Tutorial Edit Gaya Rambut di Gemini AI

Minggu, 16 November 2025

17 komentar
Lando Norris
Assalamualikum
Halo apa kabar semuanya~

Akhir-akhir ini di TikTok sering muncul konten editan hairstyle menggunakan AI. Ntah itu gaya rambut perempuan atau laki-laki, tapi saya sendiri lebih sering melihat editan para member boyband K-Pop. Memang keren sekali AI saat ini, hasil editannya terlihat natural karena tidak mengubah apapun pada foto kecuali gaya rambut.

Saya pun penasaran untuk mengedit gaya rambut di Gemini AI. Karena sekarang saya sedang suka Formula 1, saya ingin mengedit rambut mereka. Apalagi para driver F1 terlihat jarang mengganti gaya rambut, nggak seperti idol Korea yang suka gonta ganti gaya dan warna rambut.


Awalnya saya mengedit rambut Charles Leclerc, my bias, dan mengunggahnya di TikTok. Saat itu reaksinya bisa dibilang biasa dan belum menghasilkan banyak views. Namun begitu saya melakukan percobaan kedua yaitu Oscar Piastri, ternyata berhasil fyp. Setelah itu, karena ada permintaan juga, akhirnya mengedit gaya rambut driver lainnya seperti Lando Norris, George Russell, hingga Lewis Hamilton.

And you know what? Semua konten edit rambut para driver F1 menggunakan AI ini berhasil fyp a.k.a viral!! View-nya rata-rata 100K, dan so far yang tertinggi George Russell yang hampir tembus 400K.

George Russell
Preview konten Hairstyles George Russell di TikTok @_chocodilla
Max, Charles, Lando, Oscar
Pr2view konten hairstyle lainnya

Oleh karena keberhasilan ini, saya ingin berbagi ilmu pada pembaca semua, bagaimana mengedit foto di Gemini AI. Atau lebih tepatnya cara membuat prompt hairstyle di Gemini AI. Karena pada intinya, menggunakan AI berarti mengasah kemampuan membuat prompt

Cara Mengedit Gaya Rambut di Gemini AI



1. Buka Gemini AI di laptop atau Ponsel


Ada beberapa cara untuk berkunjung ke Gemini AI, yaitu search Gemini AI di browser, atau bisa unduh aplikasinya untuk di ponsel.

2. Unggah foto yang akan diedit


Pilih foto yang ingin diedit dan unggah di Gemini AI. Sebaiknya gunakan foto yang natural, belum terlalu banyak editan. Dan karena kita ingin mengubah gaya rambut, jadi sebaiknya gunakan foto dengan angle yang memperlihatkan sisi depan dan samping kepala.

3. Tulis prompt berikut

Modify the hairstyle to a buzz cut, with highly detailed hair texture, natural shine, and a realistic style. Maintain the original person's face and identity (do not change facial features). 
Sebenarnya Gemini AI juga paham kalau kita memberikan prompt dengan bahasa Indonesia, tapi karena awalnya saya mendapatkan prompt berbahasa Inggris di TikTok, akhirnya saya selalu menggunakan prompt tersebut dengan sedikit modifikasi.

4. Enter, tunggu hasilnya dan simpan foto


Tutorial Edit Gaya Rambut di Gemini AI

5. Ulangi langkah di atas untuk mendapatkan gaya rambut yang lain


Pada contoh di atas, saya memilih "buzz cut" . Untuk mendapatkan hasil yang lain, kamu dapat mengulang langkah di atas, dan mengganti gaya "buzz cut'' dengan gaya lain. Berikut contoh variasi hairstyle yang bisa dicoba :

  • Variasi hairstyle laki-laki seperti: Crew Cut, Butterfly haircut, Wolfcut, Low Taper Cut, Blonde, Slicked Back, Side Part, Fade Mullet, Messy Hair, Braids, Long Hair, Manbun dll.

  • Variasi hairstyle perempuan seperti: Bob Cut, Layer Cut, Wolfcut, Pixie Cut, Layered Cut, Curtain Bangs, dll.

Tutorial Edit Gaya Rambut di Gemini AI
Kimi Antonelli & Oscar Piastri

Terlihat mudah kan, mengedit gaya rambut di Gemini AI! Walau begitu, ada beberapa kesulitan yang mungkin dihadapi, atau hasil tidak sesuai yang diharapkan. Berikut beberapa tips dari saya untuk mengatasi kesulitan saat mengedit foto di  Gemini AI.

Tips mengedit gaya rambut menggunakan Gemini AI


- Pilih foto yang objeknya tunggal (tidak ada orang lain di sekitarnya) dan posisinya nggak terlalu jauh, karena kalau jauh, gaya rambutnya kurang terlihat.

- Pilih foto yang paling natural, belum diedit pencahayaan, kontras atau lainnya. Karena, kalau menggunakan foto yang sudah diedit ala foto majalah, hasil perubahan hairstyle-nya juga terlalu kelihatan berlebihan.

- Gunakan foto yang memperlihatkan sisi depan dan samping kepala, malahan lebih baik menggunakan foto selfie dari atas.

- Edit foto satu-per-satu sesuai langkah yang sudah diberikan. Termasuk juga mengunggah foto asli berulang-ulang. Karena kalau kita hanya memberikan prompt tambahan saja, kadang Gemini AI menggunakan foto hasil editan terakhir untuk diedit, dan hasilnya jadi makin aneh atau tidak natural,

- Jika hasil editan tidak sesuai, coba menambahkan detail prompt. Misalnya, kita ingin mendapatkan hasil long hair, tapi ternyata rambutnya terlalu panjang. Bisa menambahkan perintah : "long hair shoulder level". 

Sekian tutorial dan tips mengedit gaya rambut di Gemini AI. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

xoxo
dila
Read More

Ketika Cewek K-Pop jadi Fans Formula 1

Jumat, 14 November 2025

1 komentar
Ketika Cewek K-Pop jadi Fans Formula 1

Assalamualaikum
Halo apa kabar semuanya!!

Ada-ada saja gebrakan saat pusing dengan tugas akhir kuliah! Setelah September lalu seorang milenial ini tertarik main Roblox, eh sekarang malah tiba-tiba jadi fans Formula 1 (F1). Persisnya pertengahan bulan Oktober lalu, saya merasa tertarik dengan F1 yang merupakan kompetisi balap mobil paling bergengsi dan tertinggi di dunia dan biasanya disukai para laki-laki.

Kok bisa seorang cewek yang dari dulu cuma suka musik dan fans K-Kpop tiba-tiba tertarik dengan kompetisi olahraga?

Untuk menjawab pertanyaan itu, kali ini saya ingin sekali menceritakan kenapa dan bagaimana saya bisa suka Formula 1. Jadi kalau ada teman yang bertanya, saya tinggal share link artikel ini deh, hehe...

Pengenalan Singkat : Formula 1 vs My Childhood


Kalau ditarik garis ke belakang, saya ingat sekali Formula 1 adalah salah satu musuh saya! Dan saya yakin, banyak kaum milenial yang merasakan hal yang sama. Dulu hiburan utama adalah TV dan film kartun hanya ditayangkan pada hari minggu. Bayangkan, ketika kamu sudah menunggu untuk menonton fim kartun di hari minggu, eh tiba-tiba siarannya berubah menjadi pertandingan olahraga. Salah satu tersangkanya yaitu Formula 1 (fyi : selain itu ada MotoGP, WWE Smackdown dan Tinju). 

Kesimpulannya adalah waktu kecil saya nggak suka dengan Formula 1 karena mengganggu jadwal menonton film kartun. 

Dari kecil hingga remaja, saya merasa orang di sekitar saya, seperti papa, sepupu laki-laki atau pun teman, nggak ada yang suka Formula 1, sehingga benar-benar tidak teredukasi dan tidak tertarik sama sekali dengan F1. Apalagi karena saya adalah seorang perempuan, mungkin wajar nggak tertarik dengan F1 atau cabang olahraga lainnya.

Ketika fans K-Pop tiba-tiba jadi fans Formula 1


Pada bulan Oktober 2025 fyp TikTok saya mulai dipenuhi oleh video MotoGP karena adanya kompetisi MotoGP yang dilaksanakan di sirkuit Mandalika. Walaupun nggak mengikuti MotoGP, tapi saya memang suka melihat potongan video para rider di Mandalika yang diunggah oleh fans. Mungkin audiens MotoGP mirip dengan Formula 1, akhirnya fyp TikTok saya juga mulai diisi oleh video Formula 1 yang akan diadakan di Singapura.

Kalau diusut lebih jauh, munculnya video Formula 1 ini ada kaitanya dengan K-Pop. Beberapa minggu sebelumnya, memang ada video Jay Enhypen yang sedang konser di Belanda, dan terang-terangan memakai baju merchandise driver favoritnya yang merupakan orang Belanda, yaitu Max Verstappen. Ternyata video itu cukup viral, alhasil Jay dan beberapa member Enhypen diundang ke Singapura untuk bertemu langsung dengan Max di Team Red Bull Racing. Menurut saya, tim marketing Red Bull atau pun Formula 1 keren sih, mereka gesit mengambil peluang untuk memperluas jangkauan audiens, yaitu K-Popers.

Saya salah satu K-Poper yang terjerat strategi marketing itu! Awalnya saya memang penasaran, siapa sih yang diidolakan oleh Jay. Dan mulai melihat beberapa video TikTok yang diunggah oleh akun Formula 1 dan akun Red Bull Racing. Dan seperti biasa, kalau kita sudah kepo pada suatu akun atau suatu niche, nanti fyp kita akan dipenuhi oleh niche tersebut.

Enhypen dan Max Verstappen
ENHYPEN & Max Verstappen
Sumber : Instagram @redbullracing

Kenapa memilih jadi F1 Girlies?


Kalau melihat penjelasan di atas, mungkin ada yang menilai kalau saya FOMO dan suka Formula 1 gara-gara Jay Enhypen. Tentu saja nggak, malahan saya merasa menyukai F1 adalah jawaban dari impian(?) saya sebelumnya.

Singkat cerita, saya pernah merasa iri dengan teman-teman yang suka ajang olahraga. Ntah itu suka klub bola, klub basket atau suka atlet badminton. Saya penasaran, bagaimana rasanya memiliki jagoan di ajang olahraga. Walaupun selama ini video tentang sepak bola sering muncul di TikTok, tapi belum berhasil menarik perhatian saya. Oleh karena itu, ketika sekarang saya tertarik dengan Formula 1, berarti inilah jawaban dari impian saya, yaitu tertarik pada sebuah ajang olahraga.
Menjadi fan Formula 1 adalah jawaban dari doa selama ini(?)
Di jaman TikTok ini, yang membuat saya tertarik dengan Formula 1 adalah kombinasi dari cuplikan racing di sirkuit yang keren, konten lucu seperti meme para driver, dan tentu saja video para driver yang ternyata cakep-cakep (uhuk). Selain itu, menurut saya konsep Formula 1 ini cukup sederhana, yaitu terdiri dari 10 team, masing-masing team punya 2 driver dan mereka racing di 24 tempat (negara). Kalau dibandingkan dengan sepak bola, olahraga ini cukup rumit karena terdiri dari banyak liga, setiap liga punya banyak klub yang tentu saja pemainnya juga banyak. Belum lagi nanti piala dunia, mereka bermain untuk negara, bukan klub.

Siapakah Bias saya di Formula 1?


Nah, karena kebiasaan di dunia K-Pop, saya merasa ada urgensi memilih bias di Formula 1. Padahal kata fans Formula 1 yang lain, nggak harus buru-buru punya jagoan, yang penting dinikmati dulu racingnya. 

Sebenarnya saya sudah tertarik dengan driver Ferarri yaitu Charles Leclerc, tapi sedikit galau karena sependek yang saya tahu, di musim ini driver yang cukup berprestasi adalah Lando dan Oscar yang mana mereka dari McLaren. Selain itu juga ada Max dari Red Bull Racing yang merupakan jagoan Jay Enhypen. Saya sudah coba tanya ke Gemini AI, dan disarankan untuk menjagokan driver dari McLaren. Tapi pada akhirnya, tetap memutuskan pilihan pada Charles Leclerc.
You can not choose your bias, your bias will choose you
Ada beberapa alasan kenapa saya suka Charles. Pertama, pastinya parasnya tampan, hehe. Tapi dia memang memiliki skill yang bagus, namun sayangnya ntah itu karena mobil atau memang masalah internal Ferarri, dia jadi susah podium di musim ini. Alasan ketiga adalah, karena dia lucu dan memenya lumayan banyak. Dan alasan terakhir adalah kebetulan dia warga negara Monaco yang mana warna benderanya mirip dengan Indonesia yaitu Merah Putih.

Charles Leclerc

Btw, saya sempat mengunggah pengakuan "Ketika Kpop girl pertama kali tertarik F1"di TikTok, ternyata viral. Awalnya view-nya cuma ribuan, setelah 3 minggu, malah makin viral dan sekarang jadi 50K.

***

Sekian curhatan tentang tiba-tiba suka Formula 1. Senang sekali akhirnya punya olahraga favorit, nggak cuma jadi fans K-Pop saja. Dan sepertinya ke depan, saya akan sering membahas tentang Formula 1.

xoxo
dila
Read More