Awal Mengenal Rajutan

Awal Mengenal Rajutan

Sudah lama sekali ingin bercerita tentang kisah saya dengan rajutan. Namun selalu tertunda karena antrian cerita yang ingin ditulis sangat banyak, haha. Akhirnya sekarang berusaha menguatkan diri untuk menuliskan pada blog ini mengenai rajutan sebagai salah satu hobi saya.

Sekitar tahun 2011, saat masih kuliah, seorang dosen mata kuliah Korean Business memberi tugas untuk membuat online shop dalam bahasa Korea (yap karena saya adalah mahasiswa jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea). Saat itu saya bingung mengenai produk yang akan ditampilkan di online shop tersebut, lalu mencoba googling secara random di internet. Setelah banyak melihat ide-ide produk jualan, saya pun tertarik dengan produk rajutan seperti tas rajut, aksesoris dll dan memutuskan untuk membuat online shop produk rajutan.

Saya iseng cek online shop dulu dan ternyata masih ada blognya, belum dikick sama blogspot!!
Yang penasaran, bisa kunjungi link berikut [ www.dilasyarn.blogspot.com ] tapi semuanya full bahasa korea yah, hehe


Berawal dari sering melihat produk rajutan saat membuat tugas kuliah, akhirnya saya semakin tertarik  dan penasaran tuk coba membuatnya sendiri. Saya mulai mencari informasi tentang rajutan di internet.

Ternyata rajutan itu dibedakan menjadi dua macam yaitu crochet dan knitting. Perbedaannya, crochet hanya menggunakan satu jarum/hakpen sementara knitting dua jarum. Kalau dari segi hasil, crochet biasanya menghasilkan taplak meja, sarung bantal, tatakan gelas sepatu bayi dan lain-lain. Menurut saya rajutan crochet terlihat padat dan kaku. Sementara knitting biasanya menghasilkan produk wearable seperti syal, baju, sarung tangan dan hasil rajutannya lebih lembut dan lentur.

Saat itu yang terlihat mudah dan membuat saya ingin mencobanya adalah crocheting. Saya pun membeli perlengkapan utama yaitu buku tutorial, jarum crochet (hook/hakpen) dan benang. Setelah itu mencoba belajar sendiri dari buku tutorial namun gagal. Entah kenapa saya tidak bisa mengerti instruksi tulisan di sana dan juga tak bisa memahami gambarnya. Karena dalam ilmu rajut-merajut ada banyak simbol-simbol, singkatan, jenis-jenis tusukan dll. Sayapun menyerah, berhenti mencoba dan memilih untuk menyimpan semua peralatan rajut.

Waktu pun berjalan, saya telah lulus kuliah dan sudah menjadi karyawan di sebuah perusahaan swasta. Sekitar tahun 2016 saat berkunjung ke kosan Ririn, salah seorang teman kerja, ternyata dia bilang kalau dia sedang belajar merajut secara otodidak. Kenangan tentang kegagalan merajut saat kuliah muncul kembali. Bukannya trauma, malah jadi ingin belajar merajut lagi. Saya meminjam hakpen dan benang Ririn sambil melihat video tutorial dari youtube. Setelah menonton video beberapa kali, saya mulai mengerti dan mempraktekannya. Dan tada~~ akhirnya saya paham jenis-jenis tusukan dan bisa membuat dasar-dasar rajutan.

Alhamdulillah, misteri dari tahun 2011 terpecahkan berkat teman saya dan video tutorial di Youtube. Mengingat jaman dulu, youtube itu belum populer atau mungkin saya yang tidak tau kalau ada tutorial semacam ini di platform tersebut.
Awal Mengenal Rajutan
Buku belajar merajut dan hasil rajutan pertama
Awal Mengenal Rajutan
Lihat tutorial Granny Square tapi hasilnya malah triangle

Akhirnya saya mencari lagi peralatan rajut yang disimpan, lalu langsung membeli benang dan hakpen berbagai ukuran. Saya juga gencar mencari tutorial baik di youtube, instagram dan blog. Semakin banyak sumber yang didapat semakin banyak list karya yang ingin dibuat. Saya mencoba buat rajutan mulai dari yang paling gampang dan cepat. Seperti pot holder, tatakan gelas, hiasan dinding dan tempat tisu.
Awal Mengenal Rajutan
Coaster / Tatakan gelas dan vas
Awal Mengenal Rajutan
Granny Squares
Awal Mengenal Rajutan
Cikal bakal cover kotak tisu
Awal Mengenal Rajutan
POT HOLDER

Senang sekali bisa mendapatkan hobi dan keahlian baru secara otodidak. Tak menyangka juga hal yang gagal dilakukan beberapa tahun lalu tiba-tiba berhasil dilakukan tanpa sengaja/tanpa rencana. Walaupun prosesnya juga tak langsung lancar karena masih ada kesulitan dan kegagalan kecil lainnya.

Ini menjadi pengalaman yang unik dan saya sangat bersyukur diberikan ilmu/keterampilan baru oleh Tuhan (Alhamdulillah) dan berterima kasih juga kepada Ririn yang sudah membuat saya mencoba merajut lagi.

Sekian kisah saya dengan rajutan dan di tulisan berikutnya saya akan share blog rajutan favorit dan juga hasil rajutan lainnya.

Anyway saya punya account Instagram khusus rajutan, silakan kunjungi @yarn.n.rope
(update 2020, sekarang account rajutan digabung dengan macrame)

Note : Semua gambar di atas adalah foto pribadi dari rajutan yang saya buat.

xoxo
dila

4 comments:

  1. Sama mbaakk saya juga belajar crocheting secara otodidak nonton-nonton tutorial di Youtube hihihi awalnya ngikut-ngikut temen pas SMA dulu. Dari cuma punya 1 hakpen merk rose yang besi itu sampe akhirnya sekarang beli 1 set hakpen macem2 ukuran hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo~~
      Iya nih Youtube berguna banget.
      Sama persiss... awalnya saya juga beli hakpen rose satu, sekarang punya satu set.
      Benang juga udah berbagai macam yang dibeli.
      Sama kenal yah. ^^

      Delete
  2. Mba Dilaaa asli ya tangannya memang telaten. Rapi lagi hasilnya. Aku pernah belajar ngerajut pas kuliah terus...KOK SUSAH xD akhirnya nyerah sampe sekarang nggak pernah ngerajut lagi. >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berawal dari Paint by Number akhirnya Endah nyasar juga ke postingan yang ini.
      Sekali lagi makasih Endah~~
      Aku walaupun bisa rajut, tapi masih belum telaten banget. Dan masih mager bikin projek2 gede. ujung-ujungnya bikin tatakan gelas.
      Tp emang aku akui, merajut itu susah. Harus ada rasa penasaran mendalam baru bisa merajut.

      Delete

Powered by Blogger.