7 Tips Hidup Hemat untuk Anak Kosan

Selasa, 21 Juli 2026

7 Tips Hidup Hemat untuk Anak Kosan

Assalamualaikum
Halo apa kabar semuanya~

In this economy, kaum yang paling harus memulai hidup hemat adalah anak kosan! Setuju, nggak?

Mayoritas anak kosan itu adalah mahasiswa yang meninggalkan rumah untuk melanjutkan kuliah dan orang yang merantau untuk bekerja di kota besar. Walaupun latar belakang ekonomi mereka yang ngekos ini berbeda-beda, mayoritas anak kosan bukan dari keluarga kaya raya. Soalnya kalau mereka kaya, pasti tinggalnya di apartemen. Iya, kan?

Intinya, pada artikel ini saya ingin fokus pada anak kosan yang uang sakunya kecil, dan pekerja kantoran yang gajinya sekitar UMR. Atau untuk semua anak kosan yang sedang menabung untuk membeli barang impian!

Oke, mari kita langsung lihat beberapa tips dari saya, yang juga merupakan anak kosan. yang bisa kamu coba!

7 Tips Hidup Hemat untuk Anak Kosan


1. Hindari aplikasi pemesanan makanan online


Salah satu sumber pemborosan terbesar anak kosan adalah membeli makanan menggunakan aplikasi pemesanan online.

Walaupun ada voucher diskon, tetap saja membeli makanan langsung di tempatnya itu jauh lebih murah. Seperti yang kita ketahui, di aplikasi pemesanan tersebut harga makanan sudah dinaikkan sekian persen dan ada biaya pengemasan. Selain itu, tentunya ada biaya kurir dan biaya parkir. 

Untuk menuju hidup hemat, kamu harus melawan rasa malas dan pergi keluar untuk membeli makanan. Atau kamu juga bisa membeli makanan terlebih dahulu di kampus atau sekitar kantor, sebelum pulang ke kosan. Atau jika mau lebih hemat, kamu bisa memasak makanan sendiri di kosan.

Aplikasi pemesanan makanan online masih boleh digunakan jika memesan bersama teman-teman, sehingga biaya pemesanan bisa dibagi rata dan terasa lebih murah.


2. Maksimalkan penggunaan transportasi umum


Khususnya yang tinggal di Jakarta, kalian beruntung karena sekarang jenis transportasi publik ada banyak, murah dan terintegrasi. Seperti bus TJ dengan tarif 3.500 rupiah, KRL dengan tarif 3.000 rupiah dan bahkan ada angkot Jaklingko dengan tarif 0 rupiah. 

Oleh karena itu, manfaatkanlah transportasi umum tersebut dan kurangi penggunaan ojek online untuk menghemat pengeluaran.

Bayangkan jika kamu pergi dari Monas ke Blok M yang jaraknya 10 km, cuma perlu naik bus TJ nomor 1 dengan tarif 3.500 rupiah. Sementara kalau naik ojek online, mungkin bisa lebih dari 25.000 rupiah.


3. Cuci baju sendiri


Peluang penghematan selanjutnya adalah menghindari jasa laundry alias mencuci baju sendiri. 

Pada artikel saya tentang rekomendasi barang berguna untuk anak kosan, saya sudah coba membuat sebuah ilustrasi perhitungan. Biaya laundry 1 kg sekitar Rp6.000–Rp10.000 dan anggap kita menaruh 3 kg baju di jasa laundry sebanyak 4 kali dalam sebulan. Maka total biaya yang dikeluarkan adalah Rp72.000–Rp120.000. Sementara kalau cuci baju sendiri, harga deterjen cair 700 ml cuma seharga Rp13.000-Rp25.000 dan softener 820 ml seharga Rp15.000 yang bisa digunakan lebih dari satu bulan.

Lihat! Dengan mencuci baju sendiri, kamu bisa berhemat hingga Rp 80.0000 . Dan bagi saya pribadi, mencuci baju itu nggak sekadar berhemat, tapi juga supaya berkegiatan di kosan. Jadi nggak main HP/laptop aja.


4. Atur penggunaan AC, kipas angin, dan lampu


Saya yakin, banyak perantau yang baru menyadari betapa mahalnya biaya listrik. Soalnya selama ini tinggal di rumah orang tua dan nggak peduli sama sekali dengan tagihan listrik.

Selain itu, setelah merantau ke Jakarta, saya baru tau kalau AC yang membuat token listrik cepat habis. Oleh karena itu, bagi anak kosan yang ingin berhemat, wajib sekali mengatur penggunaan elektronik. Mulai dengan bijak menggunakan lampu, mengatur penggunaan AC dan kipas angin, dan hanya menghidupkan dispenser saat butuh air panas. Selain itu untuk keselamatan, matikan kulkas saat mudik Lebaran atau liburan panjang.

 

5. Beli air galon


Sebenarnya sudah banyak anak kosan yang membeli air galon 19 L. Tapi saya merasa tetap harus menuliskannya, karena pernah melihat anak kosan yang membeli air mineral botol 600 mL. 

Selain lebih mahal, kita juga harus konsen pada isu lingkungan. Air mineral botol 600 mL tentu menghasilkan sampah yang lebih banyak daripada galon besar.


6. Selalu bawa kantong belanja


Terutama yang tinggal di Jakarta, sesuai dengan peraturan Pemerintah kota Jakarta, beberapa tahun terakhir ini toko hingga minimarket dilarang menggunakan kantong plastik. Sebagai gantinya, toko menyediakan kantong belanja kain atau kertas berbayar kepada pelanggan.

Harga kantong belanja itu beragam, di minimarket mulai dari Rp 2.500 hingga Rp 6.000 dan di toko baju harganya bisa lebih mahal dari itu. 

Uang Rp 6.000 mungkin terlihat murah, tapi kalau kamu sering lupa membawa tas belanja dan harus membeli hingga 5 kali dalam sebulan, totalnya menjadi Rp 30.000 yang mana harganya setara dengan sepuluh kali naik KRL.


7. Selalu bawa tumbler/air minum


Salah satu tren yang bagus menurut saya adalah tren membawa tumbler ke mana pun dan kapan pun. Dan sekarang restoran juga tidak melarang pengunjungnya membawa tumbler. 

Dengan membawa tumbler kamu bisa berhemat. Apalagi harga air mineral di restoran itu sangat mahal. Seperti air mineral botol kecil yang harga normalnya Rp 3.500 bisa jadi Rp 10.000 di restoran. Sementara jika kamu sudah mengisi tumbler dengan air galon di kosan, tentu ini jadi lebih hemat.

***

Sekian 7 tips hemat yang bisa kamu lakukan sebagai anak kosan. Semua tips tersebut mudah dilakukan dan syaratnya adalah jangan mager!

Jika kamu juga anak kosan dan punya tips berhemat lainnya, bisa share di kolom komentar yah~

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini.

xoxo
dila

Tidak ada komentar

Posting Komentar