jadi harga permalamnya untuk berdua adalah $42.60 sehingga total harga untuk 1 orang selama 8 hari plus biaya kebersihan, biaya service dan pajak adalah Rp 3,144,500. Saya cukup puas dengan fasilitas yang disediakan, viewnya juga bagus, kalau kamu kepo dengan airbnb yang saya sewa, silakan klik link ini Airbnb Itaewon Rooftop Den .

4. F&B = Rp 1,533,262

Mengenai pengeluaran untuk makan, mari kita bahas per-kelompok:

-Sarapan
Karena tidak tinggal di hotel jadi saya harus membeli sarapan. Menurut saya sarapan saya cukup simple seperti cake, biskuit dan kadang-kadang pisang. Saya biasa membeli cake di minimarket terdekat, beli 2 gratis 1 dengan total harga 2,400 won dan pisang (isi 2) seharga 1,400 won.

-Makan Siang
Kalau makan siang, sangat beragam, selalu yang berat dan bisa dibilang paling mahal (diantara sarapan dan makan malam). Karena saya sedang rajin menghitung, mari kita bahas lebih detail!

H1 - Di awali dengan makan siang saat transit di bandara Hongkong. Saya menemukan resto halal yang menjual makanan asia seperti yang saya pesan adalah soto jawa dengan harga Rp 154,788. Rasa Indonesia harga Hongkong yesss! Mahal!!
Soto-sotoan
H2 - di Korea, saat berada di venue konser. Karena saat itu tak begitu familiar dengan variasi dan harga makanan, saya dan teman dengan sotoy membeli paket ayam dan kentang seharga 31,000 won atau hampir Rp 400,000 . Karena porsinya cukup banyak, jadi bisa dimakan sebagai makan malam juga.


H3 - Masih di venue konser dan saya mulai lebih perhitungan, akhirnya membeli ayam satuan di minimarket dengan harga 3000 won. Padahal hari ini saya nonton konser sampai malam. Alhamdulillah perut saya bisa bertahan dengan sepotong ayam, dibantu dengan biskuit serta ice choco gratisan dari fans yang mengirim ala-ala food truck ke area konser. 

H4 - Saya dan teman mengunjungi Myeongdong dan tak sengaja menemukan resto halal dengan konsep ala-ala italy. Saya cukup takjub ada restoran halal yang fancy seperti ini. Namun harga makanannya cukup mahal, dimana saya harus membayar 16,000 (Rp 199,200) untuk sepiring pasta.

H5 - Masih kembali ke venue konser dan kali ini saya membeli kimbab tuna seharga 3,600 won dan air mineral seharga 1,000 won di minimarket terdekat.

Kimbab tuna
H6 - Saya mengunjungi Nami Island, dan alhamdulillah menemukan resto halal lagi. Saya memesan jjajangmyeon seharga 10,000 won (Rp 124,500)

H7 - Saya dan teman kembali makan siang di Myeongdong, dan kali ini makan di resto Korea halal bernama Busan Jib. Saya menyantap bibimbab dengan harga 8,000 won (RP 99,600)

Bibimbab
H8 - Kami memutuskan makan siang di Gangnam, yaitu di LAUNDRY PIZZA, tempat yang pernah digunakan untuk pemotretan album jacket BTS. Dari berbagai topping yang dihidangkan, sebagai umat islam, kami cuma bisa memakan pizza dengan topping cheese yang mana harga 1 slice nya adalah 4,300 won (Rp 53,535)

Note : Semua restoran di Korea menyediakan air minum mineral gratis, karena saya memang selalu cukup minum air putih saat makan berat, jadi saya tak pernah memesan minuman lain saat makan siang.

-Makan Malam
Makan malam saya amat sangat random, lebih sering cemilan seperti odeng, hotteok masing-masing seharga 2,000 won, bungoppang 3,500 won. Selain itu, kadang hanya minum di Line Friends Store dengan harga minuman 5,000 won. Pernah juga beli minuman boba di Hongdae seharga 4,900 won. Selain itu kami makan indomie yang di bawa dari Indonesia.

Hotteok
Di antara itu semua, saya pernah makan malam berat di resto saat jalan-jalan ke Ehwa Mural Village.
Resto Dookki, semacam all you can it tapi menunya tteokppokki dengan harga per orang 7,500 won (RP 93,375). Saya suka makan disini, enak, puas dan murah. Agak menyesal kenapa baru tau di penghujung liburan.



5. Oleh-oleh = Rp 1,872,000

Mengenai oleh-oleh mungkin akan berbeda untuk setiap orang. Tapi secara garis umum, oleh-oleh populer dari korea adalah kosmetik, produk KPOP dan souvenir seperti gantungan kunci, jepit kuku, pajangan kulkas dll.

Waktu itu saya membeli gantungan kunci isi 10 dengan harga 8,000 won, jepit kuku isi 8 seharga 8,000 won Ada juga set pedicure seharga 5,000 won. Kalau kosmetik, saya membeli facemask isi 100 dengan harga 25,000 won. dan kosmetik lainnya seperti lipstik, bbcream, handcream. Selain itu saya juga membeli kopi khas korea, yaitu maxim seharga 3,600 won. Dan benda-benda lainnya yang tak sanggup dijelaskan sehingga total uang yang saya keluarkan tuk oleh-oleh Rp 1,872,000 .

Facemask

6. Belanja untuk diri sendiri = Rp 2,000,000

Kalau ini saya tidak akan menuliskan detail karena setiap orang pasti amat sangat berbeda. Seperti saya pribadi yang suka BTS, saya akan banyak membeli item yang berkaitan dengan BTS baik itu official merchandise maupun produk lainnya yang bekerja sama dengan BTS seperti kosmetik dan BT21 yang merupakan karakter kartun yang diciptakan BTS yang bekerja sama dengan Line Friends Store. Jadi setelah dihitung-hitung, uang yang saya habiskan untuk membahagiakan diri sendiri dengan membeli barang-barang di Korea adalah sebanyak Rp 2,000,000.

7. Lain-lain = Rp 808,400

Untuk bisa survive di Korea, HP kita harus selalu terkoneksi dengan internet sehingga bisa dijadikan sebagai map, terutama bagi saya yang tidak menggunakan tour guide. Pada liburan ke Korea ini saya lebih memilih membeli sim card dengan fasilitas paket data unlimited 10 hari. Saya membelinya di Klook seharga Rp 410,000 dan nanti kartunya bisa diambil di bandara Incheon. Saya lebih memilih membeli sim card daripada menyewa wifi karena pengalaman liburan di Jepang. Saya merasa wifi agak merepotkan, seperti kita harus me-charge-nya setiap malam, harus membawanya kemana-mana, dan agak susah kalau misalnya memakai wifi berdua. Kalau nanti mau mencar-mencar, harus ada yang mengalah. 

Pengeluaran lainnya yaitu saya terpaksa membeli teropong seharga 12,000 won untuk kepeluan menonton konser karena posisi tempat duduk yang lumayan jauh dari panggung. Dan setelah konser saya membeli hotpack 2 ea 6000won untuk menghangatkan tubuh karena ntah kenapa di area venue konser itu anginnya dingin sekali. 
Selama liburan di Korea, suatu malam pernah tiba-tiba hujan sehingga saya membeli payung seharga 3,000 won. Selain itu pengeluaran lainnya adalah tiket masuk ke tempat wisata Nami Island 13,000 won. 

Jadi kalau ditotalkan Biaya persiapan + transportasi + penginapan + F&B + oleh-oleh + belanja untuk diri sendiri (anggap Rp 1,000,000) + lain-lain = Rp 15,000,000. (kurang lebih).

Oh iya, sebelum berangkat saya sama sekali tidak membeli won maupun dollar Hongkong di Indonesia. Saat di Hongkong saya membeli makanan dengan kartu debit. Saat di Korea saya lebih memilih menarik uang tunai di atm yang belogo VISA / Mastercard masih menggunakan kartu debit dan kadang saya membeli sesuatu dan membayar dengan kartu debit.

Saat di ATM, saya menarik uang jumlah maksimal yaitu 300,000 won. Setelah saya hitung-hitung, saat itu kena kurs 12,44 won dan biaya administrasi Rp 20,000 . Sementara saat saya membayar langsung dengan kartu debit, ternyata kursnya lebih kecil yaitu 12,25 won. Jadi ternyata lebih murah kalau kita bayar langsung dengan kartu debit.

---

Demikianlah penjelasan tentang uang yang saya habiskan saat liburan ke Korea. Jika ada yang mau ditanyakan silakan komen di bawah atau juga bisa langsung DM di IG saya yah @chocodilla 

Terima kasih sudah membaca tulisan saya.

xoxo
dila

2 comments:

  1. waktu ada promo tiket gila gilaan di suatu OTA, singapore airline SBY-Seoul PP 2,5juta dan aku engga ambil, dannnn nyeselnya belakangan hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah,, murah banget itu!! Singapore airline juga lumayan bagus.

      Delete

Powered by Blogger.