Events ·
Olahraga
Tidak ada komentar
Cerita Pengalaman Pertama Kali Ikut Event Lari Bersama UI Half Marathon
Jumat, 16 Oktober 2026
Assalamualaikum
Halo semuanya~
Setelah sekian lama merutinkan olahraga lari, akhirnya saya ikut event lari pada 11 Oktober 2026. Tepatnya, event lari yang diselenggarakan di kawasan UI dengan nama UI Half Marathon. Alhamdulillah, new achievement unlocked!
Jujur, saya nggak menyangka akan beneran ikut event lari resmi. Karena dulu sempat berpikir kalau ikut event lari itu cuma buang-buang uang.
Kalau mau lari, ya lari saja. Ngapain bayar untuk lari? Toh juga nggak akan bisa podium!
Lho, kok sekarang akhirnya ikut event lari resmi! Apa alasannya?
Alasan Ikut Event Lari Resmi
Setelah dewasa ini, saya sadar kalau segala hal yang menurut kita nggak akan dilakukan atau mustahil dilakukan, pada suatu ketika malah dilakukan karena berbagai pemicu. Jadi, sepertinya memang nggak ada yang namanya idealis, terutama dalam diri saya sendiri.
Nah, apa saja pemicu yang membuat saya mau mengeluarkan uang, hanya untuk menguras tenaga dan keringat?
Alasan pertama adalah karena terlalu sering melihat story/update-an teman-teman yang ikut event lari. Teman kuliah, teman kerja, pokoknya semua teman yang ada di Instagram benar-benar memicu rasa penasaran untuk mencoba event lari resmi.
Si A yang sepertinya dulu anti olahraga, tiba-tiba mengunggah foto beberapa event lari yang dibeli di FotoYu. Si B, C dan D mengunggah foto setelah berhasil menyelesaikan lari 10K. Si E yang memang suka lari, sekarang upgrade ikut event trail, padahal dia sudah punya dua orang anak! Kok, bisa? Kok dia punya waktu dan tenaga untuk ikut trail yang bisa menghabiskan waktu lebih dari 4 jam?
Jujur, pencapaian teman-teman itu tanpa sadar menjadi semangat bagi saya untuk suatu saat ikut event lari juga. Namun, saat itu masih di tahap, oke deh, nanti ikut event lari kalau ada teman.
Nah, berarti teman adalah kunci!
Tapi kan sudah ada mereka, yang suka mengunggah foto lari di Instagram! Ajak mereka, dong!
Masalahnya adalah nggak semua dari mereka itu teman akrab. Saya nggak mungkin tiba-tiba mengajak ikut event lari bersama.
Sebenarnya, ada yang merupakan teman akrab, tapi saya merasa pace saya dan dia jauh berbeda. Jadi nanti kalau janjian ikut event lari, kami pasti terpisah. Ditambah lagi, pasti teman-teman tersebut nggak mau ikut kategori 5K, minimal 10K! Sementara saya sebagai pemula, ingin mencoba di kategori 5K dulu.
Singkat cerita, waktu itu saya janjian dengan Tika di Blok M karena kebetulan dia sedang menginap di Jakarta. Tika adalah teman kuliah sekaligus teman kerja di Cilegon. Dan sekarang kami sama-sama sudah resign dari perusahaan, namun Tika masih tinggal di Cilegon bersama keluarga kecilnya.
Setelah resign, Tika mulai rajin berolahraga seperti pilates, lari, dan bersepeda. Padahal dulu dari kuliah sampai kerja dia terlihat tidak melakukan olahraga apa pun. Intinya, saya merasa Tika adalah orang yang tepat untuk diajak ke event lari 5K.
D: Tik, kapan-kapan kita ikut event lari bareng, yuk! Eh, bukan lari, tapi jalan bareng!! hahaha
T: Yuk, boleh, gw juga nggak bisa lari kenceng!
Alhamdulillah, akhirnya menemukan teman yang satu pace lari!
Oke, sudah ada teman, dan sekarang yang perlu dilakukan adalah mencari dan memilih event lari yang menarik!
Kenapa Ikut Event UI Half Marathon 2026?
Sekitar bulan Mei 2026, saya melihat postingan event UI Half Marathon di Instagram. Tanpa berpikir panjang, saya langsung mengajak Tika untuk ikut event lari tersebut. Alasan utamanya simpel, karena kami alumni UI. Sepertinya akan menarik jika event lari perdana adalah acara yang diselenggarakan oleh mantan kampus. Apalagi, acara lari ini diselenggarakan di area kampus UI. Jadi bisa bernostalgia sambil mengelilingi kampus UI.
Saya langsung mengajak Tika untuk ikut event Ul Half Marathon di kategori 5K. Dan Tika juga tertarik dan bersemangat untuk segera mendaftar. Alhamdulillah, kami bisa mendaftar sebagai alumni sehingga mendapat diskon. Tiket kategori 5K yang dijual Rp399.000 untuk umum, didiskon menjadi Rp319.200 untuk alumni.
Dengan begini saya baru tau kalau biaya pendaftaran event lari itu berbeda tergantung kategori jarak yang dipilih. Semakin jauh, semakin mahal. Seperti event UI Half Marathon ini. Sebenarnya, untuk kategori 5K dan 10K sama saja apa yang didapatkan, seperti jersey lari, welcome kit sponsor, sertifikat dan medali. Namun, untuk kategori HM, akan mendapatkan jersey finisher.
Sebenarnya agak aneh kenapa 10K lebih mahal dari 5K, toh benefitnya sama saja. Tapi nggak tau ya, untuk event lari yang lain. Mungkin ada perbedaan benefit antara 5K dan 10K. Kalau memang pada event lari yang lain sama saja, sepertinya saya akan selalu mendaftar kategori 5K.
Tiba-tiba Sakit Dua Minggu Sebelum D-Day
Hari Senin, 28 September 2026, saya bangun pagi dalam keadaan pusing dan badan pegal-pegal. Saya mengecek ponsel dan ternyata ada pesan WA dari Tika. Intinya percakapan kami seperti ini:
T: Dil, untuk UI Run, lo nginap di sekitar UI atau berangkat dari kosan?
D: Gw nginap di rumah tante di Depok Tik.
T: Ok, gw juga mau nginap di sekitar Depok.
D: Eh, ini acaranya masih tanggal 11 Oktober, kan? Gw panik karena persis hari ini badannya sakit.
Pesan dari Tika membuat saya langsung mengecek kalender. Nggak terasa, dulu mendaftar di akhir Mei, dan tiba-tiba sekarang sudah mendekati bulan Oktober 2026.
Jujur, saat itu agak panik, karena kondisi tubuh yang tiba-tiba drop. Biasanya saya sembuh agak lama, seminggu paling cepat. Kalau ada pilek atau batuk berdahak, biasanya sampai dua minggu. Karena Tika bertanya tentang tempat menginap, saya kira acara lari tinggal seminggu lagi.
Untungnya, saya masih punya waktu dua minggu untuk fokus pada penyembuhan. Tapi memang saya jadi nggak punya kesempatan untuk "latihan" lari.
Saya sudah berencana untuk lari di GBK minimal 3 kali dalam seminggu menjelang event UI Half Marathon. Bagaimanapun, tubuh dan kaki ini butuh persiapan. Apalagi area UI itu nggak sedatar GBK, ada jalan yang mendaki dan menurun.
Kalau dipikir-pikir, saya cukup lega merelakan absen latihan sebelum event, karena area ring GBK ditutup untuk umum. Penutupan itu dilakukan karena ada acara pertandingan bola, yaitu FIFA ASEAN Cup, yang diselenggarakan dari 24 September hingga 5 Oktober 2026.
Syukurnya, saya bisa sembuh dalam waktu seminggu dan menyempatkan diri untuk lari sore di GBK pada 8 Oktober 2026, setelah FIFA ASEAN Cup berakhir.
Pertama Kali Mengambil Race Pack
Salah satu momen yang ditunggu-tunggu adalah mengambil race pack. Sekitar seminggu sebelum event, sudah diumumkan bahwa peserta lari dapat mengambil race pack pada tanggal 9 dan 10 Oktober 2026 di Lippo Mall Kemang.
Wah, ternyata race pack dibagikan di dalam Mall! Saya kira akan dibagikan langsung di Balairung UI, Depok. Mungkin panitia sengaja mencari tempat yang posisinya di tengah-tengah Jabodetabek untuk memudahkan para peserta lari, apalagi pengambilannya di hari Jumat dan Sabtu.
Awalnya saya ingin mengambil race pack pada hari Sabtu supaya bisa bertemu dengan Tika. Tapi, setelah dipikir-pikir, sepertinya hari Sabtu akan ramai. Dan sepertinya saya akan repot bolak-balik dari kosan di Jakarta Pusat ke Lippo Mall Kemang di Jakarta Selatan, lalu ke kosan lagi dan terakhir menuju Depok. Bisa sih, nggak perlu ke kosan lagi, tapi harus siap membawa semua perlengkapan menginap+lari ke Lippo Mall Kemang, baru ke Depok.
Dengan pertimbangan tersebut, akhirnya saya memilih untuk mengambil race pack pada hari Jumat setelah salat Ashar. Ternyata keputusan saya tepat, karena pada hari dan jam itu tidak ada antrean sama sekali. Berdasarkan Instagram UI Half Marathon, antrean itu ada pada Jumat pagi dan hari Sabtu.
Akhirnya Hari Itu Tiba : Ke Kampus UI untuk Lari 5K
Pada hari Sabtu sore, 10 Oktober 2026, saya sampai di rumah tante di Depok. Sudah lama tidak menginap di sana, dan suasana rumah tidak berubah. Selalu tenang dan hangat, persis seperti pertama kali merantau ke Depok untuk kuliah S1 di UI. Namun, memang ada yang kurang, yaitu sosok om yang sudah banyak membantu selama saya kuliah.
Anyways, kata orang, sebelum ikut event lari, kita harus makan dan tidur yang cukup. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tidur jam 9 malam dan meminta dibangunkan pada jam 3.30 atau jam 4.00 dini hari. Sebenarnya saya sudah memasang alarm, tapi takut tidak terbangun sepagi itu.
Ternyata saya bisa terbangun sebelum dibangunkan oleh tante. Kenapa ya, untuk hal-hal seperti ini kita bisa otomatis terbangun. Kalau nggak ada acara khusus, pasang banyak alarm juga nggak ada gunanya.
Yah, saya terbangun jam 4 dini hari dan langsung mandi. Setelah mandi, saya langsung menggunakan setelan lari dengan jersey UI Half Marathon yang berwarna kuning dan tidak lupa memasang BIB lari/kertas yang bertuliskan nomor peserta dan barcode sensor di belakangnya.
Saya nggak makan apa pun dan nggak minum air berlebihan sebelum pergi. Saya hanya minum satu sachet madu rasa yang didapat saat mengambil race pack.
Sekitar jam 4.40 saya memesan Gojek menuju Stasiun Pondok Cina. Bersyukur sekali di zaman sekarang, terutama di kota besar, dini hari pun sudah ada Gojek. Mungkin sepuluh tahun lalu, belum ada abang-abang Gojek yang standby pada dini hari.
Kurang dari sepuluh menit saya sampai di depan pintu masuk Stasiun Pondok Cina. Masalah baru pun datang. Saya sudah mengirim pesan WA ke Tika dari sebelum naik Gojek, tapi sampai sekarang statusnya masih belum terkirim. Saya nggak tau, apa sinyal ponsel saya yang bermasalah atau Tika yang belum on internetnya. Bahkan saya sudah coba menghubungi dengan pulsa telepon, tapi tidak terhubung.
Agak panik karena saya tidak bisa menghubungi Tika sama sekali. Soalnya dia adalah satu-satunya teman yang ikut event UI Half Marathon. Tapi saya ingat kalau kami sudah janji untuk bertemu di depan Stasiun Pondok Cina hingga jam 5.10 pagi.
Tidak berlangsung lama, alhamdulillah kami bertemu di sisi luar pintu masuk Stasiun Pondok Cina, dekat rel penyeberangan ke Kampus UI.
Pertama Kali Melewati Garis Start dan Finish di UI Half Marathon
Dari Stasiun Pondok Cina kami menyeberangi rel dan masuk menuju area Balairung UI. Di sana sudah banyak sekali orang-orang yang mengenakan jersey UI Half Marathon. Walaupun ternyata ada juga yang nggak pakai jersey resmi seperti teman saya Tika. Alasannya adalah salah memilih ukuran baju. Saya baru tau kalau hal itu diperbolehkan. Yang penting adalah menggunakan BIB pada bagian depan baju, karena itu yang akan menjadi bukti kalau kita start dan finish sesuai jalur yang sudah ditentukan.
Fakta lain yang baru saya ketahui saat mengikuti event ini adalah waktu mulai setiap kategori itu berbeda-beda. Sepertinya kategori HM mulai lebih dahulu. Soalnya, saat kami datang, panitia menyuruh para pelari 10K untuk mulai lari. Selanjutnya, kami yang kategori 5K disuruh mulai lari di jam 5.45 pagi, sesuai jadwal yang sudah diinformasikan.
Ada semacam gerbang awal yang ternyata itu bukan garis start resmi. Jadi dari gerbang itu kami berjalan dulu beberapa meter, baru mulai lari. Sebenarnya agak susah untuk lari karena peserta banyak sekali. Bisa dibilang, saya, Tika, dan peserta lainnya jalan dulu beberapa meter baru bisa benar-benar berlari, itu pun cuma pace 8, hehe.
Selama lari cukup seru karena ada tim hore. Dimulai dari garis start, dan di setiap pintu masuk fakultas. Sepertinya mereka mahasiswa UI yang mewakili fakultas masing-masing. Setiap tim hore itu cukup heboh dan ramai, sehingga yang berkesan adalah tim hore di depan FIB. Mereka cuma tiga orang dan memainkan alat musik.
Selain tim hore, selama lari kami melewati dua spot minuman. Panitia memberikan segelas minuman isotonik, air mineral dan semangka. Dan setelah selesai lari, kami juga mendapatkan satu botol minuman isotonik, air mineral dan pisang.
Lari di UI benar-benar berbeda dengan di GBK. Jalanan di GBK datar, sementara di UI jalannya ada yang menanjak dan ada yang menurun. Selain itu, di UI kita bisa lari sambil melihat gedung kampus dan pohon-pohon. Sebenarnya, bagi saya dan Tika, kami lari sambil bernostalgia di kampus.
Tak terasa 40 menit berlalu dan akhirnya kami meraih garis finish. Pertama kali saya ikut event lari dan benar-benar mencapai garis finish, itu rasanya berbeda. Merasa benar-benar meraih sebuah pencapaian. Walaupun bukan peraih podium, rasanya senang sekali bisa mendapatkan medali 5K dari UI Half Marathon.
Kesan Ikut Lari 5K Pertama di UI Half Marathon
Ini menjadi pengalaman berkesan yang pernah ada, dan makanya saya tuliskan di blog supaya bisa dikenang lagi nantinya.
Kenapa berkesan? Karena sudah jelas, ini merupakan event lari pertama saya yang berhasil diselesaikan. Soalnya saya tiba-tiba ingat dulu waktu sekolah, saya pernah ikut event lari di Bukittinggi dan tidak bisa menyelesaikannya. Sepertinya saat itu terpaksa ikut lari karena para murid disuruh oleh pihak sekolah untuk memeriahkan event lari.
So, ini pertama kalinya saya mendapatkan medali dari kegiatan olahraga. Memang event lari sudah sangat viral saat ini dan siapa pun bisa ikut dan mendapatkan medali. Tapi, mengingat saya dulu benci olahraga, ini menjadi pencapaian yang nggak pernah dibayangkan.
Alasan selanjutnya adalah karena eventnya diselenggarakan di UI, tempat saya kuliah S1 dulu. Sehingga selama lari, kami bisa bernostalgia dan melihat perkembangan Kampus UI.
Bahkan setelah selesai lari, saya dan Tika memutuskan untuk mampir ke FIB (Fakultas Ilmu Budaya) dulu. Kami ingin melihat lagi gedung-gedung perkuliahan dulu dan juga tempat kami biasa terhubung dengan internet untuk keperluan download drama Korea dan konten K-Pop, hahaha.
Dan yang paling penting, alhamdulillah kami bisa mengikuti lari 5K dengan aman tanpa cedera.
***
Sekian cerita pengalaman pertama kali ikut event lari resmi, yaitu lari 5K di kampus UI bersama UI Half Marathon.
Terima kasih kepada panitia yang sudah mengelola event dengan baik dan tepat waktu. Terima kasih kepada tim hore, tim spot minuman dan tim kesehatan yang sudah standby untuk mengobati pelari yang cedera.
Sepertinya ini menjadi artikel non-listicle yang cukup panjang di blog saya. Selama ini sudah terbiasa menulis artikel listicle, sehingga saat mencoba menulis cerita ini, saya merasa kesulitan.
Tak terasa saya berhasil menuliskannya semengalir mungkin. Karena tujuan utamanya benar-benar untuk dibaca lagi di masa mendatang.
Terima kasih bagi pembaca yang nyasar di artikel ini. Next, apakah saya akan ikut event lari lagi, ya?
xoxo
dilakepada






























