Assalamualaikum
Halo apa kabar semuanya!!
Ada-ada saja gebrakan saat pusing dengan tugas akhir kuliah! Setelah September lalu seorang milenial ini tertarik main Roblox, eh sekarang malah tiba-tiba jadi fans Formula 1 (F1).
Persisnya pertengahan bulan Oktober lalu, saya merasa tertarik dengan F1 yang merupakan kompetisi balap mobil paling bergengsi dan tertinggi di dunia dan biasanya disukai para laki-laki.
Kok bisa seorang cewek yang dari dulu cuma suka musik dan fans K-Kpop tiba-tiba tertarik dengan kompetisi olahraga?
Untuk menjawab pertanyaan itu, kali ini saya ingin sekali menceritakan kenapa dan bagaimana saya bisa suka Formula 1. Jadi kalau ada teman yang bertanya, nanti tinggal share link artikel ini deh, hehe...
Pengenalan Singkat : Formula 1 vs My Childhood
Kalau ditarik garis ke belakang, saya ingat sekali Formula 1 adalah salah satu musuh saya! Dan mungkin, banyak kaum milenial yang merasakan hal yang sama.
Dulu hiburan utama anak-anak adalah film kartun di TV yang hanya ditayangkan pada hari minggu. Bayangkan!! Ketika kamu sudah menunggu untuk menonton fim kartun di hari minggu, eh tiba-tiba siarannya berubah menjadi pertandingan olahraga. Salah satu tersangkanya yaitu Formula 1 (fyi : selain itu ada MotoGP, WWE Smackdown dan Tinju).
Kesimpulan: waktu kecil nggak suka Formula 1 karena mengganggu jadwal menonton film kartun!
Dari kecil hingga remaja, saya merasa orang di sekitar saya, seperti papa, sepupu laki-laki atau pun teman, nggak ada yang suka Formula 1, sehingga benar-benar tidak teredukasi dan tidak tertarik sama sekali dengan F1. Apalagi karena saya adalah seorang perempuan, mungkin wajar nggak tertarik dengan F1 atau cabang olahraga lainnya.
Ketika fans K-Pop tiba-tiba jadi fans Formula 1
Pada bulan Oktober 2025 fyp TikTok saya mulai dipenuhi oleh video MotoGP karena adanya kompetisi MotoGP yang dilaksanakan di sirkuit Mandalika. Walaupun nggak mengikuti MotoGP, tapi saya memang suka melihat potongan video para rider di Mandalika yang diunggah oleh fans. Mungkin audiens MotoGP mirip dengan Formula 1, akhirnya fyp TikTok saya juga mulai diisi oleh video Formula 1 yang akan diadakan di Singapura.
Kalau diusut lebih jauh, munculnya video Formula 1 ini ada kaitanya dengan K-Pop. Beberapa minggu sebelumnya, memang ada video Jay Enhypen yang sedang konser di Belanda, dan terang-terangan memakai baju merchandise driver favoritnya yang merupakan orang Belanda, yaitu Max Verstappen.
Ternyata video itu cukup viral, alhasil Jay dan beberapa member Enhypen diundang ke Singapura untuk bertemu langsung dengan Max di Team Red Bull Racing. Menurut saya, tim marketing Red Bull atau pun Formula 1 keren sih, mereka gesit mengambil peluang untuk memperluas jangkauan audiens, yaitu K-Popers.
Saya salah satu K-Poper yang terjerat strategi marketing itu!
Awalnya saya memang penasaran, siapa sih yang diidolakan oleh Jay? Dan mulai melihat beberapa video TikTok yang diunggah oleh akun Formula 1 dan akun Red Bull Racing. Dan seperti biasa, kalau kita sudah kepo pada suatu akun atau suatu niche, nanti fyp kita akan dipenuhi oleh niche tersebut.
![]() |
| ENHYPEN & Max Verstappen Sumber : Instagram @redbullracing |
Kenapa memilih jadi F1 Girlies?
Kalau melihat penjelasan di atas, mungkin ada yang menilai kalau saya FOMO dan suka Formula 1 gara-gara Jay Enhypen. Tentu saja nggak, malahan saya merasa menyukai F1 adalah jawaban dari impian(?) saya sebelumnya.
Singkat cerita, saya pernah merasa iri dengan teman-teman yang suka ajang olahraga. Ntah itu suka klub bola, klub basket atau suka atlet badminton. Saya penasaran, bagaimana rasanya memiliki jagoan di ajang olahraga. Padahal selama ini video tentang sepak bola sering muncul di TikTok, tapi belum berhasil menarik perhatian saya. Oleh karena itu, ketika sekarang saya tertarik dengan Formula 1, berarti inilah jawaban dari impian saya, yaitu tertarik pada sebuah ajang olahraga.
Menjadi fan Formula 1 adalah jawaban dari doa selama ini(?)
Di jaman TikTok ini, yang membuat saya tertarik dengan Formula 1 adalah kombinasi dari cuplikan racing di sirkuit yang keren, konten lucu seperti meme para driver, dan tentu saja video para driver yang ternyata cakep-cakep (uhuk).
Selain itu, menurut saya konsep Formula 1 ini cukup sederhana, yaitu terdiri dari 10 team, masing-masing team punya 2 driver dan mereka racing di 24 tempat (negara). Kalau dibandingkan dengan sepak bola, olahraga sepak bola cukup rumit karena terdiri dari banyak liga, setiap liga punya banyak klub yang tentu saja pemainnya juga banyak.
Siapakah Bias saya di Formula 1?
Nah, karena kebiasaan di dunia K-Pop, saya merasa ada urgensi memilih bias di Formula 1. Padahal kata fans Formula 1 yang lain, nggak harus buru-buru punya jagoan, yang penting dinikmati dulu racingnya.
Sebenarnya saya sudah tertarik dengan driver Ferrari yaitu Charles Leclerc, tapi sedikit galau karena sependek yang saya tahu, di musim ini driver yang cukup berprestasi adalah Lando dan Oscar yang mana mereka dari McLaren.
Selain itu juga ada Max dari Red Bull Racing yang merupakan jagoan Jay Enhypen. Saya sudah coba tanya ke Gemini AI, dan disarankan untuk menjagokan driver dari McLaren. Tapi pada akhirnya, tetap memutuskan pilihan pada Charles Leclerc.
You can not choose your bias, your bias will choose you
Ada beberapa alasan kenapa saya suka Charles.
- Pertama, pastinya parasnya tampan, hehe. Tapi dia memang memiliki skill yang bagus, namun sayangnya ntah itu karena mobil atau memang masalah internal Ferrari, dia jadi susah podium di musim ini.
- Alasan kedua adalah, karena dia lucu dan memenya lumayan banyak.
- Dan alasan terakhir adalah kebetulan dia warga negara Monaco yang mana warna benderanya mirip dengan Indonesia yaitu Merah Putih.
Btw, saya sempat mengunggah pengakuan "Ketika Kpop girl pertama kali tertarik F1"di TikTok, ternyata viral. Awalnya view-nya cuma ribuan, setelah 3 minggu, malah makin viral dan sekarang jadi 50K.
***
Sekian curhatan tentang tiba-tiba suka Formula 1. Senang sekali akhirnya punya olahraga favorit, nggak cuma jadi fans K-Pop saja. Dan sepertinya ke depan, saya akan sering membahas tentang Formula 1.
xoxo
dila



wah makin keren, semangat f1 girlies~
BalasHapusthank you, kak...
HapusPerpaduan dunia K-Pop dan Formula 1 ini unik dan seru, menunjukkan bagaimana minat bisa berkembang lintas hobi tanpa harus dibatasi label tertentu
BalasHapusTerima kasih udah berkunjung dan komen di blog ini, ya. Tapi, maaf kak, jujur,,, komennya kayak chatGPT banget, wkwkw....
Hapusada yang tahu cassie? hahaha ya, tua. dari 5 diacak-acak jadi 2. terus ke exotic (sebelum exol), dari 12 di ecer jadi entahlah berapa ini. baiiikkk, sekarang aku pindah jadi Queen MU aja lah. hahaha!!
BalasHapusKak!!!! Akupun dulu suka KPOP, paling suka sama TVXQ. Gara2 konflik mereka sama SM, aku jadi benci SM. Oh, jadi pindah haluannya ke MU yah kak, sama sih MU dan Ferrari itu, suka dibully di universenya masing-masing, wkwk...
HapusAku gak terlalu mengikuti Formula 1. Jadi gak tahu siapa saja yang ada di sana. Kalau MotoGP, kadang masih nonton kalau kebetulan tahu jadwalnya dan bisa lihat TV. Ya gimana wong mau ke Mandalika, belum ada duitnya, hahaha
BalasHapusbtw walaupun aku nggak ngikutin MotoGP, tapi kayaknya mau deh sekali2 nonton langsung ke Mandalika. Soalnya, bagus banget dan ada rasa bangga..
HapusSaat masa SMA, saya juga iri tuh sama teman-teman. Mereka bisa dengan happy bahas tentang piala dunia berikut negara yang mereka jagokan. Kalau belum cukup dengan itu, mereka juga punya jagoannya masing-masing.
BalasHapusAku cuma bengong mendengarkan mereka cerita. Karena aku sama sekali nggak tahu.
Kalau F1. Aku cuma suka visual dari drivernya. Hehehe
Terkadang nyaman nonton di TV karena kalau nonton langsung kadang gak kelihatan karena cepat sekali melajunya. Tapi dalam hal vibe masih seru nonton langsung.
BalasHapusSangat kontras dari biasanya ya Kak. Kpop masuk dunia F1 ini unik dan bikin terpana sih.
BalasHapusAku nggak pernah ngeh dengan olahraga balap satu ini mbak Dila. Suami saya tuh penggila MotoGP dulu sempat bela²in nonton MotoGP di Mandalika yg kebetulah jaraknya nggak jauh dari rumah mertua. Karena saya nggak suka nonton jadi dia aja yang nonton sama bapak mertua. Wkwkw..
BalasHapusCuma entah kalau ada urusannya sama Kpop, video² tuh cepet naiknya mbak. 🥰ðŸ¤
wow, berarti tinggalnya masih dekat dengan Mandalika mbak? ih beruntung. Bener banget mbak, kalau urusan viral, K-Popers ahlinya.
HapusKalau daku sebenernya demen F1 walau gak ngerti perhitungan poinnya.
BalasHapushampir sama tingkat demennya dengan MotoGP. Cuma pernah tuh pas ada momen jamnya tabrakan. Jadilah daku nontonnya MotoGP aja hihi
Ganteng juga ternyata ya? Lah saya juga baru ngeh dari artikel ini lho. Hehehe
BalasHapusTapi menurut saya gak masalah sih menyukai balapan apapun selama memang memiliki arti positif
Kalau punya uang saya juga mau main ke Sirkuit Mandalika
Aku termasuk cewek yang suka nonton balapan kak hehe. Seru aja nontonnya, mau balap motor atau mobil, sama serunya
BalasHapusSaya juga suka nonton balap Fi di televisi. Dulu tapi suka ada skrg saya gak pernah lihat lagi. Seru aja lihat mobil kecil balap balapan.
BalasHapusNgomongin F1 aku jadi ingat sama film Rush yang menceritakan persaingan pembalap F1 di masanya. Aku sendiri nggak mengikuti F1 sih cuma pas masih remaja dulu tahunya Michael Schumacher dan Lewis hamilton
BalasHapusMbak, keren banget bahkan tau dua nama legend di F1. Lewis masih aktif sekarang di Team Ferrari, setim sama Charles. btw Aku sebelum suka F1, bener-bener nggak tau tahu nama pembalap sama sekali.
HapusTemenku kemarin juga heboh banget karena Jay suka F1 yaak.. jadi ketularan.
BalasHapusTapi selain itu, F1 masa kini memang hyper banget.. mungkin karena kitanya juga yaa.. ada pengaruh kipopers, hihii.. jadi ketertarikan nya makin kuat. Dan Jay trakhir live juga obrolannya kalo ga games ya F1 yaa..
Jadi makin connected.