[Tips] Product Development untuk Bisnis Handmade Macrame

Apa itu product development

Apa itu product development? Mungkin itulah pertanyaan yang akan muncul saat melihat thumbnail tulisan ini. 

Sekilas judul artikel kali ini terdengar berat, namun jangan berekspektasi tinggi dulu! Sebenarnya saya bermaksud memberikan penjelasan yang sesuai dengan pengalaman dan pengamatan sehingga bisa mudah dipahami oleh siapapun.

Baiklah, sebelum membahas tentang tips melakukan product development untuk bisnis handmade macrame, mari kita pahami dulu definisi, tujuan, alasan hingga tahapan dari product development.


Daftar Isi :

  1. Definisi Product Development
  2. Tujuan dan Alasan Product Development
  3. Tahapan Product Development
  4. Tips Product Development bagi bisnis Handmade Macrame



Definisi Product Development


Secara harfiah Product Development berarti pengembangan produk.

Sementara makna dari Product Development adalah semua tahapan yang terlibat dalam membangun sebuah produk mulai dari ide atau konsep hingga produk siap dipasarkan. Pengembangan produk ini bisa berarti membuat produk baru dan juga menginovasi produk lama atau rebrand.

Product development wajib dilakukan oleh semua pelaku usaha mulai dari small business (UMKM), startup hingga perusahaan besar.



Tujuan dan Alasan Product Development


Tujuan dasar melakukan product development adalah untuk menghasilkan produk bermutu yang disukai dan dibutuhkan oleh konsumen.

Nah bagaimana dengan alasan melakukan pengembangan produk? Mungkin sudah banyak yang menjelaskannya secara teori. Oleh karena itu, di sini saya akan mengerucutkan apa alasan product development bagi bisnis handmade macrame.


Alasan Melakukan Product Development untuk Bisnis Handmade Macrame


- Penjualan berkurang
Padahal kualitas macrame yang dihasilkan sama, namun penjualan berkurang. 

- Makin banyak kompetitor
Kemunculan kompetitor tidak dapat dihindari sehingga kita harus mencari cara untuk bisa bersaing secara sehat.

- Konsumen mulai bosan
Design macrame yang dulunya populer sekarang sudah tidak diminati sehingga sebagai penjual harus tau keinginan dari konsumen.

- Tren yang cepat berubah
Penjual harus selalu update dan bisa menyesuaikan dengan tren yang muncul supaya tidak tereliminasi.


Jadi ada alasan yang bersifat internal dan eksternal yang membuat penjual produk handmade macrame harus melakukan pengembangan produk supaya bisa bertahan hingga lebih berkembang.



Tahapan Product Development


Sekarang adalah penjelasan yang sangat penting yaitu apa saja tahapan dari product development. Dari beberapa referensi yang saya pelajari, berikut 7 tahapan product development berdasarkan startupstudio.id :

1. Idea
Pertama-tama tentu memiliki ide yang menarik. Ide bisa dicari sendiri atau bisa bertanya kepada tim.

2. Research
Setelah mendapatkan ide, langkah selanjutnya adalah melakukan riset apakah ide tersebut bisa dikembangkan dan dieksekusi.

3. Planning
Perencanaan adalah hal yang wajib supaya projek terarah dan jelas. Namun jangan membuat perencanaan yang terlalu detail karena akan memperlama proses implementasi.

4. Prototyping
Sebagai pengajuan atas konsep dari produk perlu melalukan prototipe yaitu membuat rancangan, sampel, atau model.

5. Sourcing
Adalah tahapan mengumpulkan bahan-bahan terbaik yang dibutuhkan untuk proses produksi komersial nantinya.

6. Costing
Sebagaimana sebuah usaha tentu mengharapkan profit yang tinggi. Oleh karena itu saat product development harus menghitung biaya yang dibutuhkan supaya dapat menentukan harga yang layak bagi produk tersebut.

7. Commercialization
Merupakan tahapan saat produk sudah siap diluncurkan ke pasaran, yaitu dengan cara promosi dan distribusi.



Tahapan Product Development


Tips Product Development bagi bisnis Handmade Macrame


Berdasarkan tahapan di atas, berikut tips mengembangkan produk macrame berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya selama mengelola small business ini.


- Selalu mencari ide

Mencari ide banyak caranya, bisa secara online dan offline. Secara online seperti di media sosial seperti Instagram & Pinterest, dari film atau drama Korea Sementara secara offline seperti mengunjungi tempat-tempat seperti kafe yang memiliki dekorasi dan toko kerajinan tangan.

Sepertinya macrame cukup populer di Korea, sehingga saya sering melihat berbagai design macrame di drama, film, tv show hingga background pemotretan artis Korea. Jadi sangat direkomendasikan kepada macrame artist untuk lebih sering menonton drama Korea, hehe.

Dalam proses mencari ide ini sebisa mungkin gunakan metode ATM yaitu Amati, Tiru, Modifikasi.


- Terus belajar teknik baru

Sebagai manusia jangan merasa sudah ahli dalam melakukan sesuatu termasuk membuat macrame, Teruslah belajar teknik baru, pola baru ataupun projek yang berbeda.

Sekarang sudah banyak orang yang berbaik hati memberikan tutorial cuma-cuma di di Youtube, Instagram, Tiktok dan lainnya.


- Welcome kepada feedback/masukan dari konsumen

Untuk bisa mengembangkan produk sekaligus disukai oleh konsumen maka wajib sekali mendengarkan masukan dari konsumen.

Selama saya berjualan macrame, banyak sekali design baru atau improvement yang datang dari konsumen. Berkat konsumen saya berani mencoba pola macrame yang berbeda, warna/ukuran baru ataupun jenis tali yang belum pernah dipakai sebelumnya.


- Menemukan solusi

Ada yang pernah mengatakan bahwa jaman sekarang penjual tidak bisa sekedar menjual produk namun harus bisa menjual "solusi". Maksudnya adalah, jika sekedar menjual produk maka saingan sangat banyak. Namun jika bisa menjual solusi mungkin saingan kita belum ada.

Contoh startup yang berhasil menjual solusi adalah Gojek karena mereka memahami masalah yang dihadapi masyarakat lalu menemukan solusinya.

Kalau produk macrame, misalnya tidak sekedar menjual hiasan dinding saja namun menjual macrame yang multi fungsi seperti untuk hiasan dinding sekaligus sebagai rak.



- Mengikuti Tren

Tren sangat cepat berubah sehingga penjual harus bisa mengikutinya supaya tidak ketinggalan.

Contohnya adalah salah satu target pasar toko macrame adalah para ibu-ibu yang gemar mendekorasi rumah. Dari sekian banyak style, salah satu yang hits hingga sekarang adalah rumah ala-ala Korea.

Sebagai penjual, harus bisa mengikuti tren tersebut dengan membuat macrame korean style yaitu identik dengan design simple dan menggunakan warna dasar seperti broken white dan beige.


-Mengembangkan Target Pasar

Saat awal berjualan, saya sadar bahwa baru fokus pada satu kalangan yaitu ibu-ibu pecinta home decor yang mana produk favorit mereka terbatas pada hiasan dinding.

Perlu memperluas target pasar supaya bisa mengembangkan produk sehingga bisnis makin besar.

Contoh produk yang perlu dikembangkan dan target pasarnya adalah :
- Produk macrame aksesoris seperti keychain sebagai sovenir untuk acara ulang tahun dan pernikahan
- Macrame mini untuk kamar anak / anak kosan
- Macrame besar sebagai backdrop untuk pemotretan atau acara nikahan
- Macrame bertema untuk komunitas tertentu
- Dll


***

Product development bagi penjual produk handmade seperti saya adalah proses yang menyenangkan dimulai dari mencari ide, belajar pola baru, mendengarkan masukan dari konsumen hingga hunting bahan dan material, semuanya hal menantang tapi mengasikkan.

Walaupun sulit dilakukan namun tujuannya adalah meningkatkan mutu dan value sehinga bisa dikenal dan disukai lebih banyak orang. 

Semoga tulisan ini menginspirasi teman-teman lainnya. Serta bisa diaplikasikan tak hanya di bidang handmade namun di bidang lainnya.

Terima kasih telah berkunjung.

xoxo
Dila

11 comments:

  1. Beberapa produk itu memang ada yang tergantung tren sama pasaran yang berubah-ubah. Jadi memang butuh pengembangan produk biar makin lebih baik. Catet tipnya deh

    ReplyDelete
  2. Selain Macrame mungkin beberapa produk juga perlu nih di kembangkan karena beberapa alasan di atas. Seperti UMKM di deket rumah, dari pisang bisa dikembangkan menjadi pisang nugget, trus pisang gepeng dan terus mengembangkan variannya supaya makin kekinian. Wah artikel ini wajib baca nih.

    ReplyDelete
  3. Step by stepnya sudah saya terapkan nih mbak. Buat produk cemilan yg saja jual. Yg paling seru itu saat mengembangkan resep yang pas banget di selera pelanggan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, punya small business juga mba. Emang harus dikembangkan yah produknya, enggak bisa jual itu-itu aja termasuk cemilan. Iya, kebahagiaan seorang seller adalah ketika mendapatkan testimoni positif dari pembeli. Semangat buat usahanya mba~

      Delete
  4. Omong-omong soal macrame, ada temen saya yang pinter banget bikin ini. Buatannya selalu diposting di medsos. Malah ada yang nanya harga, akhirnya dia buka pesanan. Katanya lumayan, dapat pemasukan kala pandemi. Berawal dari hobi.

    ReplyDelete
  5. Sangat bermanfaat sekali, dan memang seru mengaplikasikan Product Development ini. Saya jual seblak (padahal saya nggak suka), namun karena berdasarkan riset kecil-kecilan di daerah saya, seblak cukup diminati. Dan terus selalu lihat tren serta menambah menu baru sebagai komplemen. Bisa seblaknya yang dikombinasikan, atau pun menu lain di luar itu seperti nasi goreng.

    ReplyDelete
    Replies
    1. MAs Raja orang Bandung bukannya yah? kok bisa enggak suka seblak? Emang selera masing-masing sih. Tapi hebat loh, walau enggak suka tapi bisa lihat peluang bisnis seblak di lingkungan sendiri. Semoga sukses yah.

      Delete
  6. yang paling mahal dari sebuah bisnis itu ya ide-nya. dan kadang kalau udah mentok, ya susah banget nyari idenya. tapi tips ATM ini bisa banget dipraktikkan. ide keren nih

    ReplyDelete
  7. Pengembangan produk memang penting banget ya, apalagi jika berbisnis di era sekarang ini

    ReplyDelete
  8. Dari dulu pengen bisa bikin macrame tapi belum kesampaian aja. Bikinnya kayanya ko sulit ya kak

    ReplyDelete
  9. memang kalau dalam hal usaha kreatif kita harus bisa melihat perkembangan pasar juga ya karena bisa jadi produk yang kita buat sudah banyak yang membuat juga jadi harus pintar-pintar dalam pengembangan produknya

    ReplyDelete

Powered by Blogger.