5 Faktor Penting Memulai Bisnis Makanan

August 31, 2020
Halo Semuanya...

Bagaimana kabarnya? Semoga sehat dan bahagia serta terhindar dari virus COVID19. Aamiin. Tak terasa sudah sekitar enam bulan kita hidup bersama Corona, sebuah pandemi yang menjadi kejadian luar biasa yang telah mengubah kehidupan semua orang di dunia.

Pembahasan saya pada postingan kali ini masih ada sedikit kaitannya dengan Corona. Merasa enggak sih, selama Corona ini jadi banyak teman atau kenalan yang tiba-tiba jualan? Mulai dari jualan masker, hand sanitizer, baju tidur hingga yang paling banyak ditemukan adalah jualan makanan.

Namun menurut saya, semuanya tidaklah "tiba-tiba" pasti ada proses, ide, peluang dan yang paling penting adalah usaha. Kita tidak tau apa yang telah mereka lakukan untuk bisa berjualan seperti sekarang. 

Ngomong-ngomong saking banyaknya yang buka PO ataupun promosi di media sosial seperti WA dan Instagram, kadang membuat kita juga ingin jualan sesuatu. Salah satunya adalah jualan makanan yang sepertinya mudah dilakukan.

Untuk itu kali ini saya ingin berbagi tips berdasarkan pengalaman saya membuka usaha kue beberapa waktu lalu.
5 Faktor penting untuk memulai usaha kecil di bidang kuliner!

1. Rasa dan Harga

Rasa dan harga adalah dua hal yang berkaitan. Rasa sebuah makanan bisa mengontrol harga jual. Tentu rasa yang terbaik bisa didapatkan dari bahan yang digunakan dan keahlian dalam mengolah bahan tersebut. Menurut saya, saat menjual makanan jangan hanya berfikir untuk menjual dengan harga paling murah supaya laku. Namun fokuslah untuk menciptakan makanan yang enak, khas dan berkualitas. Saya yakin orang lebih memilih membeli makanan yang rasanya enak daripada makanan yang tak enak walaupun harganya murah. Lain halnya kalau kita bisa menemukan bahan berkualitas dengan harga bersaing.

Sebagai penjual kita harus memiliki banyak wawasan dalam membeli bahan makanan supaya bisa menekan harga produksi. Selain bisa membeli langsung di toko bahan kue di pasar, sekarang ada marketplace yang memudahkan kita seperti salah satunya TokoWahab. Di sini penjual bisa membeli bahan makanan secara grosir dengan harga murah. Dan yang paling saya suka dari TokoWahab adalah ada informasi yang sangat lengkap di setiap produk yang dijualnya. Seperti contoh Achor Whipping Cream , di website ditulis penjelasan tentang Whip Cream, komposisi dan bisa digunakan/diolah untuk apa saja. Selain itu disini juga menjual bahan makanan yang sulit ditemukan di pasaran seperti Susu F&N, dan tentunya kamu bisa membelinya dengan harga grosir.



2. Kemasan

Salah satu tren small business jaman sekarang yaitu membuat kemasan yang cantik untuk produk yang dijual tak terkecuali makanan. Kemasan itu mulai dari plastik pembungkus, stiker logo merek makanan, kartu ucapan terima kasih, kartu nama, kotak pembungkus dan tak lupa diberi pita atau tali rami yang diikat estetik. Kemasan yang cantik menjadi poin plus dan bisa meningkatkan nilai jual makanan. Dan biasanya orang-orang suka membuat video unboxing kalau membeli sesuatu dengan kemasan unik, dan ini tentu jadi promosi gratis bagi produk kita.

Sumber : Pinterest

3. Cara Pemasaran

Dulu orang memasarkan makanan dengan cara menaruhnya di toko-toko ataupun membuat gerobak makanan/ outlet sendiri. Namun sekarang, dengan berkembangnya teknologi dan informasi, kita bisa memasarkannya di media sosial pribadi seperti via WA, Instagram dan bahkan bisa menaruhnya di marketplace.

Jadi untuk orang-orang yang ingin merintis usaha, tak harus menyiapkan modal yang besar. Cukup membuatnya di rumah lalu dikirimkan ke pembeli baik via COD maupun via jasa pengiriman seperti gofood/gosend. Jangan lupa untuk membuat galeri Instagram yang cantik dengan mengupload foto-foto makanan yang bagus supaya menarik minat pembeli.

Food photo created by senivpetro - www.freepik.com


4. Cara Promosi

Ini masih berkaitan dengan cara pemasaran, promosi adalah hal yang harus dilakukan penjual baik itu penjualan online dan offline. Apalagi usaha kuliner yang baru, kita harus bisa mempromosikan jualan mulai dari yang terdekat yaitu keluarga, teman dan tetangga. Metode umum yang dilakukan oleh usaha kuliner adalah memberikan tester. Kita harus tau komentar orang lain terhadap makanan yang dijual, selain itu kita bisa meminta saran dari mereka jika ada yang kurang untuk improvement kedepan. Dan yang paling penting, mintalah mereka untuk share testimoni di media sosial yang mereka punya. Karena dari testimoni bisa memperkenalkan produk kita ke pengguna media sosial lainnya. 

Setelah itu jika usaha sudah mulai berjalan, cobalah lakukan metode promosi lainnya dengan memberikan diskon, atau bekerja sama dengan selebgram. Pengalaman saya, ini bisa meningkatkan omset dan menambah follower media sosial, dan yang perlu digaris bawahi adalah, pilih selebgram sesuai dengan produk yang kita jual, jangan hanya melihat jumlah followernya saja. Ada banyak Selebgram, untuk produk makanan tentu yang dipilih adalah selebgram di bidang makanan atau food blogger. Next time, saya mau bahas tentang selebgram.

5. Variasi

Setelah sukses berjualan sebuah produk makanan, jangan puas begitu saja karena pembeli ada kecenderungan bosan dan ingin mencoba yang baru. Cobalah membuat resep baru dan lihat tren makanan dari waktu ke waktu. Kalau misalnya kamu menjual donat, kamu bisa menambah varisasi topping dan ukuran ataupun bentuk. Atau bisa menjual makanan atau minuman lain yang masih selaras dengan produk sebelumnya. Membuat variasi ini cukup penting, kita lihat saja seperti restoran yang menjual makanan siap saji seperti PIZZA HUT atau Mc Donald, walaupun mereka sudah besar namun selalu mengeluarkan menu terbaru.

Sumber : 
blushandpinecreative(dot)com


-------

Demikianlah 5 faktor penting untuk memulai usaha kecil di bidang kuliner versi saya. Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman yang ingin mencoba peruntungan di usaha kuliner. Jika ada koreksi dan masukan silakan tulis di kolom komentar yah.

Terima kasih

No comments:

Powered by Blogger.