Assalamualaikum
Halo semuanya~
Siapa di sini yang belakangan ini sedang ketagihan olahraga lari atau baru saja kepikiran untuk mulai jogging?
Biasanya, kalau kita baru terjun ke hobi atau kegiatan baru, ada saja istilah atau singkatan yang membuat bingung. Sama seperti waktu saya pertama kali mulai merutinkan olahraga lari hingga ikut event lari resmi UI Half Marathon, saya sempat dibuat bingung dengan berbagai istilah dan singkatan yang dipakai oleh sesama pelari.
Saat sedang scroll feed atau story Instagram teman-teman yang hobi lari, sering sekali menemukan kata-kata seperti "Pace 6 berasa engap", "Alhamdulillah pecah PB!", sampai "Incar COT biar dapet medali". Bagi kita yang pemula, mendengarkan kata-kata itu seperti anak FISIP nyasar ke gedung FK, haha.
Nah, supaya kamu nggak kebingungan dan makin percaya diri saat ngobrol dengan pelari kalcer lainnya, yuk simak 10 istilah dalam olahraga lari yang paling sering digunakan dan wajib kamu ketahui berikut ini!
10 Istilah dalam Olahraga Lari yang Wajib Diketahui oleh Pelari Pemula
1. Pace
Pace adalah ukuran kecepatan lari yang dihitung berdasarkan berapa menit waktu yang kamu butuhkan untuk menempuh jarak 1 kilometer. Berbeda dengan kendaraan yang kecepatannya dihitung dalam km/jam, di dunia lari kita menggunakan satuan menit per kilometer (min/km).
Sebagai contoh, kalau smartwatch atau aplikasi larimu menunjukkan Pace 7, artinya kamu membutuhkan waktu tepat 7 menit untuk berlari sejauh 1 kilometer. Semakin kecil angka pace-nya (misalnya Pace 4 atau 5), artinya larimu semakin kencang.
Bagi kita yang masih pelari pemula, jangan buru-buru memaksakan pace kencang, ya! Yang paling penting adalah konsistensi dan kenyamanan saat bernapas.
2. Heart Rate (HR)
Heart Rate atau detak jantung adalah jumlah denyut jantung per menit (BPM - Beats Per Minute) saat kamu beraktivitas, termasuk saat berlari. Mengetahui Heart Rate sangat penting untuk memantau intensitas latihan agar tubuh tidak mengalami overtraining.
Biasanya, Heart Rate dibagi menjadi beberapa zona (Zone 1 sampai Zone 5). Untuk pelari pemula yang ingin membangun ketahanan tubuh (stamina), sangat disarankan untuk lebih banyak berlari santai di Zone 2 (Easy Run). Di zona ini, detak jantung masih terjaga stabil dan kamu masih bisa berlari sambil mengobrol tanpa menggegep atau merasa kehabisan napas.
3. DNF & DNS
Sama seperti di dunia balap Formula 1, di event lari resmi kamu juga akan sering mendengar istilah DNF dan DNS.
DNF (Did Not Finish): Pelari sudah berada di garis start dan memulai lari, tetapi tidak berhasil menyentuh garis finish. Hal ini bisa terjadi karena cedera di tengah jalan, masalah kesehatan, kram otot, atau kelelahan berlebih.
DNS (Did Not Start): Peserta sudah terdaftar dan memiliki nomor dada (BIB), tetapi tidak hadir di garis start saat lomba dimulai. Alasan paling umum biasanya karena mendadak sakit menjelang D-Day atau ada urusan mendesak yang tidak bisa ditinggalkan.
4. Pacer
Pacer adalah pelari berpengalaman yang ditunjuk khusus oleh panitia penyelenggara event lari untuk berlari dengan kecepatan (pace) yang konstan dari awal hingga garis finish.
Biasanya, pacer lari akan membawa bendera di punggungnya yang bertuliskan target waktu dan kategori, misalnya "Pacer 5K - 30 Min" atau "Pacer 10K - Pace 6". Keberadaan pacer sangat membantu pelari peserta untuk menjaga ritme lari agar tidak terlalu cepat di awal dan bisa mencapai target waktu yang diinginkan (finish strong).
5. COT (Cut Off Time)
COT atau Cut Off Time adalah batas waktu maksimal yang diberikan oleh panitia event lari kepada seluruh peserta untuk menyelesaikan jarak tempuh hingga garis finish.
Setiap kategori jarak memiliki batas COT yang berbeda-beda. Misalnya, untuk kategori 5K biasanya diberikan COT 1 jam 30 menit, sedangkan kategori Half Marathon (21K) berkisar 4 jam. Jika pelari melewati garis finish melebihi batas COT yang ditentukan, maka pelari tersebut dianggap DNF dan biasanya tidak berhak mendapatkan medali tamatan (finisher medal).
6. 5K & 10K
Huruf "K" dalam dunia lari merujuk pada satuan kilometer (dari kata kilo). Jadi, 5K dan 10K adalah kategori jarak tempuh yang paling populer dan paling sering dipertandingkan dalam event lari.
5K: Jarak tempuh sejauh 5 kilometer. Kategori ini sangat ideal dan direkomendasikan untuk pelari pemula yang baru pertama kali ingin merasakan atmosfer event lari resmi.
10K: Jarak tempuh sejauh 10 kilometer. Kategori ini menjadi tingkatan berikutnya (step up) bagi pelari yang sudah terbiasa dan sukses menyelesaikan jarak 5K dengan lancar.
7. HM (Half Marathon)
HM adalah singkatan dari Half Marathon, yaitu kategori lari dengan jarak tempuh sejauh 21,097 kilometer (atau sering dibulatkan menjadi 21K).
Kategori HM menyajikan tantangan yang cukup serius karena membutuhkan latihan fisik yang matang, manajemen energi, hidrasi yang baik, serta kesiapan mental. Biasanya, para pelari yang ingin menjajal HM harus sudah terbiasa dengan jadwal latihan lari jarak jauh (Long Run) secara rutin setiap minggunya.
8. FM (Full Marathon)
FM adalah singkatan dari Full Marathon (sering juga disebut Marathon saja), yang merupakan tingkatan tertinggi dalam kategori lari jalan raya (road race). Jarak resmi untuk Full Marathon adalah 42,195 kilometer.
Menyelesaikan tantangan Full Marathon adalah impian besar bagi banyak pelari di seluruh dunia. Karena jaraknya yang sangat jauh, persiapan untuk ikut FM tidak bisa dilakukan secara instan, membutuhkan program latihan khusus selama berbulan-bulan, nutrisi yang cukup, serta pemulihan fisik yang disiplin.
Fun fact!
Jarak Full Marathon (42,195 km) dan Half Marathon (21,097 km) tampak tidak bulat karena angka tersebut merupakan hasil konversi dari satuan mil dan yard. Yaitu 26 mil 385 yard untuk FM dan 13 mil 192,5 yard untuk HM. yang mana standar ini ditetapkan oleh Federasi Atletik Internasional (IAAF) berdasarkan rute Olimpiade London 1908 dari Kastil Windsor hingga panggung kehormatan Kerajaan Inggris di Stadion White City.
9. Strava
Strava sebenarnya adalah nama aplikasi berbasis GPS yang digunakan untuk merekam aktivitas olahraga, khususnya lari dan bersepeda. Namun, di kalangan pecinta olahraga saat ini, Strava sudah berubah menjadi media sosial wajib, nggak hanya bagi pelari tapi bahkan juga untuk perenang.
Di aplikasi Strava, kamu bisa melihat catatan statistik larimu (seperti jarak, pace, Heart Rate, dan peta rute), memberikan apresiasi berupa "Kudos" pada postingan teman, serta saling berbagi semangat. Bahkan ada istilah populer "No Strava = Hoax", yang candaannya menyebut kalau aktivitas larimu belum sah kalau belum diunggah ke Strava! Hehe.
Yuk berteman di STRAVA Follow me on 
10. PB (Personal Best)
PB adalah singkatan dari Personal Best, yaitu catatan waktu tercepat pribadi seorang pelari untuk jarak tertentu.
Sebagai contoh, jika pada event lari 5K sebelumnya kamu berhasil finish dengan catatan waktu 35 menit, lalu di event lari berikutnya kamu berhasil finish dalam waktu 30 menit, artinya kamu sukses mencetak PB baru! Istilah ini sering banget dipakai sebagai bentuk perayaan atas pencapaian dan perkembangan diri sendiri tanpa perlu membandingkan diri dengan orang lain.
***
Nah, itulah 10 istilah dan singkatan dalam olahraga lari yang paling sering dipakai dan wajib banget kamu ketahui sebagai pelari pemula. Sekarang kalau dengar atau baca istilah-istilah di atas, kamu udah nggak bingung lagi, kan?
Kuncinya dalam mulai berolahraga lari adalah jangan terlalu terbebani dengan pencapaian orang lain. Mulailah dari jarak dan pace yang nyaman untuk tubuhmu sendiri.
Kira-kira dari 10 istilah di atas, mana nih yang paling sering kamu dengar atau yang baru pertama kali kamu tahu? Kalau kamu punya istilah lari favorit lainnya, yuk tulis di kolom komentar ya!
xoxo
Dila


Tidak ada komentar
Posting Komentar