[Review] Shuku Fuku Caffee & Resto Bukittingggi

Review Shuku Fuku Caffee & Resto Bukittingggi


Hai semuanya,

Kembali lagi dengan sesi kilas balik liburan ke Bukittinggi akhir bulan Mei lalu, tepatnya sebelum corona varian delta menyerang.

Setiap kali mudik, selalu ada hal baru yang muncul di kota wisata yang terkenal dengan Jam Gadang ini. Ntah itu kafe, tempat makan atau sekedar spot instagramable.

Tak terkecuali saat pandemi covid-19 ini, walaupun masyarakat dianjurkan untuk lebih banyak di rumah, bukan berarti membuat usaha kuliner tutup atau menyerah begitu saja. Kuliner atau pangan adalah kebutuhan pokok manusia, jadi wajar bisnis kuliner masih beroperasi dan malahan melakukan berbagai inovasi untuk bisa bertahan. Tak hanya itu, banyak juga kafe atau tempat makan yang baru buka saat pandemi ini.

Salah satu kafe yang baru buka di Bukittinggi yaitu Shuku Fuku Coffee & Resto. Posisinya persis di tengah kota yaitu tidak jauh dari Jam Gadang. Adik saya sangat merekomendasikan kafe ini karena interiornya yang minimalis layaknya kafe di Jakarta sehingga saya sangat tertarik mendatanginya.

[Review] Shuku Fuku Caffee & Resto Bukittingggi


Shuku Fuku Coffee & Resto
Alamat : Jl. Yos Sudarso No.22, Kayu Kubu, Kec. Guguk Panjang, Kota Bukittinggi
Jam Operasional :
Normal 8 AM - 10 PM
PPKM 4 9 AM - 8 PM
Range Harga : Rp 20,000 - Rp 55,000

Saya mengunjungi Shuku Fuku Coffee & Resto sekitar jam tiga siang bersama adik yang mengenalkan tempat ini. Agak menyesal ke sana menggunakan mobil karena parkirannya sangat sempit. Hanya cukup untuk dua mobil dan beberapa motor. Sehingga saya harus memarkirkan mobil di dekat pintu masuk tempat wisata sejarah Benteng Fort De Kock.

Rupanya kafe ini satu bangunan dengan hotel Ananda, dimana lantai satu khusus kafe dan lantai atasnya adalah hotel. Dari luar masih terlihat biasa, namun saat masuk ke dalam, suasananya sungguh seperti kafe minimalis yang ada di Jakarta. Di sebelah kanan pintu masuk, pengunjung langsung disambut oleh coffee bar sementara dapur berada di pojok kanan belakang.

Berbicara tentang interior, saya tidak mau sekan-akan ahli interior. Yang bisa saya jelaskan dari sudut pandang wanita yang suka tempat instagramble adalah tempatnya benar-benar seperti kafe modern dan minimalis. Masih jarang kafe yang seperti ini di kota Bukittinggi.

Seluruh dinding berwarna putih, meja dan kursi terbuat dari kayu berwarna cokelat. Diberi beberapa hiasan seperti lampu berwarna hitam dan tanaman hijau. Ada beberapa meja di sini, yaitu meja kecil untuk dua orang, meja besar untuk kelompok hingga meja panjang yang menghadap ke dinding dan meja panjang dekat coffee bar.

[Review] Shuku Fuku Caffee & Resto Bukittingggi

[Review] Shuku Fuku Caffee & Resto Bukittingggi


Karena datang di siang menjelang sore, yang berarti antara lapar enggak lapar, kami hanya memesan minuman yaitu hot red velvet dan ice cafe late. Hanya ada dua gelas minuman di atas meja tentu terlihat hampa apalagi untuk kebutuhan fotografi, hehe.

Akhirnya saya memanggil pelayan untuk menanyakan menu cemilan. Ternyata mereka tidak punya pilihan cemilan seperti cake , brownies atau roti di lembaran menu, namun ada beberapa roti gandum yang bisa dipilih di coffee bar.

Awalnya saya mengira Shuku Fuku ini sekedar tempat ngopi, ternyata mereka juga menyediakan makanan berat terlihat dari lembaran menu yang cukup banyak pilihan makanan berat. Makanya namanya Shuku Fuku Coffee & Resto.

Setelah menu lengkap, saya melancarkan misi foto-foto terlebih dahulu lalu baru menikmati makanan, haha. Hot red velvet yang saya pesan rasanya enak, tidak mengecewakan. Sementara roti gandum benar-benar selayaknya roti yang terbuat gandum yaitu agak keras dan tawar sehingga cocok dipadukan dengan minuman hangat. Sebagai pecinta roti gandum, rasanya sesuai dengan lidah saya.

Untuk makanan berat, saya belum bisa komentar apa-apa karena hanya sempat sekali ke Shuku Fuku Coffee & Resto untuk menyicipi minuman. Berharap bisa ke sana lagi untuk mencoba menu makanan berat.

[Review] Shuku Fuku Caffee & Resto Bukittingggi

[Review] Shuku Fuku Caffee & Resto Bukittingggi

Bisa dibilang saat itu pengunjung kafe cukup banyak, mengingat masih dalam kondisi pandemi. Hampir semua meja terisi baik di dalam maupun di luar ruangan. Namun masih dalam batas aman karena jarak antar meja jauh dan jumlah kursi juga sudah dikurangi.

Note : Saya ingin mengingatkan lagi bahwa saya ke sana saat belum ada corona varian delta, dan status corona di kota Bukittinggi juga rendah. Terbukti dari tidak ada larangan dine in di rumah makan oleh Pemkot Bukittinggi.

So, setelah mengunjunginya langsung, saya amat merekomendasikan kafe dan resto ini untuk anak muda Bukittinggi atau wisatawan yang sedang liburan.
 
How to get there

Dari Monumen Jam Gadang berjalan menuju Istana Bung Hatta lalu ke arah kanan hingga hotel Novotel. Dari sudut panjang hotel Novotel jalan ke arah jam 11 atau ke jalan Yos Sudarso di dekat Bank Nagari. Setelah itu tinggal jalan lurus melewati pertigaan hingga menemukan di Shuku Fuku Coffee&Resto. Seperti pesan saya di atas, sebaiknya jangan naik mobil kalau ingin ke kafe ini.

Jika tidak naik motor atau taxi, kamu bisa naik angkot apapun yang melewati Jam Gadang atau Hotel Novotel. Selanjutnya tinggal mengikuti instruksi di atas.
 


Lokasi : Bukittinggi, Sumatera Barat
Tanggal : 27 Mei 2021
Kamera : Fujifilm XT20

xoxo
dila

2 comments:

  1. yaaampun kangen banget ngobrol sama temen di cafe 😢
    semoga pandemi segera berakhiiirrr
    aku udah nggak betah banget natap layar teruuss huhu

    btw aku suka banget konsep cafenya dari luar
    keliatan manis dan clean 🌸

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener banget kak, kangen ke kafe sama temen-temen.
      Kasihan juga, pasti banyak kafe yang sepi skrg.
      Padahal sebelum pandemi, ngetren banget nongkrong di kafe yang instagramable

      Delete

Powered by Blogger.