Assalamulaikum
Halo semuanya~
Setelah konsisten jadi k-poppers bertahun-tahun, tak disangka pada November 2025 saya masuk ke universe baru yaitu menjadi penggemar Formula 1 atau F1.
Cerita detailnya sudah saya tuliskan di artikel sebelumnya yang berjudul Ketika Cewek K-Pop jadi Fans Formula 1. Di sana saya sudah menuliskan kenapa bisa tertarik dan siapa bias(?) saya di Formula 1.
Ternyata saya bukan sekadar FOMO, tapi benar-benar suka dengan F1. Terbukti pada Februari 2026 ini saya masih mengikuti perkembangan F1 dan terus upload konten tentang F1 di TikTok. Padahal F1 sedang memasuki winter break sejak final GP di Qatar pertengahan Desember 2025 hingga minggu pertama Maret 2026.
Bertahun-tahun menjadi k-popper dan sekarang menjadi fans F1, tentu ada semacam culture shock. Walaupun mungkin nggak apple to apple, tapi saya ingin sekali menceritakan hal yang membuat saya kaget ketika mengikuti dunia F1.
Oleh karena itu, pada artikel ini saya ingin merangkum beberapa culture shock dan pengetahuan baru k-popper menjadi fans F1.
Culture Shock K-Poppers Jadi Fans Formula 1
1. F1 Drivers bebas bawa pacar
Ini benar-benar culture shock! Dulu saya kira, driver hanya bawa istri atau keluarga saat ajang balapan. Ternyata driver F1 juga bawa pacar secara terang-terangan ke paddock. Bahkan driver yang masih muda seperti Kimi dan Ollie pun nggak ragu-ragu untuk membawa pacar.
Pihak F1 dan team resmi juga nggak ragu untuk memposting pacar para driver di media sosial. Bahkan saat Charles mengumumkan bahwa dia sudah melamar pacarnya, akun F1 official me-repost di feed mereka.
Sementara di dunia K-Pop, punya pacar itu seperti dosa besar. Kalau ada idol yang dirumorkan punya pacar, pihak agensi sampai harus menyampaikan pernyataan resmi untuk meredam kegaduhan. Bahkan ada idol yang didemo oleh penggemar dan disuruh mundur saat ketahuan punya pacar.
Oleh karena itu, bisa dibilang semua idol merahasiakan pacarnya atau status hubungan percintaannya. Tentu ini bukan fenomena yang baru terjadi, ini sudah menjadi culture yang diwariskan sehingga susah untuk diubah.
![]() |
| Driver F1 dan Pasangannya |
2. Driver bisa pindah Team
Cukup kaget mengetahui kalau driver bisa pindah-pindah team. Seperti Carlos Sainz yang awalnya Toro Rosso (2015–2017), Renault (2017–2018), McLaren (2019–2020), Ferrari (2021–2024) dan sekarang di Williams.
Di pikiran saya "Eh, kok driver boleh pindah-pindah? Nanti dia bocorin rahasia ke team lain dong?".
Jika dibandingkan dengan K-Pop, memang jumlah member dalam grup bisa berkurang atau bertambah. Tapi seorang idol nggak akan bisa pindah ke agensi lain lalu bergabung dengan grup yang sudah ada. Namun seorang idol/penyanyi bisa join agensi lain tapi biasanya sebagai soloist.
![]() |
| Carlos Sainz dengan 4 baju berbeda |
3. Satu Team tapi bersaing
Hal yang juga menjadi culture shock saya saat mengikuti F1 adalah ternyata teman satu team bisa menjadi saingan berat. Walaupun katanya di setiap team ada first driver dan second driver, tapi intinya mereka harus bersaing untuk poin masing-masing.
Sementara di k-pop, satu grup berarti bekerja sama untuk kesuksesan grup. Jadi nggak ada namanya saling bersaing. Yaah, kecuali kalau nanti mereka merilis album masing-masing. Jadi nanti bersaing merebutkan posisi di tangga lagu dan lainnya.
Tapi tetap saja persaingan satu team di F1 itu cukup bikin baper. Seperti persaingan Lando Norris dan Oscar Piastri di Team McLaren.
![]() |
| Korban Papaya Rules |
4. Nama Team bisa berubah
Ternyata nama team F1 bisa berubah tergantung sponsor. Bahkan driver pun bingung dengan nama team mereka terbaru atu di awal musim.
Seperti Ferrari di 2026 menjadi Scuderia Ferrari HP, dan Mercedes menjadi Mercedes-AMG PETRONAS.
Sementara di dunia K-Pop, nama grup itu sudah tetap. Kecuali jika kontrak berakhir dan anggota grup sepakat pindah agensi dan menggunakan nama baru, seperti boyband Beast berubah nama menjadi Highlight.
5. Akun official tak ragu posting Driver Team lain
Memang keluarga F1 itu sedikit sehingga para driver sering berinteraksi. Tapi saya nggak menyangka kalau akun official team nggak ragu sama sekali mem-posting foto atau video yang di dalamnya ada driver dari team lain.
Seperti akun McLaren yang memposting driver mereka satu panggung dengan driver Ferrari. Akun Williams yang memposting foto driver mereka saat mengobrol dengan semua driver dari team lain.
Mungkin bagi orang awam atau fans F1 hal ini terlihat biasa. Tapi saya sebagai k-poppers merasa ini hal yang luar biasa. Karena di k-pop akun official itu seperti sakral dan hanya memposting foto atau video grup mereka saja. Jangankan foto dengan grup agensi lain, foto dengan grup sesama agensi juga amat sangat jarang. Tapi memang setelah ada tren dance challenge di TikTok, sekarang mulai ada video bersama grup lain yang diposting di akun resmi.
Seperti akun Instagram Cortis, yang hanya posting tentang Cortis. Tidak akan mem-posting foto atau video dengan grup lain bahkan satu agensi seperti TXT dan BTS, kecuali jika ada dance challenge.
Selain itu, untuk dunia F1. Bukan sekedar karena mereka saling bersaing, tapi driver lain kan menggunakan baju yang penuh dengan logo sponsor. Jadi saya merasa kaget dan penasaran, apa sponsor team nggak mempermasalahkan hal itu?
Contoh postingan akun Williams yang meunggah foto driver mereka dengan beberapa driver team lain.
***
Sekian culture shock dari seorang wanita yang sudah lama menjadi k-poppers. Memang ini beda dunia, yang penting intinya perasaan kaget saat memasuki dunia baru!
Apapun itu, yang terpenting saya senang bisa menambah fandom di dunia sport, dan sebenarnya ini pertama kali saya menyukai ajang olahraga.
Terima kasih sudah membaca tulisan saya, sampai jumlah di artikel F1 lainnya, hehe.
xoxo
dila





Sebagai orang yang nggak terlalu mengikuti F1, perbandingan dengan dunia K-Pop justru bikin pembahasannya gampang dipahami. Bagian driver satu tim yang tetap bisa menjadi rival terasa menarik, karena dari sudut pandang K-Popper memang cukup berbeda dengan dinamika sebuah grup. Soal driver yang bebas membawa pacar ke paddock juga lucu banget dijadikan culture shock, hehe. Ternyata masuk fandom baru memang bisa menemukan banyak hal yang sebelumnya nggak pernah kepikiran
BalasHapusLucu juga baca culture shock-nya, apalagi soal akun official tim yang santai posting driver dari tim lain. Kalau terbiasa lihat dunia K-Pop yang serba dijaga, memang kontras banget sih. Ternyata masuk fandom baru bukan cuma belajar istilah baru, tapi juga kebiasaan dan “aturan tidak tertulisnya” ikut beda.
BalasHapusCerita yang menarik. Molly jadi penasaran ada gak ya pemain F1 yang berkebangsaan Korea Selatan? Ganteng nggak sih
BalasHapusWah iya siih..
BalasHapusKalo di Kpop mereun masih mengikuti Asia kalcer yah.. yang tabu untuk punya hubungan kalau engga bener bener serius dan yang pasti ga lagi berada di puncak karir.
Mungkin hanya sedikit cowo yang kaya Jang Dong Yoon, yang menikah di usia produktif...
dunia KPop itu memang sangat tidak manusiawi menurutku masa idolnya nggak boleh pacaran dan bahkan fansnya bisa menghilang cuma karena ketahuan pacaran. Sementara di belahan bumi lain ada banyak idola yang santai aja memamerkan pacarnya apalagi di dunia olahraga kalau di sepak bola ada sebutan wag buat pacar pesepak bola
BalasHapuspas menyelami lika-liku K-Poper yang harus belajar memahami istilah teknis balapan demi mendukung pembalap favoritnya itu... batin saya yang buta olahraga ini langsung kena tamparan realita. Di saat sang penulis dengan cerdas bisa membandingkan dinamika bias K-Pop dengan dukungan ke pembalap F1 di atas lintasan, pikiran saya malah terlempar ke pengalaman konyol sendiri pas diajak nonton balapan sama temen-temen di kafe. Niat hati mau sok gaya ikut nimbrung analisis taktik balap biar kelihatan keren bak pengamat motorsport senior, eh pas balapan mulai saya malah polos nanya ke satu meja: "Eh, itu mobil yang depan kok nggak dinyalain lampu seinnya pas mau nyalip di tikungan?". Seketika satu meja hening dan nengok ke saya dengan tatapan heran setengah kasihan. Bukannya kelihatan berwawasan luas, martabat saya langsung lunas ambyar seketika jadi bahan tertawaan sampai acara nonton bareng selesai, wkwk
BalasHapusMembaca artikel kakak saya jadi menambah pengetahuan tentang dunia balap mobil F1. Cukup jomplang ya perbedaannya, khususnya masalah publikasi pacar. Jadi saya penasaran kenapa artis K Pop tidak boleh terpublish ke masyarakat yaa...apalagi ketahuan oleh fans nya...
BalasHapus